Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

BPOM-BGN Turun Tangan Soal Menu MBG Berbelatung di Tuban, Bakal Evaluasi dan Terjunkan Tim Investigasi

Amin Fauzie • Jumat, 18 Juli 2025 | 19:55 WIB
Setelah adanya insiden temuan belatung dalam kotak menu MBG, SPPG Putra Jaya Kitchen masih tampak masih beroperasi, tapi tertutup dari awak media.
Setelah adanya insiden temuan belatung dalam kotak menu MBG, SPPG Putra Jaya Kitchen masih tampak masih beroperasi, tapi tertutup dari awak media.

RADARBONANG.ID - Pasca insiden temuan menu MBG berbelatung pada hari pertama pelaksanaan, Senin (14/7) di SMKN Tambakboyo Tuban yang memicu keresahan direspons oleh Badan Gizi Nasional (BGN) dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI).

Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Dadan Hindayana, membenarkan adanya insiden tersebut.

Dia menjelaskan bahwa pihaknya akan melakukan pembinaan dan perbaikan menyeluruh untuk mencegah hal serupa terjadi kembali.

“Setiap SPPG pastinya ada bimbingan teknis dan pelatihan berkelanjutan,” ungkap Dadan sebagaimana dikutip dari Bloomberg, Jumat (18/07).

Menurut Dadan, satuan pelayanan pemenuhan gizi (SPPG) di Tuban baru mulai beroperasi pada 14 Juli 2025.

Sayangnya, di hari pertama operasional justru muncul laporan mengejutkan—sebanyak 4 dari sekitar 3.400 food tray ditemukan mengandung ulat atau belatung.

Meski begitu, Dadan memastikan evaluasi langsung dilakukan keesokan harinya.

Hasilnya, tidak ditemukan lagi tanda-tanda kontaminasi serupa di hari-hari berikutnya.

“SPPG mulai operasional 14 Juli 2025. Tepat memulai di Senin didapatkan laporan ada 4 tray dari 3.400-an tray yang ada ulatmya. Selasa dan Rabu sudah tidak ada laporan,” terang Dadan.

Sebagai bentuk evaluasi, BGN telah mengeluarkan edaran khusus kepada seluruh satuan pelayanan gizi.

Dua poin penting ditekankan: Pertama, seluruh makanan yang masuk ke dalam food tray harus diolah ulang atau minimal dicelup dengan air panas.

Kedua, menu yang disajikan harus minim risiko agar tak menimbulkan masalah baru.

“Kedua, membuat menu yang tidak beresiko agar tak menimbulkan masalah,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM RI), Taruna Ikrar, juga angkat bicara.

Dia menegaskan bahwa BPOM akan segera menerjunkan tim investigasi ke lokasi kejadian di Tuban.

“Kami sudah dapat laporan, tentu tim kami akan turun ke lokasi tersebut. Intinya untuk memastikan tidak terjadi lagi di lain berikut,” kata Taruna, Kamis (17/07).

Dia juga mengingatkan pentingnya kewaspadaan agar makanan yang telah terkontaminasi tidak sampai dikonsumsi siswa.

“Di tempat kejadian itu jangan sampai dimakan oleh anak kita, anak sekolah ini, supaya mencegah terjadinya kejadian keracunan,” pungkasnya. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Menu MBG Berbelatung #BGN #bpom ri #tuban