Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Muncul 9 Isu Hoaks Pasca Ketegangan di Depan Mako Brimob, Kemkomdigi Tegaskan Fakta Sesungguhnya

Amin Fauzie • Selasa, 2 September 2025 | 04:50 WIB
Waspada dengan berita dan konten hoax pasca ketegangan di depan Mako Brimob. Foto adalah ilustrasi.
Waspada dengan berita dan konten hoax pasca ketegangan di depan Mako Brimob. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) kembali mengklarifikasi sejumlah kabar yang dinyatakan hoaks.

Mulai dari isu TikTok Live yang disebut dinonaktifkan oleh pemerintah, hingga video ketegangan di depan Mako Brimob Kwitang, Jakarta Pusat.

Masyarakat Antifitnah Indonesia (Mafindo) mencatat, hoaks di media sosial dan aplikasi perpesanan meningkat seiring demonstrasi yang memanas beberapa waktu terakhir.

Menurut Mafindo, aksi kekerasan, penjarahan, dan represi memicu ketidakpastian sehingga eskalasi berita bohong semakin tinggi.

Berikut rangkuman 9 isu yang dibantah Kemkomdigi RI:

1. TikTok Live Dinonaktifkan oleh Kemkomdigi

Beredar kabar bahwa Kemkomdigi menonaktifkan fitur siaran langsung TikTok.

Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital, Alexander Sabar, menjelaskan penghentian fitur live justru inisiatif TikTok sebagai respons meningkatnya kekerasan dalam aksi unjuk rasa.

TikTok juga menghapus konten yang melanggar panduan komunitas demi keamanan nasional.

2. Pesan Berantai untuk Warga Tionghoa Saat Demo 28 Agustus 2025

Hoaks yang menyebar mengimbau warga Tionghoa membatasi aktivitas mereka selama demo ternyata tidak benar.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Ade Ary Syam Indradi, menegaskan masyarakat tidak perlu khawatir.

3. Larangan 66 Stasiun TV dan Radio Meliput Demo

Klaim bahwa 66 stasiun televisi dan radio dilarang menayangkan aksi unjuk rasa dibantah.

Ketua KPID DKI Jakarta, Puji Hartoyo, menekankan imbauan hanya terkait konten kekerasan yang berlebihan, bukan pelarangan total.

4. Wapres Gibran Ikut Demo

Video yang menyatakan Wapres Gibran Rakabuming Raka hadir dalam demo di DPR RI adalah hoaks.

Faktanya, Gibran menonton bareng Piala Dunia 2026 di Balai Kota Solo, jauh dari lokasi demonstrasi.

5. Video Suasana Demo di Jakarta

Sebuah unggahan video yang diklaim sebagai aksi di Jakarta ternyata berasal dari Irak.

Klaim ini ditolak Kemkomdigi RI karena menyesatkan publik.

6. TNI Setuju DPR Dibubarkan

Video TikTok yang menyebut TNI mendukung pembubaran DPR RI adalah tidak benar. Video lama itu diunggah ulang dengan narasi yang keliru.

7. Prabowo Giring Jarah Rumah Pejabat

Foto Presiden Prabowo Subianto yang dikaitkan dengan ajakan menjarah rumah Bahlil, Sri Mulyani, Eko Patrio, dan Uya Kuya adalah hoaks.

Foto sebenarnya merupakan unggahan resmi Kemensetneg RI yang menyampaikan belasungkawa terkait insiden demo.

8. Sniper Brimob Pantau Demo di Petamburan

Video klaim keberadaan sniper Brimob di Apartemen Semanggi dibantah.

Lurah Petamburan, Rian Hermanu, bersama Ketua RW 10 dan pengurus apartemen memeriksa lokasi dan tidak menemukan sniper.

9. Ketegangan di Depan Mako Brimob Kwitang

Video yang dikaitkan dengan kericuhan di Mako Brimob Kwitang sebenarnya memperlihatkan kegiatan kendaraan di Kantor Polda Metro Jaya, bukan demo di lokasi tersebut.

Kemkomdigi RI menekankan pentingnya konfirmasi berita sebelum dibagikan di media sosial.

Dengan verifikasi yang tepat, masyarakat bisa terhindar dari informasi menyesatkan yang memperkeruh situasi di tengah demonstrasi dan ketegangan sosial. (*)

Editor : Amin Fauzie
#komdigi #konten #hoaks di media sosial #aplikasi