RADARBONANG.ID – Kebiasaan membuang sisa makanan ke wastafel dapur mungkin terlihat praktis.
Terlebih ketika aktivitas memasak dan mencuci piring sedang padat.
Namun, kebiasaan tersebut bisa menimbulkan masalah jika sisa makanan menumpuk di saluran pembuangan.
Pipa yang tersumbat dapat membuat air mengalir lambat, menggenang, hingga menimbulkan bau tidak sedap.
Dalam kondisi tertentu, sumbatan juga membuat pemilik rumah harus membersihkan saluran atau memanggil tenaga profesional.
Masalah ini sering terjadi karena sisa makanan, lemak, dan kotoran masuk ke saluran pembuangan secara berulang.
Sebagian bahan mudah menempel pada dinding pipa, sedangkan bahan lainnya dapat menggumpal atau tertahan di bagian saluran yang sempit.
Baca Juga: Puluhan Tahun Dibantu Negara Asing, Mengapa Kemiskinan Masih Jadi Masalah di Afrika?
Karena itu, tidak semua sisa makanan sebaiknya dibuang melalui wastafel.
Ada beberapa jenis bahan yang lebih aman dikumpulkan terlebih dahulu sebelum dibuang ke tempat sampah atau dikelola sesuai jenisnya.
1. Ampas Kopi
Ampas kopi menjadi salah satu bahan yang sebaiknya tidak dibuang langsung ke saluran wastafel.
Meski terlihat halus, ampas kopi dapat mengendap dan bercampur dengan minyak atau kotoran lain di dalam pipa.
Jika dilakukan berulang kali, endapan tersebut berpotensi menambah penumpukan yang menghambat aliran air.
Sebaiknya, kumpulkan ampas kopi menggunakan saringan atau tisu, kemudian buang ke tempat sampah organik jika tersedia.
Ampas kopi juga bisa dimanfaatkan untuk kompos apabila pengolahannya sesuai.
2. Minyak Goreng dan Lemak
Minyak goreng bekas serta lemak dari makanan menjadi bahan yang perlu dihindari ketika menggunakan wastafel.
Minyak yang masuk ke saluran dapat menempel pada dinding pipa dan membentuk lapisan bersama sisa kotoran.
Ketika suhu menurun, sebagian lemak dapat mengental atau memadat.
Penumpukan yang terjadi secara terus-menerus berpotensi mempersempit jalur aliran air.
Untuk mencegahnya, tampung minyak bekas dalam wadah terpisah.
Tunggu hingga dingin sebelum memindahkannya, lalu buang melalui jalur pengelolaan yang sesuai di wilayah masing-masing.
Untuk sisa lemak pada wajan atau piring, bersihkan terlebih dahulu menggunakan tisu sebelum mencucinya.
3. Nasi dan Sisa Makanan Bertepung
Nasi, mi, pasta, dan makanan bertepung lainnya juga sebaiknya tidak dibuang begitu saja ke wastafel.
Bahan-bahan tersebut dapat menggumpal atau tertahan ketika bercampur dengan kotoran lain di saluran pembuangan.
Nasi yang menempel pada saringan atau bagian pipa dapat menambah penumpukan jika tidak segera dibersihkan.
Sebelum mencuci piring, singkirkan sisa nasi dan makanan bertepung menggunakan sendok atau tisu.
Masukkan ke tempat sampah organik atau olah kembali jika masih layak dan aman dikonsumsi.
Kebiasaan sederhana ini membantu mengurangi jumlah sisa padat yang masuk ke saluran air.
4. Kulit dan Potongan Sayuran
Kulit bawang, kulit kentang, batang sayuran, serta potongan sayuran yang berserat sebaiknya tidak dibuang langsung ke wastafel.
Bahan-bahan tersebut dapat tertahan di saringan atau tersangkut pada bagian pipa.
Jika bercampur dengan minyak dan sisa makanan lainnya, penumpukan bisa semakin sulit dibersihkan.
Gunakan tempat sampah untuk mengumpulkan sisa sayuran.
Apabila memiliki fasilitas pengomposan, bahan organik tersebut dapat dipilah dan dimanfaatkan sesuai kebutuhan.
Pastikan saringan wastafel juga dibersihkan secara rutin agar potongan makanan tidak ikut masuk ke saluran pembuangan.
5. Tulang dan Cangkang Makanan
Tulang ayam, tulang ikan berukuran besar, cangkang telur, serta cangkang makanan laut sebaiknya tidak dibuang melalui wastafel.
Bahan keras dapat tertahan di bagian saluran tertentu, terutama jika ukuran pipa atau saringan tidak memungkinkan benda tersebut melewatinya dengan lancar.
Cangkang telur yang pecah menjadi serpihan kecil juga dapat bercampur dengan lemak dan kotoran lainnya.
Karena itu, membuangnya langsung ke wastafel bukan pilihan yang tepat.
Kumpulkan sisa tersebut dan buang sesuai jenis sampahnya.
Jika terdapat saringan, jangan mengandalkannya sebagai satu-satunya penghalang karena sebagian potongan kecil masih dapat lolos ke saluran.
6. Kulit Buah
Kulit buah seperti pisang, jeruk, dan mangga sebaiknya dikumpulkan terlebih dahulu sebelum mencuci peralatan dapur.
Sebagian kulit buah memiliki tekstur berserat atau cukup tebal sehingga dapat tertahan di saluran.
Potongan yang menumpuk juga berpotensi menghambat aliran air ketika bercampur dengan sisa makanan lainnya.
Untuk menghindari masalah tersebut, buang kulit buah ke tempat sampah organik atau manfaatkan sebagai bahan kompos apabila memungkinkan.
Jika sisa buah masih menempel pada piring, singkirkan terlebih dahulu sebelum membilasnya di bawah keran.
7. Tepung dan Adonan Mentah
Tepung yang bercampur air dapat membentuk adonan lengket.
Jika masuk ke saluran pembuangan, bahan tersebut berpotensi menempel pada dinding pipa dan menangkap partikel lain.
Adonan mentah, termasuk sisa tepung yang menempel pada wadah memasak, sebaiknya dibersihkan terlebih dahulu menggunakan alat atau tisu sebelum peralatan dicuci.
Hindari membilas tepung dalam jumlah banyak langsung ke wastafel.
Cara tersebut bisa membuat bahan menggumpal dan menambah risiko penyumbatan.
Biasakan Membersihkan Sisa Makanan Sebelum Mencuci
Menjaga saluran wastafel tetap lancar sebenarnya bisa dimulai dari kebiasaan sederhana.
Sebelum mencuci piring, singkirkan sisa makanan ke tempat sampah dan gunakan saringan untuk menahan potongan kecil yang masih tertinggal.
Baca Juga: Mentega atau Minyak Goreng, Mana yang Lebih Cocok untuk Menumis dan Menggoreng?
Bersihkan saringan secara berkala agar sisa makanan tidak menumpuk.
Jika air mulai mengalir lambat, periksa bagian saringan dan bersihkan kotoran yang terlihat sebelum sumbatan semakin parah.
Hindari mencampurkan berbagai cairan pembersih saluran karena dapat menimbulkan reaksi berbahaya.
Jika penyumbatan tidak kunjung teratasi, pertimbangkan bantuan tenaga profesional daripada memaksakan metode yang berisiko merusak pipa.
Pada akhirnya, menjaga wastafel bukan hanya soal kebersihan permukaan dapur.
Kebiasaan memilah sisa makanan sebelum mencuci juga membantu mengurangi risiko saluran tersumbat dan membuat aktivitas di dapur lebih nyaman.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com