RADARBONANG.ID – Sereh dan bunga telang selama ini dikenal sebagai bahan minuman herbal.
Sereh kerap diseduh menjadi teh beraroma segar, sedangkan bunga telang menghasilkan minuman berwarna biru keunguan yang menarik.
Namun, kedua tanaman tersebut juga bisa dimanfaatkan sebagai bahan pembuatan sabun.
Inovasi itu diperkenalkan mahasiswa Program Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pendidikan Pancasila Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS) melalui produk sabun cuci piring bernama TELASIH.
Nama tersebut merupakan singkatan dari telang dan sereh, dua tanaman lokal yang digunakan sebagai identitas produk.
Baca Juga: Winning Mindset Bukan Cuma Soal Menang, tetapi Cara Tetap Bangkit Saat Menghadapi Kegagalan
Sebanyak 35 ibu-ibu PKK Desa Karangmojo, Kecamatan Weru, Kabupaten Sukoharjo, mengikuti pelatihan dan pendampingan pembuatan sabun tersebut.
Kegiatan ini memperlihatkan bahwa tanaman yang mudah dijumpai di lingkungan sekitar tidak harus dimanfaatkan sebatas bahan pangan atau minuman.
Dengan pengolahan yang tepat, sereh dan bunga telang dapat dikembangkan menjadi produk rumah tangga yang memiliki nilai tambah.
Selain membuka peluang inovasi, pembuatan sabun berbahan tanaman lokal juga dapat menjadi ide usaha rumahan.
Namun, proses produksinya tetap perlu memperhatikan takaran bahan, kualitas produk, dan keamanan penggunaannya.
Sereh dan Bunga Telang Punya Karakter Berbeda
Sereh atau serai dikenal sebagai tanaman yang banyak digunakan dalam masakan dan minuman tradisional.
Aroma khasnya berasal dari minyak atsiri yang terkandung di dalam tanaman tersebut.
Dalam formulasi sabun, minyak atsiri sereh dapat memberikan aroma segar.
Penggunaannya perlu disesuaikan dengan komposisi bahan agar tidak menghasilkan produk yang terlalu kuat aromanya atau berpotensi mengiritasi kulit.
Sementara itu, bunga telang memiliki daya tarik berupa warna biru yang berasal dari pigmen antosianin.
Pigmen tersebut dapat berubah warna mengikuti kondisi keasaman atau pH sehingga formulasi sabun perlu memperhatikan kestabilan warnanya.
Kedua bahan tersebut memiliki potensi untuk dikembangkan sebagai bahan tambahan dalam produk pembersih.
Meski demikian, penggunaan tanaman alami tidak otomatis menjamin sabun lebih aman atau memiliki khasiat medis tertentu.
Klaim manfaatnya tetap harus didukung pengujian yang sesuai.
Cara Membuat Sabun dari Sereh dan Bunga Telang
Pembuatan sabun berbahan sereh dan bunga telang memerlukan beberapa tahap, mulai dari menyiapkan ekstrak tanaman hingga mencampurkannya dengan bahan dasar sabun.
Dalam praktik pembuatan sabun berbahan tanaman, bunga telang dapat diolah menjadi ekstrak melalui proses penyeduhan atau ekstraksi yang sesuai.
Cairan tersebut kemudian digunakan sebagai salah satu bahan dalam formulasi.
Sereh dapat dimanfaatkan dalam bentuk minyak atsiri yang ditambahkan sesuai takaran formula.
Secara umum, tahapan pembuatan sabun berbahan kedua tanaman tersebut meliputi:
-
Menyiapkan bahan tanaman. Pilih bunga telang yang bersih dan sereh yang berkualitas. Bunga telang dapat diekstrak untuk memperoleh warna alaminya, sedangkan sereh dapat diolah menjadi minyak atsiri atau menggunakan bahan ekstrak yang sesuai untuk formulasi sabun.
-
Menyiapkan bahan dasar. Bahan dasar disesuaikan dengan jenis sabun yang ingin dibuat, misalnya sabun cair atau sabun padat. Formulasi dapat menggunakan minyak nabati dan bahan pembentuk sabun dengan takaran yang telah dihitung.
