RADARBONANG.ID — Manuver besar dilakukan konglomerat energi Prajogo Pangestu di lantai Bursa.
Bos PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN) itu resmi melepas sebanyak 1 miliar lembar saham dengan total nilai mencapai Rp 1,45 triliun pada perdagangan 5 Agustus 2025.
Aksi ini langsung mengundang sorotan pelaku pasar, karena diyakini jadi bagian dari strategi untuk membawa saham CUAN masuk ke dalam MSCI Index.
Langkah Prajogo dilakukan melalui transaksi di Bursa Efek Indonesia (BEI), dan telah dikonfirmasi manajemen CUAN dalam keterbukaan informasi yang dirilis Rabu (6/8).
"Penjualan tersebut menjadikan total saham CUAN yang dimiliki Prajogo Pangestu berkurang dari 84,96% menjadi 84,07%," demikian isi pernyataan manajemen.
Penurunan porsi kepemilikan tersebut, meski tampak kecil, berdampak besar terhadap struktur kepemilikan saham CUAN.
Tujuannya jelas: meningkatkan free float atau jumlah saham yang beredar di publik, salah satu syarat krusial untuk masuk indeks-indeks global bergengsi seperti MSCI (Morgan Stanley Capital International).
Free float CUAN sebelumnya berada di kisaran 15%, dan aksi korporasi ini diyakini akan semakin memperkuat posisi CUAN sebagai kandidat masuk MSCI pada rebalancing Agustus ini.
“Penambahan free float seperti ini sangat strategis. CUAN jadi makin terbuka untuk investor institusi global,” ujar Reydi Octa, analis pasar modal dari BNI Sekuritas.
Reydi menyebut, CUAN bukan satu-satunya emiten milik Prajogo yang berpeluang masuk MSCI. Dua emiten lainnya, yakni PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN) dan PT Petrosea Tbk (PTRO) juga masuk radar indeks global tersebut.
Sebagai catatan, MSCI Index kerap dijadikan acuan utama bagi investor asing dalam menempatkan portofolio di pasar negara berkembang. Masuk ke MSCI bisa berarti banjir dana asing ke saham-saham terkait.
Meskipun melepas 1 miliar saham, dominasi Prajogo atas CUAN tetap kokoh.
Dia masih mengendalikan lebih dari 84% saham perseroan. Sisanya dikuasai oleh publik sebanyak 15%, sementara saham treasury hanya 0,003% per akhir Juli 2025.
Namun demikian, langkah ini dinilai sebagai sinyal bahwa Prajogo mulai membuka ruang lebih besar bagi investor publik.
Hal ini bisa memberikan angin segar bagi likuiditas saham CUAN yang sebelumnya kerap dikritik terlalu tertutup dan kurang likuid.
Secara teknikal, pasar merespons positif aksi ini. Volume transaksi CUAN melonjak, dan harga saham stabil di tengah aksi jual besar, menandakan bahwa pasar memahami arah strategis yang dituju.
“Investor global tentu lebih tertarik pada saham dengan free float tinggi. Kalau CUAN masuk MSCI, ini bisa jadi momentum besar buat valuasi jangka menengahnya,” lanjut Reydi.
Meski belum resmi diumumkan, pengumuman rebalancing MSCI diprediksi keluar dalam beberapa pekan ke depan.
Jika CUAN benar masuk ke dalam daftar, bisa dipastikan aksi Prajogo ini jadi bagian dari skenario besar untuk menjadikan emiten energi ini sebagai pemain global. (*)
Editor : Amin Fauzie