RADARTUBAN – Ekosistem Danau Sentani di Papua menghadapi ancaman akibat pencemaran perairan, perubahan fungsi lahan, dan masuknya spesies ikan asing.
Kondisi tersebut dikhawatirkan mengancam keberadaan ikan endemik sekaligus mengganggu sumber penghidupan masyarakat yang bergantung pada danau.
Tekanan terhadap lingkungan danau tidak hanya berdampak pada berkurangnya hasil tangkapan nelayan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Estetik, Masjid Jaza Bandung Menarik Perhatian Lewat Konsep Ruang Ibadah yang Berbeda
Menurunnya populasi ikan asli juga menjadi sinyal terganggunya keseimbangan ekosistem perairan yang selama ini menopang keanekaragaman hayati setempat.
Danau Sentani memiliki luas lebih dari 9.360 hektare.
Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis ikan, termasuk ikan gabus Sentani, yang keberadaannya menghadapi tantangan akibat perubahan kondisi lingkungan dan persaingan dengan spesies pendatang.
Situasi tersebut memunculkan sorotan terhadap upaya perlindungan lingkungan dan pengawasan aktivitas yang berpotensi merusak ekosistem.
Penanganan pencemaran dan pengendalian ikan asing dinilai perlu dilakukan secara konsisten agar kerusakan tidak semakin meluas.
Ikan Asli Terdesak Spesies Pendatang
Salah satu persoalan yang menjadi perhatian adalah masuknya ikan asing yang berpotensi menjadi predator bagi spesies lokal.
Kehadiran ikan pendatang dapat mengubah hubungan ant spesies dalam rantai makanan serta meningkatkan persaingan untuk mendapatkan sumber pakan dan ruang hidup.
Dalam dokumenter investigasi Watchdoc Documentary, nelayan lokal Nehemia Ibo menggambarkan perubahan yang dirasakannya ketika mencari ikan di Danau Sentani.
"Dulu, kami tidak perlu pergi jauh untuk mendapatkan ikan asli Sentani. Sekarang, jangankan mencari ukuran yang besar, jenis aslinya saja sudah sangat sulit ditemukan karena ruang hidup mereka direbut oleh ikan-ikan predator yang sengaja dilepaskan ke danau," ungkap Nehemia Ibo.
Kesaksian tersebut memperlihatkan dampak perubahan ekosistem dari sudut pandang masyarakat yang beraktivitas langsung di danau.
Berkurangnya kemudahan memperoleh ikan asli juga berpotensi memengaruhi kehidupan nelayan tradisional yang mengandalkan hasil perairan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Selain ancaman spesies invasif, pencemaran dari limbah domestik turut menjadi persoalan.
Pembuangan limbah tanpa pengolahan yang memadai berisiko menurunkan kualitas air dan mengganggu habitat berbagai organisme perairan.
Perlindungan Danau Sentani Perlu Diperkuat
Pengawasan terhadap pencemaran dan masuknya spesies asing menjadi bagian penting dalam upaya menjaga kelestarian Danau Sentani.
Tanpa pengendalian yang memadai, tekanan terhadap habitat ikan endemik berpotensi semakin besar.
Penanganan persoalan tersebut membutuhkan langkah terpadu dari pemerintah daerah dan instansi terkait.
Pengelolaan limbah domestik, pengawasan terhadap pelepasan ikan asing, serta pemulihan habitat perlu menjadi perhatian agar keseimbangan ekosistem danau dapat dipertahankan.
Pelibatan masyarakat adat juga dinilai penting karena mereka memiliki hubungan erat dengan kawasan danau serta pengalaman dalam memanfaatkan sumber daya alam setempat.
Partisipasi masyarakat dapat mendukung pengawasan sekaligus memperkuat upaya perlindungan lingkungan secara berkelanjutan.
Penyelamatan Danau Sentani tidak cukup dilakukan melalui penanganan sesaat.
Kebijakan yang konsisten, pengawasan yang efektif, dan kerja sama antara pemerintah serta masyarakat diperlukan untuk melindungi keanekaragaman hayati dan menjaga keberlanjutan sumber penghidupan warga di sekitar danau. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari