RADARBONANG.ID – Hubungan asmara yang sehat tidak cukup dibangun dengan romantisme dan perasaan jatuh cinta.
Komitmen, kesadaran dalam mengambil keputusan, serta usaha merawat relasi setiap hari menjadi bagian penting untuk membangun hubungan jangka panjang, termasuk pernikahan.
Pandangan tersebut disampaikan career coach and matchmaker sekaligus penulis buku Find Your Soul Find Your Mate, Coach Rastrinez dan Coach Yasser Fadhli, dalam podcast CEMAS (Cerita Masyarakat).
Keduanya menyoroti cara pandang yang kerap menyederhanakan cinta menjadi urusan romantisme sesaat atau perilaku bucin.
Menurut mereka, hubungan membutuhkan pemahaman dan keterampilan yang terus dikembangkan.
Relasi tidak bisa hanya mengandalkan perasaan atau dibiarkan berjalan otomatis tanpa evaluasi dan usaha dari kedua belah pihak.
“Kecemasan kami adalah ketika orang cuma melihat love itu sebagai romance atau bucin-bucinan doang, padahal relationship itu butuh seni, sains, dan wisdom. Kami ingin menyamakan frekuensi orang yang ngomongin relationship agar setara dengan orang yang ngomongin finansial atau negara,” ungkap Coach Yasser.
Hubungan Sehat Butuh Keputusan Sadar
Salah satu hal yang disoroti adalah perbedaan antara menjalani hubungan dengan sekadar mengikuti arus (sliding) dan membangun hubungan melalui keputusan sadar (deciding).
Dalam pola sliding, seseorang cenderung membiarkan hubungan berkembang tanpa banyak mempertimbangkan arah, kebutuhan, maupun konsekuensi jangka panjangnya.
Sebaliknya, deciding menuntut pasangan untuk mengambil keputusan secara aktif, memahami alasan mempertahankan hubungan, serta berkomitmen memperbaiki diri bersama.
Kesadaran tersebut penting karena setiap pasangan memiliki latar belakang, kebiasaan, dan cara berpikir yang berbeda.
Perbedaan pendapat maupun konflik pun menjadi bagian yang mungkin muncul dalam perjalanan hubungan.
Karena itu, hubungan yang matang tidak berarti selalu berjalan mulus tanpa perselisihan.
Hal yang perlu diperhatikan adalah bagaimana pasangan berkomunikasi, menyelesaikan masalah, dan mencari kesepakatan tanpa mengabaikan kebutuhan masing-masing.
Pandangan ini sekaligus menjadi pengingat agar seseorang tidak hanya mengejar euforia pada awal hubungan.
Romantisme tetap memiliki tempat, tetapi perlu diimbangi dengan kesiapan menghadapi kenyataan kehidupan bersama.
Pernikahan Perlu Dirawat Setiap Hari
Coach Anes dan Coach Yasser mengibaratkan hubungan seperti tanaman yang membutuhkan perawatan secara konsisten.
Jika dibiarkan begitu saja, kualitas relasi dapat menurun karena kebutuhan emosional dan komunikasi tidak mendapat perhatian yang cukup.
Perawatan tersebut bisa dilakukan melalui kebiasaan sederhana, seperti menyediakan waktu khusus untuk berbincang secara mendalam, mengadakan date night, menetapkan batasan yang sehat, serta mendukung pertumbuhan pribadi pasangan.
Rutinitas semacam itu bukan sekadar pelengkap kehidupan rumah tangga.
Kebiasaan tersebut dapat menjadi ruang bagi pasangan untuk mengevaluasi hubungan, memahami perubahan kebutuhan, dan menjaga kedekatan di tengah kesibukan sehari-hari.
Hubungan Sehat Perlu Latihan
Coach Anes juga menekankan bahwa membangun hubungan sehat membutuhkan latihan berkelanjutan, sebagaimana seseorang membangun kekuatan otot.
Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat, tetapi konsistensi dapat membantu pasangan merasakan manfaatnya dalam jangka panjang.
“Membangun relationship itu anggap aja kayak ngebangun otot, setiap hari harus dilatih. Kalau kita ngaca tiap hari mungkin enggak kelihatan perubahannya, tapi lakuin aja terus dan tiba-tiba secara enggak langsung lu ngerasain manfaat besar dari pernikahan yang sehat,” tambah Coach Anes.
Di sisi lain, pernikahan juga tidak selalu terasa menyenangkan. Ada masa ketika tanggung jawab dan persoalan sehari-hari menguras energi.
Dalam kondisi tersebut, komitmen perlu diwujudkan melalui sikap saling mendukung, pembagian tanggung jawab, dan kesediaan menghadapi persoalan bersama.
Dengan demikian, hubungan yang kokoh bukan hanya tentang menemukan pasangan yang tepat, melainkan juga tentang membangun pola relasi yang sehat.
Cinta dapat menjadi awal sebuah hubungan, tetapi kesadaran, komunikasi, dan usaha yang konsisten berperan dalam menjaga hubungan tetap bertumbuh. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari