Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Persatu Tuban Terancam Dibekukan! Tak Ikut Liga 4 Lagi, Bisa Dikeluarkan dari PSSI

Andreyan (An) • Rabu, 18 Juni 2025 | 20:10 WIB
Suporter Persatu Tuban.
Suporter Persatu Tuban.

RADARBONANG.ID – Kabar mengejutkan kembali datang dari dunia sepak bola Tuban.

Klub kebanggaan masyarakat Bumi Wali, Persatu Tuban, kini berada di ujung tanduk.

Jika kembali absen dalam kompetisi Liga 4 musim 2025/2026, klub berjuluk Laskar Ronggolawe itu bukan hanya kehilangan peluang bertanding, tapi terancam dibekukan dan dikeluarkan dari keanggotaan Asprov PSSI Jawa Timur!

Kondisi tersebut sesuai dengan Statuta PSSI Pasal 18 Ayat 4, yang menyebutkan bahwa klub anggota PSSI yang tidak mengikuti kompetisi resmi selama dua musim berturut-turut akan kehilangan hak suara dalam Kongres PSSI.

Lebih lanjut, dalam Pasal 19 Ayat 1B, PSSI bahkan bisa mencabut keanggotaan klub jika dianggap melakukan pelanggaran serius terhadap regulasi organisasi.

Masalahnya, sejak tampil di Liga 3 tahun 2023/2024, Persatu tidak lagi terlihat di lapangan hijau.

Dan hingga pertengahan Juni 2025 ini, belum ada tanda-tanda manajemen melakukan persiapan menuju Liga 4 yang dijadwalkan kick-off pada September.

Ketika dimintai keterangan, Fahmi Fikroni, salah satu pengurus sekaligus pemegang saham Persatu Tuban, memilih tidak memberikan komentar sama sekali.

Kebisuan manajemen ini memicu keprihatinan dari Ketua Askab PSSI Tuban, Budi Sulistiyono.

Ia secara terbuka menyayangkan jika Persatu kembali melewatkan musim kompetisi tahun ini.

“Kalau sampai absen lagi dan terkena sanksi, bangkitnya bakal lebih sulit. Kami semua tentu tidak ingin Persatu hilang dari peta sepak bola nasional,” ujar Budi.

Menurut Budi, belum ada komunikasi resmi antara Askab PSSI dan manajemen Persatu hingga saat ini.

Ia berharap, jika klub ini benar-benar ikut Liga 4, maka partisipasinya bukan sekadar formalitas atau akal-akalan demi menghindari hukuman.

“Kalau hanya ikut demi menggugurkan kewajiban, lebih baik tidak usah. Yang dibutuhkan saat ini adalah komitmen kuat untuk membangun tim yang kompetitif,” tegasnya.

Terancam Jadi Sejarah

Absennya Persatu dalam dua musim berturut-turut bukan hanya membuat kecewa pendukung fanatiknya, tapi juga bisa membunuh masa depan klub secara perlahan.

Pembekuan dan pencabutan keanggotaan akan membuat klub ini kehilangan akses ke kompetisi resmi, sponsor, hingga hak suara di Kongres PSSI.

Jika itu terjadi, bukan tak mungkin nama besar Persatu Tuban hanya tinggal cerita. (*)

Editor : Amin Fauzie
#sepak bola #liga 4 #asprov pssi jawa timur #absen #Persatu Tuban #ASKAB #klub anggota PSSI