Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Prabowo Pastikan Proyek Tanggul Laut Raksasa Dimulai: Bukan Lagi Wacana, Tapi Aksi Nyata!

Tulus Widodo • Jumat, 13 Juni 2025 | 16:25 WIB
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai menghadiri International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (12/6).
Presiden RI Prabowo Subianto memberikan keterangan pers usai menghadiri International Conference on Infrastructure (ICI) 2025 di JCC Senayan, Jakarta, Kamis (12/6).

RADARBONANG.ID – Setelah hampir tiga dekade hanya menjadi rencana di atas kertas, proyek Tanggul Laut Raksasa (Giant Sea Wall) di Pantai Utara Jawa resmi akan dimulai.

Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan bahwa pembangunan infrastruktur strategis tersebut tak lagi sebatas wacana, tapi segera dieksekusi sebagai prioritas nasional.

Dalam sambutannya saat menutup Konferensi Internasional Infrastruktur di Jakarta Convention Center (JCC), Rabu (12/6), Prabowo menyebut proyek ini sebagai langkah monumental untuk menyelamatkan kawasan pesisir utara Jawa dari ancaman banjir rob dan krisis lingkungan akibat perubahan iklim.

“Ini proyek yang sudah direncanakan sejak tahun 1995, tapi belum juga jalan. Sekarang sudah cukup. Tidak perlu lagi banyak bicara, kita akan kerjakan segera,” tegas Prabowo.

Wilayah pesisir utara Jawa seperti Jakarta, Semarang, Pekalongan, hingga Gresik, selama ini kerap dilanda banjir rob, abrasi, dan penurunan muka tanah.

Tanggul laut raksasa ini diharapkan menjadi solusi permanen yang mampu melindungi kawasan pemukiman, pelabuhan, sentra industri, hingga jalur logistik nasional.

“Ini menyangkut hajat hidup jutaan rakyat. Kalau tidak dimulai sekarang, kita akan kehilangan lebih banyak wilayah dan produktivitas,” ujar Prabowo.

Proyek tersebut dirancang membentang sekitar 500 kilometer dari Banten hingga Gresik, dengan estimasi biaya mencapai USD 80 miliar dan waktu pengerjaan hingga 20 tahun.

Agar proyek berjalan cepat dan terkoordinasi, Prabowo juga menyampaikan rencananya untuk membentuk badan otorita khusus.

Tim teknis dan diplomatik juga akan segera dikirim ke sejumlah negara untuk menjajaki potensi kerja sama internasional.

“Kita terbuka untuk kolaborasi dengan Jepang, Korea, Tiongkok, Eropa, atau Timur Tengah. Tapi kita tidak akan menunggu. Kita akan mulai dengan kekuatan sendiri,” kata Prabowo.

Prioritas Mulai dari Wilayah Paling Kritis

Tahap awal pembangunan akan difokuskan di wilayah paling terdampak seperti Jakarta dan Semarang.

Dua kota ini disebut sebagai titik krusial karena telah mengalami banjir rob yang mengganggu aktivitas masyarakat dan ekonomi lokal.

“DKI Jakarta, Semarang, Pekalongan, dan Brebes airnya sudah mengancam rakyat kita. Ini tidak bisa ditunda-tunda lagi,” jelasnya.

Meski membutuhkan waktu panjang, Prabowo menekankan bahwa langkah awal sangat penting. Ia bahkan mengutip pepatah kuno, “Perjalanan seribu kilometer dimulai dengan satu langkah.”

“Saya tidak tahu siapa presiden yang akan menyelesaikan proyek ini. Tapi kita yang akan memulainya, dan itu sudah pasti,” tandasnya. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Infrastruktur Nasional #Prabowo Subianto #pantura #tanggul laut #giant sea wall #banjir rob