RADARBONANG.ID – Pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin penting bagi pelaku usaha untuk meningkatkan efisiensi operasional dan memperkuat daya saing.
Teknologi ini dinilai dapat membantu wirausahawan mengelola bisnis, membaca tren pasar, hingga menyusun strategi pemasaran digital dengan lebih efektif.
Dorongan tersebut menjadi salah satu pembahasan dalam Musyawarah Kerja Nasional (Mukernas) Komunitas Tangan Di Atas (TDA) 2026 yang berlangsung di Surabaya pada 13–15 Oktober 2026.
Kegiatan itu dihadiri sekitar 500 pengurus dan pengusaha yang mewakili 121 kabupaten dan kota di Indonesia, mulai dari Banda Aceh hingga Papua.
Presiden TDA 9.0, Ferdian Brilian, menegaskan bahwa adaptasi teknologi menjadi bagian penting dalam menjaga keberlangsungan usaha di tengah perubahan kondisi ekonomi dan persaingan bisnis.
Menurutnya, AI dapat membantu pengusaha menjalankan operasional secara lebih efektif, termasuk bagi pelaku usaha mandiri atau solo-preneur yang memiliki keterbatasan sumber daya manusia.
Baca Juga: YouTube Mulai Hadirkan Fitur Komentar GIF, Pengguna Bisa Balas Video dengan Gambar Animasi
AI Bantu Pengusaha Mengelola Bisnis
Ferdian menjelaskan, pemanfaatan AI membuka peluang bagi pelaku usaha untuk meningkatkan kapasitas bisnis tanpa harus menambah banyak tenaga kerja.
Teknologi tersebut dapat dimanfaatkan untuk membantu menganalisis perputaran uang, membaca arah tren pasar, serta menyusun strategi pemasaran digital.
Dengan dukungan teknologi, sejumlah proses bisnis dapat dilakukan lebih cepat sehingga pengusaha memiliki lebih banyak waktu untuk mengembangkan usahanya.
Dalam pernyataan tertulis pada Jumat (16/10/2026), Ferdian menyebut peningkatan kapasitas pengusaha menjadi salah satu fokus komunitasnya.
Penggunaan teknologi diharapkan membantu pelaku usaha mengelola bisnis secara lebih efektif, terutama bagi mereka yang menjalankan usaha dengan jumlah karyawan terbatas.
AI juga dapat menjadi sarana untuk mengeksplorasi ide baru dan mempercepat inovasi. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan dan karakteristik masing-masing bisnis.
Peluang Pemanfaatan AI di Berbagai Sektor
Sejumlah sektor usaha yang banyak digeluti anggota TDA antara lain kuliner dan jasa, termasuk ekspedisi serta pengiriman barang.
Pada sektor kuliner, teknologi digital dapat dimanfaatkan untuk membantu menyusun materi promosi, mengembangkan ide produk, serta memahami kecenderungan konsumen.
Sementara itu, pada bisnis jasa, AI berpotensi mendukung pengelolaan informasi dan membantu meningkatkan efisiensi proses kerja.
Pemanfaatan teknologi juga membuka peluang bagi pengusaha yang ingin mengembangkan usaha ke bidang baru.
Dengan dukungan AI, pelaku usaha dapat mengeksplorasi ide bisnis, memperbaiki sistem operasional, dan menyusun strategi untuk menjangkau konsumen yang lebih luas.
Ferdian menilai teknologi dapat membantu meningkatkan efisiensi tanpa harus membuat biaya sumber daya manusia membengkak.
Meski demikian, hasil penerapan AI tetap bergantung pada cara penggunaannya.
Pelaku usaha perlu memahami kebutuhan bisnis, memeriksa ketepatan informasi yang dihasilkan, serta menjaga kualitas produk dan layanan kepada pelanggan.
Adaptasi Teknologi Jadi Tantangan Wirausahawan
Perkembangan teknologi membuat pelaku usaha perlu terus menyesuaikan strategi.
Persaingan tidak hanya berkaitan dengan kualitas produk, tetapi juga kemampuan memahami kebutuhan konsumen, mengelola biaya, dan menjangkau pasar secara efektif.
Bagi usaha kecil dan menengah, adaptasi teknologi bisa dimulai dari kebutuhan yang paling mendasar.
Misalnya, memanfaatkan AI untuk mencari ide konten promosi, menyusun deskripsi produk, membuat rancangan komunikasi pemasaran, atau membantu menganalisis masukan pelanggan.
Langkah tersebut tidak harus dilakukan sekaligus. Pengusaha dapat memilih teknologi yang paling relevan dengan kegiatan sehari-hari, kemudian mengevaluasi manfaatnya terhadap waktu kerja, biaya, dan kualitas hasil.
Selain itu, kemampuan sumber daya manusia tetap menjadi faktor penting.
Pengusaha dan karyawan perlu memahami cara menggunakan teknologi secara tepat, termasuk menjaga kerahasiaan data bisnis serta memeriksa kembali hasil kerja AI sebelum digunakan.
Dengan pendekatan tersebut, teknologi dapat berfungsi sebagai alat pendukung pengambilan keputusan, bukan pengganti sepenuhnya bagi pertimbangan dan pengalaman pelaku usaha.
AI Bukan Sekadar Tren, tetapi Alat Pengembangan Usaha
Pemanfaatan AI memberikan kesempatan bagi wirausahawan untuk memperbaiki proses bisnis dan mengembangkan strategi yang lebih adaptif.
Namun, teknologi saja tidak cukup untuk menjamin keberhasilan sebuah usaha.
Baca Juga: Max Verstappen Turun di Portimão, Debut GT World Challenge Europe Jadi Sorotan Akhir Musim
Pelaku usaha tetap perlu memahami pasar, menjaga kualitas produk, memberikan pelayanan yang baik, dan membangun hubungan dengan pelanggan.
AI dapat membantu mempercepat sejumlah pekerjaan, tetapi keputusan akhir tetap membutuhkan penilaian manusia.
Melalui Mukernas TDA 2026, dorongan untuk meningkatkan kapasitas pengusaha dan beradaptasi dengan teknologi menjadi bagian dari upaya menghadapi perubahan lanskap bisnis.
Bagi wirausahawan, langkah penting berikutnya adalah mengenali kebutuhan usaha, memilih teknologi yang sesuai, dan menerapkannya secara bertahap.
Dengan penggunaan yang tepat, AI berpotensi menjadi salah satu alat untuk meningkatkan efisiensi sekaligus memperkuat daya saing di tengah persaingan ekonomi digital. (*)
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com