RADARBONANG.ID – Sebuah gempa bumi tektonik bermagnitudo 4,5 mengguncang wilayah laut di timur laut Kabupaten Tuban, pada Selasa sore (29/7) pukul 17.00 WIB.
Getaran gempa dirasakan cukup nyata oleh warga di Pulau Bawean, Kabupaten Gresik, meski belum menimbulkan kerusakan.
Berdasarkan analisis BMKG (Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika), pusat gempa atau episenter terletak di laut pada koordinat 5,86° LS dan 112,31° BT, atau sekitar 119 kilometer arah timur laut dari Tuban, dengan kedalaman 10 kilometer.
Lokasi ini masih berada di zona rawan aktivitas sesar lokal aktif.
BMKG menyebutkan bahwa gempa yang terjadi termasuk dalam kategori gempabumi dangkal.
Dengan memperhatikan kedalaman hiposenter dan posisi episenter di laut, dipastikan bahwa sumber gempa berasal dari aktivitas sesar aktif di bawah dasar laut yang selama ini dikenal memiliki potensi gempa kecil hingga sedang.
“Jenisnya tektonik dangkal, artinya gempa ini muncul karena pergerakan lempeng di dekat permukaan bumi. Sering kali jenis ini terasa cukup kuat oleh masyarakat, terutama jika berada di dekat pusat gempa,” jelas Kepala Pusat Gempa Bumi dan Tsunami BMKG, Daryono dalam keterangannya.
Meski pusat gempa berada di laut, getaran dilaporkan terasa di Pulau Bawean, yang berjarak cukup dekat dari episenter.
BMKG mengklasifikasikan intensitas gempa di wilayah ini pada skala II–III MMI (Modified Mercalli Intensity).
Skala ini menunjukkan bahwa getaran dirasakan nyata di dalam rumah, dan dalam beberapa kasus terasa seolah-olah ada truk besar yang melintas di dekat bangunan.
Meski demikian, hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan kerusakan atau korban yang diakibatkan oleh gempa tersebut.
Warga diimbau untuk tetap tenang namun waspada. BMKG memastikan bahwa hingga pukul 18.50 WIB, tidak terdeteksi adanya gempa susulan (aftershock).
Monitoring aktivitas seismik terus dilakukan secara intensif.
“Situasi saat ini masih terkendali. Namun kami tetap meminta masyarakat, khususnya di sekitar Bawean dan pesisir utara Jatim, untuk tidak terpancing isu menyesatkan terkait potensi gempa besar atau tsunami,” tegas BMKG dalam pernyataan resminya.
BMKG juga kembali menekankan pentingnya akses informasi melalui kanal resmi, termasuk aplikasi BMKG, website, atau akun media sosial resmi.
Masyarakat diminta tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, terutama yang berkaitan dengan potensi bencana lanjutan.
Gempa bumi bermagnitudo 4,5 yang mengguncang wilayah laut timur laut Tuban ini menjadi pengingat bahwa wilayah pesisir utara Jatim masih aktif secara seismik.
Meskipun dampaknya tergolong ringan, penting bagi masyarakat untuk memahami cara menghadapi gempa dengan tepat. (*)
Editor : Amin Fauzie