RADARBONANG.ID – Bitcoin kembali mencetak sejarah. Dalam 24 jam terakhir, aset kripto nomor satu di dunia ini melesat hingga 6,26%, menembus harga tertinggi baru (ATH) di level US$118.202, atau setara Rp1,91 miliar per koin (Jumat, 11 Juli 2025, siang).
Lonjakan tajam ini memicu gelombang optimisme baru di pasar kripto.
Harga spot Bitcoin kini berada dalam jarak sangat dekat dengan posisi call options pada level US$115.000 hingga US$120.000, menandakan tekanan beli yang kuat dari para investor spekulatif dan institusional.
Ya, sentimen positif terus berhembus di industri kripto.
Bernstein Research memprediksi Bitcoin akan menguat hingga US$200.000 per koin, sementara Standard Chartered bahkan lebih agresif dengan target US$500.000 selama masa jabatan kedua Presiden AS Donald Trump.
Geoffrey Kendrick, Kepala Riset Aset Digital Standard Chartered, menilai prediksi itu realistis karena adanya akses investor yang lebih luas ke Bitcoin, terutama dengan arah kebijakan pemerintahan Trump yang cenderung lebih pro-kripto.
Selain itu, penurunan volatilitas akibat matangnya infrastruktur pasar juga menjadi faktor kunci.
Pernyataan Trump yang baru-baru ini dianggap positif terhadap kripto juga memperkuat laju Bitcoin.
Pasar menyambutnya dengan agresif, didukung pula oleh meningkatnya jumlah perusahaan treasury kripto yang berupaya memasukkan Bitcoin dalam neraca keuangan mereka.
Mereka bahkan mulai menerbitkan saham atau surat utang sebagai proksi Bitcoin di bursa saham.
Data dari Coinglass menyebutkan bahwa ketika BTC menembus US$116.000, terjadi likuidasi posisi short senilai US$543 juta hanya dalam satu jam, dan mencapai US$762 juta dalam 12 jam terakhir.
Ini menunjukkan bahwa banyak investor yang bertaruh pada penurunan harga kini terpaksa menutup posisinya—yang justru mempercepat kenaikan harga.
Peningkatan harga ini dianggap sebagai bentuk validasi terhadap para bullish investor, terutama setelah pemilu AS yang kembali mengantarkan Trump ke Gedung Putih.
Investor menilai bahwa era Trump kedua akan membawa regulasi yang lebih longgar dan ramah kripto.
Year to Date: Naik 26%, Setahun Naik 104%
Sejak awal 2025, Bitcoin sudah mencatat kenaikan 26,32%, melonjak dari level awal tahun yang hanya di sekitar US$93.000-an.
Bila ditarik ke belakang setahun, Bitcoin telah melonjak lebih dari 104% dari posisi US$57.602 pada Juli 2024.
Reli ini bukan sekadar lonjakan sesaat, tetapi didorong oleh kombinasi faktor: ekspektasi kebijakan regulasi yang lebih akomodatif, masuknya institusi besar ke pasar kripto, dan meningkatnya adopsi aset digital sebagai bagian dari strategi keuangan korporasi.
Dengan segala katalis positif yang ada—mulai dari tren global, kebijakan pemerintah, hingga transformasi pasar modal—mimpi Bitcoin menyentuh US$200.000 bahkan US$500.000 kian terasa realistis.
Di tengah ketidakpastian ekonomi global, Bitcoin justru tampil sebagai simbol kestabilan baru dalam dunia aset digital. (*)
Editor : Amin Fauzie