RADARBONANG.ID – Puluhan meter di bawah tanah, tepat di bawah markas pusat Bank of England, tersimpan salah satu brankas emas terbesar di muka bumi.
Isinya bukan main—lebih dari 5.500 ton emas atau setara 400.000 batang emas murni, dengan nilai diperkirakan mencapai USD 400 miliar (sekitar Rp 6.500 triliun).
Jumlah ini setara tiga kali anggaran negara Indonesia dalam setahun.
Namun, emas itu ternyata bukan seluruhnya milik Inggris. Sebagian besar merupakan titipan dari negara-negara lain, bank sentral, hingga lembaga keuangan internasional.
Bank of England hanya bertindak sebagai penjaga tepercaya, memastikan emas-emas tersebut aman dari segala ancaman.
Mengakses brankas ini bukan sekadar sulit—hampir mustahil.
Pintu baja setebal hampir 50 sentimeter menjadi gerbang pertama. Lalu ada pengenalan suara unik yang hanya bisa dibuka oleh orang tertentu, disertai sensor berlapis yang memindai dari gerakan hingga panas tubuh.
Di atas permukaan, pasukan bersenjata lengkap selalu siaga 24 jam, memastikan area di jantung Kota London ini bebas dari ancaman.
Brankas ini menjadi simbol kepercayaan global terhadap stabilitas keuangan Inggris.
Negara-negara menitipkan emas mereka di sini sebagai cadangan devisa dan aset strategis.
Keberadaan brankas Bank of England menjadi salah satu alasan mengapa London tetap menjadi pusat finansial dunia hingga saat ini. (*)
Editor : Amin Fauzie