-
Mencampurkan bahan sesuai formula. Ekstrak bunga telang dan bahan sereh dimasukkan pada tahap yang sesuai dengan formulasi. Proses pencampuran perlu dilakukan secara terukur agar hasilnya homogen dan karakteristik produk tetap stabil.
-
Melakukan proses pembentukan sabun. Pada metode saponifikasi, minyak bereaksi dengan bahan alkali hingga membentuk sabun. Tahap ini membutuhkan perhitungan bahan yang tepat, alat pelindung diri, dan prosedur keselamatan karena bahan alkali dapat bersifat korosif.
-
Memeriksa kualitas produk. Sabun yang dihasilkan perlu diperiksa, termasuk kestabilan, tingkat keasaman, konsistensi, dan potensi iritasi. Sabun padat juga memerlukan waktu pematangan sesuai metode dan formulasi yang digunakan sebelum siap dipakai.
Langkah tersebut merupakan gambaran umum proses produksi, bukan resep siap pakai dengan takaran tertentu.
Jumlah minyak, bahan alkali, air, ekstrak telang, dan minyak sereh harus dihitung berdasarkan formula yang telah diuji.
Jangan mencampurkan bahan alkali tanpa pengetahuan, peralatan pelindung, dan panduan yang memadai.
Bagi pemula, pilihan yang lebih aman adalah mengikuti pelatihan pembuatan sabun atau menggunakan basis sabun siap pakai yang memang dirancang untuk ditambahkan bahan tertentu.
Petunjuk produsen tetap perlu diikuti agar produk tidak mengalami perubahan yang tidak diinginkan.
Peluang Usaha dari Tanaman Lokal
Inovasi sabun TELASIH tidak hanya memperkenalkan cara baru memanfaatkan tanaman lokal, tetapi juga membuka peluang pemberdayaan masyarakat.
Melalui pelatihan, peserta dapat mempelajari tahapan pengolahan bahan, pencampuran, hingga pengemasan produk.
Bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), sabun berbahan tanaman lokal dapat menjadi salah satu ide diversifikasi produk rumah tangga.
Sereh menawarkan aroma khas, sedangkan bunga telang memiliki warna yang menarik untuk dikembangkan sebagai identitas produk.
Namun, peluang tersebut perlu diimbangi dengan perencanaan usaha.
Pelaku usaha harus menghitung biaya bahan baku, tenaga kerja, kemasan, dan distribusi agar harga jual tetap masuk akal.
Kualitas produk juga harus dijaga agar konsumen memperoleh hasil yang konsisten.
Produk yang dipasarkan perlu memiliki informasi penggunaan dan komposisi yang jelas serta memenuhi ketentuan keamanan dan perizinan yang berlaku.
Istilah alami sebaiknya tidak digunakan sebagai alasan untuk mengabaikan pengujian mutu.
Keamanan Tetap Menjadi Prioritas
Pembuatan sabun melibatkan bahan dan proses yang harus ditangani secara hati-hati.
Pada proses saponifikasi, bahan alkali digunakan untuk bereaksi dengan minyak atau lemak.
Sebelum bereaksi sempurna, bahan tersebut dapat menimbulkan luka jika mengenai kulit atau mata.
Karena itu, pembuatan sabun tidak cukup hanya mencampurkan ekstrak tanaman dengan bahan dasar.
Formulasi perlu memperhitungkan takaran, tingkat keasaman produk akhir, kestabilan, dan potensi iritasi.
Baca Juga: Liburan Keluarga Tak Harus ke Mal, Kebun Raya Purwodadi Ajak Anak Belajar Tumbuhan dengan Cara Seru
Bagi konsumen, penting untuk memperhatikan reaksi kulit ketika mencoba produk baru.
Jika muncul kemerahan, rasa terbakar, gatal, atau iritasi, penggunaan sebaiknya dihentikan.
Pemanfaatan sereh dan bunga telang pada akhirnya menunjukkan bahwa tanaman lokal memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk yang lebih beragam.
Dengan pengolahan yang tepat, inovasi tersebut dapat memberikan nilai tambah sekaligus membuka peluang usaha.
Namun, keamanan, kualitas, dan proses produksi yang bertanggung jawab tetap menjadi dasar utama.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : goodnewsfromindonesia.id