RADARBONANG.ID – Kabupaten Blora, Jawa Tengah, sejak lama dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak tertua di Indonesia.
Hingga kini, warisan sumur minyak peninggalan Belanda masih menjadi bagian penting dalam kehidupan warga setempat. Pertanyaannya, berapa total sumur minyak tua di Blora?
Menurut catatan Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Wilayah Kendeng Selatan, jumlahnya mencapai 334 sumur.
Dari total tersebut, sebanyak 264 sumur dikelola oleh BUMD, 54 sumur oleh Koperasi Unit Desa (KUD) Jiken, dan 16 sumur oleh KUD Jati.
Plt Kepala Cabang Dinas ESDM Wilayah Kendeng Selatan Blora, Hadi Susanto, menyebut sebagian besar sumur tua berada di wilayah utara Blora, terutama di Kecamatan Jati, Jiken, Randublatung, Kradenan, Jepon, hingga Cepu. Namun, tak semuanya produktif.
“Yang masih aktif ditambang masyarakat dengan sistem tradisional hanya sebagian. Sisanya sudah tidak produktif, bahkan ada yang ditutup karena faktor keselamatan,” jelasnya, Rabu (27/8).
Meski menjadi warisan sejarah kolonial, pengelolaan sumur tua tak lepas dari persoalan.
Aktivitas ilegal masih kerap ditemui di sejumlah titik. Hadi mengingatkan, praktik tersebut berbahaya karena berpotensi memicu kebakaran maupun pencemaran lingkungan.
“Seharusnya pengelolaan dilakukan melalui kerja sama resmi antara BUMN migas dengan koperasi rakyat. Jika dibiarkan ilegal, potensi risikonya sangat besar,” tambahnya.
Bagi masyarakat Blora, sumur tua bukan sekadar peninggalan sejarah, melainkan bagian dari denyut ekonomi mereka.
Tokoh masyarakat setempat, Keluk Pristiwahana, menyebutkan bahwa warga telah menggantungkan hidup dari minyak sejak zaman leluhur.
“Sejak kakek buyut kami sudah menambang minyak. Harapannya pemerintah bisa menghadirkan solusi agar pengelolaan lebih aman sekaligus menyejahterakan warga,” ujarnya.
Dia menekankan pentingnya teknologi modern dan penerapan standar keselamatan kerja agar aktivitas pertambangan minyak tua tetap berjalan tanpa mengorbankan lingkungan.
Sebagai informasi, Blora dikenal sebagai salah satu pusat eksplorasi migas tertua di Indonesia sejak era kolonial Belanda.
Meski sebagian besar produksinya kini terus menurun, keberadaan 334 sumur minyak tua menjadi bukti sejarah panjang perminyakan Indonesia yang masih bertahan hingga sekarang. (*)
Editor : Amin Fauzie