RADARBONANG.ID – Mainan squishy menjadi salah satu produk yang menarik perhatian anak-anak karena bentuknya lucu, teksturnya lembut, dan bisa kembali ke bentuk semula setelah diremas.
Mulai dari bentuk hewan, makanan, karakter kartun, hingga benda sehari-hari, mainan ini hadir dalam berbagai variasi yang menggemaskan.
Namun, di balik tampilannya yang menarik, keamanan bahan pembuat squishy mulai menjadi perhatian.
Pasalnya, sejumlah produk berbahan busa, plastik, dan material sintetis berpotensi mengandung zat kimia tertentu yang perlu diwaspadai.
Beberapa bahan kimia yang digunakan dalam proses produksi memang diketahui dapat menimbulkan dampak kesehatan apabila paparan terjadi dalam jumlah tertentu atau melebihi batas aman.
Bahkan, sejumlah zat memiliki sifat karsinogenik yang berpotensi meningkatkan risiko kanker.
Meski demikian, bukan berarti seluruh mainan squishy mengandung bahan pemicu kanker.
Risiko tersebut bergantung pada jenis bahan, kandungan zat kimia, kadar paparan, serta keamanan proses produksinya.
Kondisi ini membuat orang tua perlu lebih selektif sebelum membelikan mainan squishy untuk anak.
Baca Juga: Adab Dulu Baru Ilmu, Mengapa Akhlak Menjadi Fondasi Penting dalam Pendidikan?
Terlebih, anak-anak sering memegang, meremas, bahkan terkadang menggigit atau memasukkan mainan ke dalam mulut.
Mengenal Bahan Kimia yang Perlu Diwaspadai
Squishy umumnya dibuat menggunakan bahan busa atau material sintetis yang memiliki karakteristik lentur dan elastis. Dalam proses produksi, sejumlah bahan tambahan dapat digunakan untuk membentuk tekstur, warna, aroma, maupun karakteristik produk.
Pada produk yang tidak memenuhi standar keamanan, terdapat kemungkinan paparan zat kimia yang tidak diinginkan.
Beberapa bahan kimia tertentu, seperti ftalat dan senyawa organik volatil (VOC), perlu diperhatikan sesuai jenis material dan penggunaannya.
Ftalat merupakan kelompok bahan kimia yang dapat digunakan sebagai pelunak pada jenis plastik tertentu.
Beberapa jenis ftalat diketahui memiliki potensi mengganggu sistem hormon apabila terjadi paparan yang cukup tinggi.
Sementara itu, VOC merupakan kelompok senyawa organik yang mudah menguap ke udara.
Paparan terhadap senyawa tertentu dalam kelompok ini dapat menyebabkan iritasi atau gangguan kesehatan, bergantung pada jenis zat dan tingkat paparannya.
Namun, keberadaan bahan kimia tersebut tidak bisa langsung diasumsikan ada pada setiap produk squishy.
Untuk memastikan kandungan suatu mainan, diperlukan pengujian laboratorium terhadap produk yang bersangkutan.
Mengapa Anak-Anak Perlu Lebih Dilindungi?
Anak-anak termasuk kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus dalam penggunaan produk berbahan kimia.
Kebiasaan meremas, memegang, dan mendekatkan mainan ke wajah membuat mereka berpotensi mengalami paparan melalui kontak kulit maupun saluran pernapasan.
Risiko juga perlu diperhatikan apabila anak memiliki kebiasaan menggigit atau memasukkan mainan ke dalam mulut.
Dalam kondisi tersebut, bahan yang terkandung pada permukaan mainan berpotensi tertelan.
Selain faktor bahan, kualitas produksi dan kondisi mainan juga perlu diperhatikan.
Produk yang mudah rusak, mengeluarkan bau menyengat, atau mengalami perubahan tekstur sebaiknya tidak lagi diberikan kepada anak.
Meski bau kimia bukan bukti pasti adanya zat berbahaya, kondisi tersebut dapat menjadi alasan bagi orang tua untuk menghentikan penggunaan dan memeriksa keamanan produk.
Cara Memilih Mainan Squishy yang Lebih Aman
Popularitas dan bentuk mainan yang menarik sebaiknya tidak menjadi satu-satunya pertimbangan ketika membeli squishy.
Orang tua perlu memperhatikan informasi produk, identitas produsen, label keamanan, serta kesesuaian mainan dengan usia anak.
Berikut beberapa langkah yang dapat dilakukan sebelum membeli:
-
Periksa label produk. Pastikan terdapat informasi produsen atau importir, petunjuk penggunaan, serta keterangan usia yang sesuai.
-
Perhatikan standar keamanan. Pilih produk yang memenuhi ketentuan standar keamanan mainan yang berlaku di Indonesia.
-
Hindari produk tanpa identitas jelas. Mainan yang tidak mencantumkan informasi pembuat atau asal produk sebaiknya tidak langsung diberikan kepada anak.
-
Periksa kondisi fisik. Hindari mainan yang mudah terkelupas, bocor, rusak, atau memiliki bagian kecil yang mudah terlepas.
-
Perhatikan aroma dan tekstur. Jika mainan mengeluarkan bau menyengat atau mengalami perubahan kondisi, hentikan penggunaannya.
Orang tua juga perlu mengawasi anak ketika bermain. Biasakan anak tidak menggigit, mengisap, atau memasukkan squishy ke dalam mulut.
Baca Juga: Canva Rombak Struktur Perusahaan hingga Ubah Sistem Kerja Hybrid, Ini Nasib Karyawan Terdampak
Jangan Abaikan Keamanan Mainan Anak
Mainan memiliki peran penting dalam mendukung aktivitas bermain dan perkembangan anak.
Namun, aspek keamanan tetap harus menjadi prioritas sebelum sebuah produk digunakan.
Orang tua tidak perlu langsung menghindari seluruh mainan squishy.
Hal terpenting adalah memastikan produk yang dipilih memiliki informasi jelas dan memenuhi ketentuan keamanan yang berlaku.
Jika menemukan produk dengan kondisi mencurigakan, sebaiknya hentikan penggunaannya dan cari informasi lebih lanjut mengenai keamanan bahan yang digunakan.
Pada akhirnya, mainan yang menarik belum tentu aman apabila kualitas dan kandungan bahannya tidak diketahui.
Karena itu, ketelitian orang tua dalam memilih produk menjadi salah satu langkah penting untuk melindungi anak dari risiko paparan bahan kimia yang tidak diinginkan. (*)
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang