RADARBONANG.ID – Sebagaian calon jemaah haji (CJH) asal Tuban mengaku cemas.
Itu menyusul kabar kenaikan biaya perjalanan ibadah haji (bipih) 2025 yang mencapai Rp 93,4 juta dengan proposisi 70 persen ditanggung jemaah dan 30 persen disubsidi pemerintah.
Praktis, jika kebijakan tersebut diterapkan, maka total bipih yang ditanggung jemaah sekitar Rp 65 juta, atau sebesar Rp 40 juta setelah dikurangi setoran awal Rp 25 juta.
Khadijah, salah CJH dari Kecamatan Merakurak mengaku cemas dengan kabar pengurangan subsidi dari sebelumnya 60:40 menjadi 70:30 tersebut. Sementara sampai saat ini belum ada kabar pasti terkait wacana tersebut.
‘’Masih desas-desus, ada yang bilang naik, ada yang bilang turun,’’ ujarnya.
Menurutnya, kepastian terkait bipih itu sangat penting agar jemaah bisa menghitung kebutuhan pelunasan dan uang saku saat menjalankan ibadah haji nanti.
‘’Kalau masih seperti ini belum bisa menghitung angka pastinya,’’ katanya.
Kegelisahaan Khadijah itu cukup beralasan lantara jadwal pelunasan bipih semakin dekat, yakni sekitar pertengahan Januari nanti.
Plt Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kemenag Tuban Anshori membenarkan bahwa sejauh ini belum ada kepastian terkait bipih yang harus dibayar jemaah.
Karena itu, pihaknya belum bisa memastikan berapa totalnya.
‘’Kami masih belum mendapat informasi dari Kemenag provinsi maupun pusat,’’ bebernya. (fud/tok)