RADARBONANG,ID - Membaca buku tidak selalu harus dilakukan dari halaman pertama hingga terakhir secara berurutan.
Bagi pembaca yang ingin lebih efisien, memahami struktur dan gagasan utama buku terlebih dahulu dapat menjadi cara untuk menyerap informasi tanpa harus membaca setiap bagian dengan porsi yang sama.
Trik tersebut dibagikan Anies Baswedan melalui video singkat di kanal YouTube resminya bertajuk Trik Baca Buku Ala Anies.
Baca Juga: Hobi Membaca Bisa Dilatih, Ini Tips Memulai Kebiasaan Baca Buku Meski Sibuk dan Jarang Punya Waktu
Dalam tayangan itu, Anies membagikan sejumlah cara agar pembaca dapat memahami isi buku dengan lebih efektif.
"Membaca buku bukan berarti kita harus melahap setiap kata dari awal sampai akhir tanpa henti. Kunci utamanya adalah bagaimana kita bisa menangkap kerangka berpikir penulis, memahami bagian yang paling relevan, dan menyerap inti pesan secara efektif," ungkap Anies Baswedan dalam video tersebut.
Kenali Peta Buku Sebelum Membaca
Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengenali struktur buku terlebih dahulu.
Pembaca dapat melihat daftar isi, membaca bagian pengantar, kemudian meninjau bab penutup.
Cara tersebut membantu memberikan gambaran mengenai alur pemikiran penulis sekaligus menunjukkan bagian-bagian yang menjadi inti pembahasan.
Dengan memahami "peta" buku sejak awal, pembaca dapat menentukan bagian mana yang perlu mendapatkan perhatian lebih.
Membaca pun tidak harus selalu dilakukan secara linear. Pembaca dapat langsung menuju bab yang paling relevan dengan kebutuhan atau topik yang sedang ingin dipahami.
Cara tersebut juga memungkinkan pembaca menyesuaikan proses membaca dengan tujuan masing-masing.
Tidak semua bagian buku harus mendapatkan waktu dan perhatian yang sama.
Catat Gagasan Penting dan Jaga Konsistensi
Selain memilih bagian bacaan secara lebih fleksibel, mencatat gagasan utama juga menjadi bagian penting dalam proses membaca.
Pembaca dapat menuliskan poin-poin penting atau menandai bagian yang dianggap menarik.
Catatan tersebut membantu pembaca mengingat kembali gagasan yang telah dibaca sekaligus memudahkan penerapan informasi dari buku dalam kehidupan sehari-hari.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah konsistensi. Membaca buku tidak harus selalu dilakukan dalam waktu yang panjang.
Mengalokasikan waktu khusus setiap hari, meski hanya sebentar, dapat membantu membangun kebiasaan membaca.
Dengan kebiasaan tersebut, aktivitas membaca tidak lagi bergantung pada munculnya waktu luang dalam jumlah besar.
Pembaca justru dapat membangun rutinitas sedikit demi sedikit hingga mampu menyelesaikan lebih banyak buku. (*)
Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari