La Rinconada: Kota Tambang Emas Tertinggi Dunia yang Tanpa Hukum

Dya Laras Miftaqu Rohmah • Dipublikasikan Senin, 26 Oktober 2026 | 16:14 WIB
Penambang emas di La Rinconada, Peru. (istimewa)
Penambang emas di La Rinconada, Peru. (istimewa)

RADARBONANG.ID - La Rinconada di Pegunungan Andes, Peru, dikenal sebagai salah satu permukiman tertinggi di dunia.

Berada di ketinggian sekitar 5.100 meter di atas permukaan laut (mdpl), kota tambang emas ini dihuni sekitar 30 ribu hingga 50 ribu orang yang harus menghadapi kondisi lingkungan ekstrem dan kerasnya kehidupan pertambangan.

Di balik potensi kekayaan dari tambang emas, La Rinconada menyimpan persoalan serius.

Baca Juga: 20 Tahun Hidup Berdampingan dengan Tambang, Warga Rantau Bakula Mengaku Kehilangan Air Bersih hingga Lahan Pertanian Rusak

Sistem kerja informal, kondisi alam yang berat, minimnya infrastruktur dasar, hingga persoalan keamanan menjadi bagian dari kehidupan masyarakat di kawasan tersebut.

Salah satu gambaran paling mencolok terlihat dari sistem kerja yang dikenal sebagai cachoreo.

Melalui sistem ini, para buruh tambang bekerja selama hampir sebulan tanpa menerima upah secara langsung.

Bekerja 30 Hari, Upah Bergantung pada Hasil Tambang

Dalam sistem cachoreo, para penambang bekerja di terowongan tambang yang gelap dan bersuhu sangat dingin selama 29 hingga 30 hari. Selama periode tersebut, mereka tidak menerima bayaran.

Kesempatan memperoleh hasil baru datang pada hari ke-31. Para pekerja diperbolehkan menggali untuk kepentingan sendiri selama beberapa jam dan membawa batu bijih sebanyak yang mampu mereka angkut.

Keuntungan yang diperoleh bergantung pada kandungan emas dalam batu tersebut. Jika menemukan batu dengan kandungan emas tinggi, seorang penambang berpeluang mendapatkan hasil besar.

Namun, jika batu yang dibawa tidak mengandung emas yang cukup, kerja keras selama sebulan bisa berakhir tanpa penghasilan.

​"Sebagian besar penambang di tempat ini bekerja mengikuti sistem yang disebut sebagai kachoreo sebuah sistem informal di mana para buruh tambang akan bekerja keras di dalam perut bumi yang membeku dan gelap gulita selama 29 atau 30 hari dalam siklus bulanan tanpa dibayar sepeser pun selama sebulan penuh." Sebagaimana diulas dalam narasi tayangan video di kanal Bilik Narasi serta Kendati Demikian.

Sistem tersebut memperlihatkan besarnya risiko ekonomi yang ditanggung para pekerja.

Mereka menghabiskan waktu dan tenaga untuk menambang, tetapi hasil akhirnya tidak memberikan kepastian pendapatan.

Lingkungan Ekstrem dan Persoalan Keamanan

Selain menghadapi ketidakpastian penghasilan, penduduk La Rinconada harus hidup di lingkungan dengan kondisi alam yang berat.

Berada di ketinggian sekitar 5.100 mdpl, kadar oksigen di kawasan ini jauh lebih rendah dibandingkan daerah di permukaan laut. Suhu yang sangat dingin turut menambah tantangan bagi masyarakat maupun pekerja tambang.

Paparan lingkungan ekstrem dan aktivitas pertambangan yang berisiko dapat mengancam kesehatan.

Dalam ulasan video, kondisi tersebut dikaitkan dengan berbagai gangguan kesehatan serius, termasuk gagal jantung dan kerusakan saraf.

Persoalan lain muncul dari terbatasnya infrastruktur dasar. Saluran terbuka di kawasan permukiman dilaporkan dipenuhi sampah rumah tangga, limbah merkuri, dan kotoran manusia yang bercampur dengan lumpur.

Kondisi tersebut menambah risiko pencemaran lingkungan dan gangguan kesehatan masyarakat.

La Rinconada juga digambarkan menghadapi persoalan keamanan akibat lemahnya pengawasan pemerintah.

Kekerasan, perampokan bersenjata, perdagangan manusia, serta keberadaan ratusan bar ilegal yang dikaitkan dengan praktik prostitusi menjadi bagian dari gambaran kelam kota tambang tersebut.

Di balik kekayaan alam yang terkandung di dalam tanahnya, La Rinconada menunjukkan kontras antara potensi ekonomi dan kondisi kehidupan masyarakat.

Kota ini bukan hanya menjadi tempat pencarian emas, tetapi juga menggambarkan besarnya risiko yang harus ditanggung manusia ketika bekerja dan tinggal di lingkungan yang ekstrem. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
La Rinconada tambang peru emas