Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

IHSG Menguat 80 Poin Usai BI Pangkas Suku Bunga ke 5 Persen

Amin Fauzie • Kamis, 21 Agustus 2025 | 11:05 WIB
IHSG ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 14 Agustus 2025. Foto adalah ilustrasi.
IHSG ditutup menguat pada perdagangan Kamis, 14 Agustus 2025. Foto adalah ilustrasi.

RADARBONANG.ID – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menutup perdagangan di zona hijau pada Rabu, 20 Agustus 2025.

IHSG tercatat menguat 80,87 poin atau 1,03% hingga bertengger di level 7.943,82.

Kenaikan ini terjadi seiring keputusan Bank Indonesia (BI) memangkas suku bunga acuan menjadi 5%.

Sejak pagi hingga penutupan, laju IHSG nyaman di teritori positif. Indeks sempat bergerak di kisaran 7.863,86 hingga menyentuh level tertingginya di 7.952,34.

Aktivitas transaksi hari itu juga cukup bergairah, dengan frekuensi mencapai 2,32 juta kali dan nilai perdagangan menembus Rp20,19 triliun dari total 41,02 miliar saham yang berpindah tangan.

Meski IHSG menghijau, nilai tukar rupiah justru sedikit melemah.

Pada penutupan, rupiah terkoreksi 0,15% terhadap dolar Amerika Serikat (AS), berada di posisi Rp16.270 per US$.

Dari sisi sektoral, saham properti, barang baku, dan konsumen primer menjadi penopang utama penguatan IHSG.

Saham properti tercatat naik 2,56%, barang baku 1,82%, serta konsumen primer 1,63%.

Beberapa saham yang mencuri perhatian di antaranya PT Pakuan Tbk (UANG) dan PT Lippo Cikarang Tbk (LPCK), yang sama-sama melesat 24,5%.

Sementara itu, PT Alam Sutera Realty Tbk (ASRI) juga ikut terbang dengan kenaikan 10,1%.

Dari sektor barang baku, PT Paperocks Indonesia Tbk (PPRI) menguat 10,6%, PT Gunung Raja Paksi Tbk (GGRP) melejit 9,48%, serta PT Indo Acidatama Tbk (SRSN) naik 7,41%.

Saham unggulan dalam indeks LQ45 juga tidak mau kalah. Saham PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT) melonjak 6,79%, PT Barito Pacific Tbk (BRPT) naik 5,38%, dan PT Bank Tabungan Negara Tbk (BBTN) terapresiasi 5,18%.

Saham PT Summarecon Agung Tbk (SMRA) ikut menambah sentimen positif dengan penguatan 4,93%, disusul PT Bank Jago Tbk (ARTO) naik 4,61%, serta PT Semen Indonesia Tbk (SMGR) yang menguat 4,44%.

Tak hanya IHSG, bursa saham Asia juga memperlihatkan pergerakan campuran.

Indeks CSI 300 China naik 1,14%, Shanghai menguat 1,04%, Shenzhen Comp menambah 0,81%, Ho Chi Minh Vietnam naik 0,61%, dan Strait Times Singapura tumbuh tipis 0,08%.

Namun, sejumlah indeks lain justru terkoreksi. TW Weighted Index Taiwan merosot tajam 2,99%, NIKKEI 225 Jepang turun 1,51%, TOPIX melemah 0,57%, dan FTSE Malaysia KLCI turun 0,13%.

Keputusan BI memangkas suku bunga acuan sebesar 25 basis poin ke level 5% menjadi faktor pendorong IHSG hari ini.

BI juga menurunkan suku bunga Deposit Facility ke 4,25% dan Lending Facility ke 5,75%.

Pemangkasan ini menjadi yang keempat sepanjang 2025 setelah sebelumnya dilakukan pada Januari, Mei, dan Juli.

BI menilai inflasi 2025–2026 tetap terjaga dalam kisaran 2,5±1%, nilai tukar rupiah stabil, serta kebutuhan mendorong pertumbuhan ekonomi masih tinggi.

Konsensus pasar sebelumnya memperkirakan BI Rate tetap di 5,25%. Namun, BI justru memberi kejutan dengan memangkas suku bunga.

Kepala Ekonom Bank Mandiri Andry Asmoro menilai langkah ini sejalan dengan kondisi makro.

“Nilai tukar rupiah stabil, inflasi rendah, dan pertumbuhan terjaga, sehingga ruang pemangkasan masih terbuka,” ujarnya.

Senada, Fakhrul Fulvian dari Trimegah Sekuritas menyebut bahwa BI Rate berpotensi turun lebih dalam hingga 4,5% tahun ini, terutama jika tensi perang dagang global mengubah aliran modal internasional.

Menurutnya, realokasi cadangan devisa global bisa memperkuat rupiah sekaligus membuka peluang pemangkasan suku bunga lanjutan. (*)

Editor : Amin Fauzie
#memangkas suku bunga #bi #20 agustus 2025 #ihsg #Saham properti #Rabu #nilai tukar rupiah