Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pihak SMPN 1 Tuban Masih Bungkam Soal Pengembalian Dana ODL, Disdik Tegaskan Tak Ikut Campur

M. Mahfudz Muntaha • Kamis, 19 Juni 2025 | 11:35 WIB
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Abdul Rakhmat.
Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Tuban Abdul Rakhmat.

RADARBONANG.ID – Polemik pengembalian dana Outdoor Learning (ODL) yang batal dilaksanakan oleh SMPN 1 Tuban hingga kini belum juga menemui titik terang.

Sejumlah wali murid kelas VIII masih mempertanyakan potongan sebesar Rp148 ribu per siswa dari dana program study tour yang dibatalkan.

Sayangnya, pihak sekolah hingga Rabu (18/6) masih bungkam tanpa memberikan klarifikasi.

Salah satu wali murid menyatakan kekecewaannya terhadap sikap pasif pihak sekolah yang belum menjelaskan secara terbuka mengenai potongan pengembalian dana ODL tersebut.

Padahal, total dana potongan yang dipermasalahkan diperkirakan mencapai Rp25 juta.

‘’Kami sebagai orang tua hanya butuh transparansi. Jika penggunaannya jelas, atau misal memang sudah digunakan untuk DP kendaraan, hotel, dan katering, maka tinggal tunjukkan buktinya saja. Apa sih susahnya, sehingga semua menjadi jelas—tidak ada kecurigaan,’’ ujar AM, salah satu wali murid kepada Jawa Pos Radar Bonang.

Menanggapi persoalan ini, Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Tuban, Abdul Rakhmat, menegaskan bahwa pihaknya tidak ikut campur dalam masalah pengembalian dana ODL yang terjadi di lingkungan SMPN 1 Tuban.

‘’Karena kegiatan itu dari internal lembaga, sehingga disdik tidak terlibat,’’ katanya kepada wartawan koran ini.

Dia menambahkan bahwa sejak awal, pihak dinas tidak tahu menahu terkait rencana study tour SMPN 1  tersebut, apalagi soal mekanisme pengembalian dana dari program yang tidak jadi dilaksanakan.

‘’Semua diputuskan sendiri oleh sekolah,’’ ujarnya.

Namun demikian, Rakhmat mengimbau agar pihak sekolah segera menyelesaikan masalah ini dengan cara membangun komunikasi terbuka dengan wali murid.

Menurutnya, persoalan ini akan selesai jika pihak sekolah menyampaikan rincian penggunaan dana yang dipotong secara transparan.

Dalam hal ini, disdik hanya meminta kepada SMPN 1 Tuban untuk segera menyelesaikan masalahnya.

Caranya, membangun komunikasi yang baik dengan orang tua/wali murid.

Sebab, yang diinginkan orang tua siswa hanya soal transparansi—kejelasan penggunaan dana potongan biaya study tour yang dilakukan pihak sekolah.

‘’Bisa dijelaskan dengan baik kepada orang tua siswa,’’ pintanya.

Rakhmat menambahkan, masalah di SMPN 1 Tuban ini sebenarnya sederhana. Namun, menjadi tidak sederhana karena kurangnya komunikasi antara pihak sekolah dengan orang tua siswa.

Sederhananya, jika keinginan orang tua siswa dipenuhi, yakni melampirkan rincian penggunaan uang yang dipotong, maka semua akan klir.

‘’Di SMPN 1 Tuban itu kan banyak orang tua dengan berbagai latar belakang, jadi harus dijelaskan dengan baik,’’ tandasnya. (*)

Sumirah (kiri) didampingi anaknya, Sri Panuntun, saat ditemui di rumahnya,  Dusun Pugeran, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, kemarin (18/6).
Sumirah (kiri) didampingi anaknya, Sri Panuntun, saat ditemui di rumahnya, Dusun Pugeran, Kalurahan Maguwoharjo, Kapanewon Depok, Sleman, kemarin (18/6).
Editor : Amin Fauzie
#potongan #study tour #Outdoor Learning #SMPN 1 Tuban #disdik #pengembalian dana #wal murid kelas VIII #Abdul Rakhmat #ODL