RADARBONANG.ID - Sebuah video TikTok yang menampilkan galon air mineral berbahan PET tampak penyok saat dipasang di dispenser mendadak viral.
Lewat akun @komenwarga62, warganet mempertanyakan apakah kualitas air tetap terjaga bila kemasannya berubah bentuk.
Konten ini ternyata hasil modifikasi dari video serupa yang lebih dulu beredar—dan sudah menuai komentar bahwa “galon penyok” sebenarnya lazim terjadi.
Di kolom komentar, sebagian pengguna malah menyindir pembuat video karena dianggap kurang memahami karakteristik bahan kemasan pangan.
Mereka menilai isu galon penyok tak ubahnya polemik Bisphenol A (BPA) pada galon polikarbonat: digoreng demi persaingan bisnis.
Lantas, apakah air dalam galon penyok aman dikonsumsi?
Mengutip keterangan ahli teknologi pangan Universitas Trilogi, Hermawan Seftino, perubahan bentuk itu murni faktor fisika.
Saat volume air berkurang, ruang kosong di dalam galon bertambah. Ketika air mengalir keluar, gaya gravitasi memperbesar selisih tekanan—udara luar menekan dinding galon lebih kuat daripada udara di dalam, jadilah galon tampak penyok.
“Bahan polyethylene terephthalate (PET) memang tidak sekuat polikarbonat, jadi mudah tertarik ke dalam. Tapi itu wajar dan sama sekali tidak memengaruhi kualitas air,” ujar Hermawan sebagaimana dikutip dari Antara, Senin (19/5).
Ia menegaskan, galon PET yang berubah bentuk tidak akan melepas zat kimia apa pun ke air.
Hermawan menambahkan, botol PET ukuran satu liter pun akan terlihat penyok bila ditekan sementara isinya berkurang; sebaliknya, wadah tetap kokoh saat penuh.
“Masyarakat tidak perlu cemas, meski sisi penyok memang mengurangi estetika,” tandas Dosen yang juga Ketua Program Studi Ilmu Teknologi Pangan Universitas Trilogi itu.
Kesimpulannya, galon PET yang mengempis karena tekanan bukan tanda air tercemar. Keamanan tetap terjaga—hanya tampilannya yang kurang sedap dipandang. (*)
Editor : Amin Fauzie