Budaya Daerah Kalam Kesehatan Kuliner Lifestyle Nasional Pendidikan Religi Ruang Kata Sejarah Seni Sport Techno Wisata

Pepeng Buka Paksa Gerbang Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban Setelah 3 Hari Disegel

Dwi Setiyawan • Rabu, 11 Juni 2025 | 20:54 WIB
LANGKAH TEGAS: Gerbang Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban yang digembok akibat konflik internal akhirnya dibuka paksa oleh tokoh Tionghoa Tuban, Pepeng Putra Wirawan.
LANGKAH TEGAS: Gerbang Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban yang digembok akibat konflik internal akhirnya dibuka paksa oleh tokoh Tionghoa Tuban, Pepeng Putra Wirawan.

RADARBONANG.ID – Setelah ditutup selama tiga hari akibat konflik internal, Kelenteng Kwan Sing Bio Tuban akhirnya kembali dibuka pada Rabu (11/6).

Pembukaan itu dilakukan secara paksa oleh Pepeng Putra Wirawan, tokoh Tionghoa sekaligus Ketua PSMTI (Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia) Jawa Timur.

Kedatangan Pepeng ke kelenteng yang berlokasi di Jalan RE Martadinata No.1, Tuban, dilakukan sekitar pukul 09.35 WIB.

Saat tiba, dua gerbang utama kelenteng masih tergembok rapat seperti kondisi sebelumnya sejak ditutup pada Senin (9/6) sore.

Mengantisipasi hal itu, Pepeng datang bersama empat pekerja yang membawa alat potong besi.

Di hadapan dua petugas keamanan, dia menghubungi salah satu pengelola kelenteng dari Surabaya, Paulus Willy Afandy, melalui telepon yang disiarkan dengan pengeras suara.

Dari seberang, Paulus mengizinkan Pepeng untuk membuka paksa gerbang.

Pepeng awalnya berharap gerbang dibuka secara damai tanpa perusakan.

Namun karena kunci tidak diberikan dan panggilan kepada salah satu pengelola bernama Tjing Hai alias Soejanto tidak mendapat respons, dia memutuskan mengambil tindakan langsung.

Pekerjanya memotong gembok gerbang barat terlebih dahulu, dilanjutkan dengan gerbang utama.

Ketika hendak memasuki altar utama, Pepeng kembali mendapati pintu dalam keadaan tergembok. Dengan tindakan serupa, gembok itu pun dipotong.

“Setiap membuka gerbang, saya pastikan saya yang pertama kali membuka pintu dan memberi tepuk tangan. Ini simbol bahwa tempat ibadah ini akhirnya terbebas dari belenggu konflik,” ujar Pepeng usai membuka gerbang.

Sebagai pemilik Fave Hotel Tuban dan putra mendiang Lubian Jaya Wirawan (Ketua Umum TITD Kwan Sing Bio era 1990-an), Pepeng menyampaikan bahwa kelenteng adalah milik umat, bukan milik individu atau kelompok tertentu.

“Saya umumkan kepada umat di seluruh Indonesia, mulai hari ini Kelenteng Kwan Sing Bio resmi dibuka. Silakan umat beribadah, tapi mereka yang terlibat konflik dilarang masuk. Saya bertanggung jawab,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan pentingnya menghormati lilin persembahan umat sebagai simbol spiritual.

“Lilin adalah benda sakral, sebagai bentuk kepercayaan kepada Kongco. Ini bagian dari hoki dan kebahagiaan umat,” lanjutnya.

Konflik Internal dan Larangan untuk Kubu Tertentu

Saat ditanya soal alasan penutupan kelenteng, Pepeng menyebut bahwa pihak pengelola melakukan penggembokan menyusul keributan pada Minggu (8/6), ketika kelompok Tjong Ping bersama pengurus penilik terpilih dan sejumlah umat berupaya melakukan puak pwee (ritual pelaporan ke leluhur) pasca pemilihan.

“Pengelola takut Tjong Ping dan kelompoknya kembali masuk ke kelenteng, jadi mereka gembok total,” kata Pepeng yang juga dikenal dengan nama Tionghoa Oei Khay Sian.

Agar konflik tidak berkepanjangan, Pepeng membuat surat pernyataan bahwa kelenteng harus dibuka selama satu bulan penuh.

Dalam surat tersebut, ia menegaskan kubu Tjong Ping tidak diperbolehkan masuk hingga ada kesepakatan damai.

“Sebagai pengusaha asli Tuban, saya tahu kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kalau menunggu damai, bisa lama. Karena itu saya buka sendiri. Demi umat,” pungkas taipan berusia 65 tahun itu. (*)

Editor : Amin Fauzie
#Pepeng Putra Wirawan #Puak Pwee #konflik internal #psmti #kelenteng #berita tuban #tempat ibadah #Kwan Sing Bio #Tionghoa Indonesia #tuban