RADARBONANG.ID - Nama Satria Arta Kumbara mendadak jadi sorotan publik setelah video dirinya yang mengenakan seragam militer Rusia viral di media sosial.
Seorang pria bernama Satria Arta Kumbara, yang sebelumnya merupakan anggota Marinir TNI Angkatan Laut (AL), menjadi sorotan setelah mengaku bergabung dengan operasi militer Rusia.
Melalui unggahan di media sosial TikTok oleh akun @zstorm689, Satria terlihat mengenakan seragam militer Rusia dan sebelumnya berseragam TNI AL lengkap dengan baret ungu khas Marinir.
Bukan hanya itu, pria tersebut juga sempat tampil dalam video dengan seragam lengkap TNI AL dan baret ungu khas Marinir Indonesia.
Tapi siapa sebenarnya Satria, dan kenapa dia bisa muncul di medan perang Rusia?
TNI Angkatan Laut akhirnya angkat bicara. Melalui Kepala Dinas Penerangan TNI AL, Laksamana Pertama TNI I Made Wira Hady, terungkap bahwa Satria ternyata sudah tidak lagi menjadi bagian dari TNI AL.
Eks Marinir ini dipecat secara resmi karena desersi, yaitu meninggalkan tugas tanpa izin.
Putusan pemecatan itu bukan sekadar administratif. Pengadilan Militer II-8 Jakarta menjatuhkan vonis satu tahun penjara dan pemecatan in absentia kepada Satria pada 17 April 2023.
Sejak 13 Juni 2022, Satria dinyatakan desersi dari satuannya di Inspektorat Korps Marinir (Itkomar).
Belum jelas bagaimana Satria bisa bergabung dengan militer Rusia. Namun dalam video yang viral, ia mengaku ikut terlibat dalam operasi militer di Ukraina.
Hal ini memicu pertanyaan besar: apakah ia bergabung secara resmi, atau hanya relawan asing?
Pihak TNI AL menegaskan bahwa keputusan Satria murni tindakan pribadi dan tak ada kaitan dengan institusi militer Indonesia.
Tindakan itu dinilai melanggar aturan dan tak mencerminkan nilai-nilai prajurit TNI.
Kemunculan kasus ini membuka diskusi baru mengenai keterlibatan warga negara Indonesia dalam konflik militer luar negeri.
Meski secara hukum internasional seorang warga sipil bisa saja bergabung sebagai foreign fighter, status eks prajurit dengan rekam jejak desersi menimbulkan dimensi lain.
Hingga berita ini ditulis, belum ada pernyataan dari Kementerian Luar Negeri RI, namun keterlibatan WNI dalam konflik Rusia-Ukraina bisa berdampak pada hubungan diplomatik dan menjadi perhatian komunitas internasional, terutama jika keterlibatan tersebut menimbulkan kontroversi lebih lanjut. (*)
Editor : Amin Fauzie