RADARTUBAN.ID - Pasha, vokalis band Ungu yang juga pernah menjabat sebagai Wakil Wali Kota Palu, kembali jadi sorotan publik. Kali ini bukan karena panggung politik, melainkan sikapnya soal royalti lagu.
Dalam sebuah konser terbaru bersama Ungu, Pasha secara terbuka menyampaikan bahwa dirinya tidak mempermasalahkan jika ada orang yang menyanyikan atau memutar lagu-lagu Ungu tanpa membayar royalti.
Pernyataan itu sontak mengundang tepuk tangan dan sorak penonton. Menurut Pasha, musik seharusnya bisa menjadi ruang kebersamaan yang dinikmati semua orang.
Baca Juga: Bukan Romantisme, Alasan di Balik Trump Kuburkan Jenazah Istrinya di Area Golf Pribadi
Ia justru merasa bahagia ketika karya-karyanya dibawakan ulang, baik di kafe, acara hajatan, hingga media sosial.
Baginya, keberhasilan sebuah lagu terletak pada seberapa jauh karya tersebut hidup di tengah masyarakat, bukan semata pada keuntungan materi.
“Ungu sih, mempersilahkan buat teman-teman pengamen, penyanyi kafe, warung, restoran silahkan saja memutar lagu-lagu Ungu. Kami tidak ada masalah, tidak akan kami persoalkan,” tegasnya di atas panggung konser yang dipenuhi antusiasme penonton.
Pernyataan ini menarik perhatian karena isu royalti musik di Indonesia kerap menjadi perdebatan panjang.
Sejumlah musisi sebelumnya menekankan pentingnya perlindungan hak cipta agar seniman mendapatkan apresiasi yang layak.
Namun, Pasha memilih jalur berbeda dengan menekankan aspek kebermanfaatan karya.
Meski begitu, ia tidak menampik bahwa royalti tetap penting untuk industri musik. Namun bagi Pasha pribadi, hal itu bukan prioritas utama. Ia menilai, penghargaan terbesar bagi musisi adalah ketika lagu mereka mampu menemani banyak orang dalam berbagai momen kehidupan.
Sikap santai Pasha ini menuai beragam komentar warganet. Ada yang mengapresiasi kelapangan hatinya, sementara sebagian lainnya khawatir pernyataannya bisa menimbulkan salah kaprah tentang pentingnya royalti bagi keberlangsungan musisi.
Namun, tidak bisa dipungkiri bahwa apa yang disampaikan Pasha memberi warna baru dalam diskusi panjang soal hak cipta musik di tanah air.
Bagi penggemar, pernyataan Pasha semakin menegaskan sosoknya yang merakyat. Di luar perdebatan royalti, ia tetap dikenal sebagai salah satu vokalis dengan suara khas yang melahirkan banyak hits di era 2000-an, mulai dari “Demi Waktu” hingga “Tercipta Untukku”.
Lagu-lagu itu masih sering dinyanyikan, bahkan oleh generasi muda di platform digital seperti TikTok dan Instagram.
Kini, di tengah gempuran musik baru dan musisi muda, Ungu masih bertahan dengan basis penggemar setia.
Pernyataan Pasha di konser itu seakan menjadi pesan bahwa musik bukan hanya soal materi, melainkan juga tentang warisan karya yang bisa terus hidup di hati pendengarnya. (*)
Editor : Muhammad Azlan Syah