RADARBONANG.ID - Presiden Prabowo Subianto kembali melakukan reshuffle Kabinet Merah Putih, menjadi yang kedua sejak dirinya dilantik pada Oktober 2024.
Perombakan kali ini membawa perubahan signifikan dalam komposisi kursi menteri dan wakil menteri, sekaligus memengaruhi peta kekuatan partai politik di kabinet.
Lima Menteri Dicopot, Kursi Bergeser
Dalam reshuffle tahap awal, Prabowo memberhentikan lima menteri sekaligus. Mereka adalah:
- Budi Gunawan (dekat dengan Megawati Soekarnoputri)
- Sri Mulyani Indrawati (dekat dengan Megawati Soekarnoputri)
- Budi Arie Setiadi (dekat dengan Joko Widodo/Jokowi)
- Abdul Kadir Karding (Politikus PKB)
- Dito Ariotedjo (Politikus Partai Golkar)
Sebagai pengganti, Presiden menunjuk politikus Golkar Muchtarudin sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia.
Jabatan ini sebelumnya diisi oleh kader PKB.
Namun, posisi strategis lain seperti Menko Polhukam (pengganti Budi Gunawan) dan Menpora (pengganti Dito) masih menunggu keputusan.
Artinya, reshuffle kedua ini belum sepenuhnya rampung.
Partai Golkar Raup Keuntungan
Perubahan ini menggeser peta kekuatan politik di kabinet.
Partai Golkar mendapatkan tambahan kursi setelah Muchtarudin resmi masuk kabinet.
Saat ini, Golkar menguasai 12 kursi, menjadikannya partai dengan kekuatan besar di belakang Gerindra yang memegang 13 kursi.
Sementara itu, PKB justru kehilangan satu kursi usai pencopotan Abdul Kadir Karding, meski tetap menempati posisi penting dengan Muhaimin Iskandar sebagai Menko Pemberdayaan Masyarakat.
Peta Kursi Kabinet Merah Putih
Berikut peta komposisi kursi kabinet terbaru berdasarkan asal partai politik:
- Partai Gerindra: 13 kursi, termasuk Prasetio Hadi (Mensesneg), Fadli Zon (Mendikbud), hingga Irfan Yusuf (Menhaji dan Umrah).
- Partai Golkar: 12 kursi, dengan Airlangga Hartarto (Menko Perekonomian) dan Muchtarudin (Menaker Migran).
- Partai Amanat Nasional (PAN): 9 kursi, termasuk Zulkifli Hasan (Menko Pangan) dan Yandri Susanto (Mendes PDT).
- Partai Demokrat: 4 kursi, dengan AHY menjabat Menko Infrastruktur.
- PKB: 2 kursi, salah satunya Muhaimin Iskandar (Menko Pemberdayaan Masyarakat).
- PSI: 3 kursi, di antaranya Raja Juli Antoni (Menteri Kehutanan).
- PBB: 2 kursi, dengan Yusril Ihza Mahendra (Menko Hukum, HAM, dan Imigrasi).
- Partai Gelora: 2 kursi, yakni Anis Matta (Wamenlu) dan Fahri Hamzah (Wamen Perumahan).
- PKS: 1 kursi, Yassierli (Menteri Ketenagakerjaan).
- Partai Prima, Garuda, PPP: masing-masing mendapat 1 kursi setingkat wakil menteri atau utusan khusus presiden.
Reshuffle ini menegaskan konsolidasi kekuatan Prabowo. Gerindra tetap menjadi poros utama dengan kursi terbanyak, disusul Golkar dan PAN.
Meski PKB awalnya hanya lawan politik, partai ini tetap dipertahankan dalam kabinet meski porsinya berkurang.
Dengan belum ditentukannya Menko Polhukam dan Menpora definitif, terbuka peluang kursi tersebut dibagikan kepada PKB atau bahkan PDIP, tergantung kebutuhan politik Presiden ke depan.
Pungkasnya, reshuffle Kabinet Merah Putih jilid dua bukan sekadar pergantian menteri, melainkan strategi Presiden Prabowo dalam menjaga keseimbangan politik.
Keputusan akhir soal pengisian kursi yang masih kosong akan semakin menentukan arah koalisi pemerintahan hingga 2029. (*)
Editor : Amin Fauzie