Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Tegas di Forum Dunia! Prabowo: Indonesia Tak Butuh Bantuan, Tapi Kolaborasi untuk Kemakmuran

Tulus Widodo • Sabtu, 21 Juni 2025 | 19:29 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto berdampingan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, selaku tuan rumah, menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025, Rusia, Jumat (21/6).
Presiden RI Prabowo Subianto berdampingan dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, selaku tuan rumah, menghadiri Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025, Rusia, Jumat (21/6).

Pidato Prabowo di Rusia Gemparkan Forum SPIEF 2025, Buka Fakta Dana US$ 1 Triliun hingga Misi Swasembada Nasional

RADARBONANG.ID – Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto tampil garang namun elegan saat menyampaikan pidato perdananya di panggung Forum Ekonomi Internasional St. Petersburg (SPIEF) 2025.

Dengan penuh percaya diri, Prabowo menegaskan bahwa Indonesia bukan negara pencari bantuan, melainkan negara besar yang mengedepankan kolaborasi sejati demi kemakmuran bersama.

“Kami membentuk dana kekayaan negara Danantara dengan aset sebesar US$ 1 triliun. Tahun ini, anggaran investasinya mencapai US$ 18 miliar. Kami terbuka untuk strategi kerja sama—bukan meminta bantuan, tapi mencari kolaborasi sejati,” tegas Prabowo, Jumat (20/6).

Di hadapan para pemimpin dunia, ekonom terkemuka, dan pelaku bisnis lintas benua, Prabowo mengenalkan Indonesia sebagai kekuatan baru dunia dengan jumlah penduduk keempat terbanyak dan sumber daya alam melimpah.

Namun, Prabowo menekankan bahwa pembangunan sejati tak bisa lepas dari intervensi negara yang bersih dan berpihak pada rakyat.

“Tugas utama pemerintah adalah melindungi rakyat dari kelaparan, kemiskinan, dan penderitaan,” ujar Prabowo.

Empat prioritas utama disampaikan lugas:

1. Swasembada pangan,

2. Swasembada energi,

3. Pendidikan berkualitas, dan

4. Percepatan industrialisasi.

Langkah ini, kata Prabowo, bukan hanya demi masa depan Indonesia, tapi juga demi berkontribusi secara positif pada perekonomian dunia yang lebih adil.

Dalam pidatonya, Prabowo juga mengulang prinsip dasar diplomasi Indonesia yang damai dan terbuka terhadap semua negara.

“Seribu teman masih kurang, satu musuh sudah terlalu banyak,” ucapnya.

Prabowo menegaskan bahwa Indonesia tetap teguh sebagai negara non-blok, tak berpihak pada kekuatan mana pun, melainkan menjunjung kerja sama yang berlandaskan keadilan dan saling menghormati.

Menariknya, Prabowo juga memberi penghargaan kepada Presiden Vladimir Putin atas undangan ke SPIEF dan menilai bahwa negara-negara Global South seperti Indonesia sangat menghargai Rusia dan Tiongkok.

“Keduanya tidak pernah memakai standar ganda. Mereka konsisten membela keadilan semua bangsa,” ujar Prabowo, mengundang sorotan media asing. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Prabowo Subianto #pidato #presiden republik indonesia