RADARBONANG.ID - Dunia bisnis internasional berduka. Goh Cheng Liang, pendiri Wuthelam Group dan pemilik mayoritas saham Nippon Paint Holdings, meninggal dunia pada usia 98 tahun.
Sosok legendaris asal Singapura ini bukan hanya meninggalkan jejak bisnis raksasa di industri cat dan pelapis dinding, tetapi juga warisan kekayaan fantastis senilai Rp 211,34 triliun.
Menurut Forbes Billionaires List 2025, Goh menempati jajaran orang terkaya di Singapura dengan kekayaan bersih mencapai USD 13 miliar.
Sumber kekayaannya berasal dari kepemilikan mayoritas di Nippon Paint, perusahaan cat terbesar di Asia yang berbasis di Jepang.
Kisah hidup Goh adalah potret nyata perjuangan dari nol.
Dia lahir dalam keluarga miskin dan menghabiskan 12 tahun pertama hidupnya di sebuah rumah toko (ruko) sempit di River Valley Road, Singapura.
Masa kecilnya penuh keterbatasan, namun tekad dan kerja kerasnya mengubah nasib.
Memulai usaha cat pascaperang dunia, Goh mendirikan Wuthelam Group pada 1949.
Langkah visioner terjadi ketika ia menjalin kemitraan strategis dengan Nippon Paint Jepang pada 1962, membuka jalan untuk menguasai pasar Asia.
Kini, Nippon Paint Holdings berdiri sebagai salah satu produsen cat terbesar di dunia, dengan jaringan distribusi di puluhan negara.
Di bawah kendali Goh, perusahaan berkembang pesat berkat inovasi, kualitas produk, dan strategi akuisisi yang agresif.
Tak hanya sukses di dunia bisnis, Goh dikenal rendah hati dan jarang muncul di media.
Dia memilih membiarkan prestasi dan perusahaannya berbicara.
Kepergian Goh meninggalkan tongkat estafet bisnis kepada penerusnya.
Dengan kekayaan mencapai ratusan triliun rupiah, keluarganya kini memegang kendali atas salah satu merek paling ikonik di dunia cat.
Meski telah tiada, kisah hidup Goh Cheng Liang akan terus menjadi inspirasi bagi para pengusaha, bahwa tekad, kerja keras, dan visi besar mampu mengubah hidup dari ruko sederhana menjadi kerajaan bisnis bertaraf global. (*)
Editor : Amin Fauzie