RADARBONANG.ID – Jakarta kembali mencetak rekor fantastis di sektor properti. Kawasan Sudirman Central Business District (SCBD) kini dinobatkan sebagai zona termahal di Indonesia, dengan harga tanah yang menyentuh Rp 300 juta per meter persegi.
Angka ini membuat satu meter tanah di SCBD setara dengan satu unit mobil!
Menurut laporan Leads Property, lonjakan harga tersebut terjadi karena ketersediaan lahan yang sangat terbatas serta permintaan yang luar biasa tinggi, terutama dari kalangan investor papan atas yang mengincar lokasi strategis di jantung ibu kota.
Kawasan SCBD memang dikenal sebagai pusat bisnis dan keuangan elit.
Kehadiran gedung pencakar langit, markas perusahaan multinasional, hingga restoran dan hotel bintang lima menjadikan kawasan ini sebagai magnet utama investasi properti.
“Investor tidak lagi mencari lokasi luas, mereka mencari lokasi strategis. SCBD menjadi pilihan utama, dan ini membuat harganya makin tak terbendung,” ujar analis Leads Property, dikutip dari CNBC Indonesia.
Perbandingan Harga Tanah di Kawasan Premium Jakarta (2025)
| Kawasan | Harga Tanah/m² (Estimasi) |
| SCBD | Rp 200–300 juta |
| Menteng | Rp 70–100 juta |
| Pondok Indah | Rp 40–60 juta |
| Kemang | Rp 25–35 juta |
| Kuningan | Rp 30–50 juta |
Kenapa Harga SCBD Melejit?
- Lokasi super strategis, dekat pusat pemerintahan & bisnis
- Supply lahan hampir habis — properti baru hanya lewat akuisisi
- Reputasi global: SCBD dianggap setara dengan kawasan elit di Singapura dan Hong Kong
- Tren kantor premium & mixed-used development
Efek Domino: Harga Properti Lain Ikut Terkerek
Fenomena ini juga mulai menular ke kawasan sekitarnya seperti Kuningan, Gatot Subroto, dan Thamrin, di mana harga tanah perlahan ikut naik.
Para pengembang besar pun mulai melirik area penyangga SCBD sebagai “next golden zone” Jakarta.
SCBD tak hanya jadi kawasan bergengsi, tapi juga simbol kemewahan baru di dunia properti ibu kota.
Dengan harga tanah setara mobil per meter, kawasan ini jadi bukti nyata betapa langkanya ruang dan mahalnya posisi strategis di tengah kota. (*)
Editor : Amin Fauzie