Ingin Hidup Lebih Tenang? Coba 9 Kebiasaan Ini untuk Lepas dari Overthinking

Shafa Dina Hayuning Mentari • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 13:06 WIB
Ilustrasi tenang dari overthinking. (ilustrasi AI)
Ilustrasi tenang dari overthinking. (ilustrasi AI)

RADARBONANG.ID – Overthinking sering membuat pikiran terus berkutat pada hal-hal yang belum tentu terjadi. 

Jika dibiarkan, kebiasaan memikirkan sesuatu secara berlebihan dapat membuat seseorang sulit menikmati kehidupan dan merasa terbebani oleh persoalan yang sebenarnya tidak semuanya bisa dikendalikan.

Mengurangi overthinking tidak selalu harus dilakukan dengan perubahan besar.

Baca Juga: Bukan Sekadar Overthinking, Ini 5 Karakter Mental yang Dapat Meningkatkan Risiko Kecemasan Menurut Psikologi

Sejumlah kebiasaan sederhana dalam kehidupan sehari-hari dapat menjadi langkah awal untuk membuat pikiran lebih tenang dan membantu seseorang melepaskan beban yang tidak perlu.

Terdapat sembilan kebiasaan yang dapat dicoba untuk mengendalikan overthinking sekaligus memberi lebih banyak ruang bagi ketenangan dan kebahagiaan.

Mulai dari Menyederhanakan Hidup

1. Jalani hidup dengan lebih sederhana

Tidak semua persoalan perlu dibuat rumit.

Menyederhanakan kehidupan dapat memberikan lebih banyak ruang untuk memusatkan perhatian pada hal-hal yang memang penting.

Mulailah dengan menjaga waktu, menghargai ketenangan diri, serta menghindari drama yang sebenarnya tidak perlu.

2. Biasakan bersyukur

Rasa syukur dapat mengubah fokus dari sesuatu yang belum dimiliki menjadi hal-hal yang sudah ada dalam kehidupan.

Luangkan waktu untuk menghargai orang-orang terdekat, pengalaman yang telah dilewati, maupun hal kecil yang masih bisa memberikan kebahagiaan.

3. Belajar memaafkan

Menyimpan kemarahan terlalu lama dapat membuat seseorang terus terikat dengan pengalaman buruk di masa lalu.

Karena itu, belajar memaafkan bisa menjadi salah satu cara untuk melepaskan beban emosional.

Memaafkan bukan berarti membenarkan tindakan orang yang menyakiti.

Langkah tersebut lebih kepada keputusan untuk tidak terus membawa beban dari kejadian masa lalu.

4. Pilih kebaikan daripada kebencian

Ketika mendapatkan perlakuan negatif, membalas dengan hal serupa belum tentu membuat keadaan menjadi lebih baik.

Memilih tetap bersikap baik, bahkan ketika berada dalam situasi sulit, dapat membantu menjaga ketenangan diri sekaligus mencegah seseorang terjebak dalam siklus emosi negatif.

5. Lebih sering tersenyum

Tersenyum mungkin terlihat sebagai hal sederhana. Namun, menikmati momen kecil yang menyenangkan dapat membuat suasana hati terasa lebih ringan.

Tidak perlu menunggu sesuatu yang besar untuk merasa bahagia. Momen sehari-hari yang sederhana pun dapat menjadi kesempatan untuk menikmati hidup.

Alihkan Fokus pada Hal yang Bisa Dikendalikan

6. Biasakan memberi

Memberi tidak selalu berkaitan dengan materi. Waktu, perhatian, dukungan, hingga kebaikan kecil kepada orang lain juga dapat membuat kehidupan terasa lebih bermakna.

Kebiasaan ini tidak harus dilakukan melalui tindakan besar. Hal sederhana yang dilakukan dengan tulus pun dapat memberikan arti.

7. Jangan terlalu bergantung pada harapan terhadap orang lain

Salah satu sumber kekecewaan adalah berharap orang lain selalu bertindak sesuai keinginan.

Padahal, setiap orang mempunyai prioritas, batasan, dan cara masing-masing dalam menunjukkan kepedulian.

Daripada terus memikirkan perilaku orang lain, lebih baik menerima bahwa tidak semua hal dapat berjalan sesuai harapan.

8. Fokus pada sesuatu yang bisa dikendalikan

Tidak semua hal berada dalam kendali diri. Hasil akhir, keputusan orang lain, maupun kejadian yang akan terjadi besok tidak selalu bisa dipastikan.

Karena itu, energi lebih baik diarahkan pada pilihan, tindakan, dan respons diri sendiri.

Fokus tersebut dapat membantu mengurangi pikiran terhadap sesuatu yang berada di luar kendali.

9. Luangkan waktu bersama alam

Berada di luar ruangan dapat menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari berbagai gangguan dan kesibukan.

Berjalan kaki, duduk di taman, atau sekadar menikmati suasana luar rumah bisa menjadi cara sederhana untuk memperlambat ritme aktivitas.

Kebiasaan tersebut juga membantu seseorang kembali memperhatikan apa yang sedang terjadi saat ini, bukan terus terjebak dalam pikiran mengenai masa lalu maupun kekhawatiran tentang masa depan.

Pada akhirnya, mengurangi overthinking tidak harus dimulai dengan langkah yang sulit.

Menyederhanakan hidup, bersyukur, memaafkan, berbuat baik, hingga memberikan waktu untuk menikmati alam bisa menjadi kebiasaan kecil yang dilakukan secara bertahap. 

Semakin mampu membedakan mana yang bisa dikendalikan dan mana yang harus dilepaskan, semakin banyak ruang yang tersedia untuk menjalani kehidupan dengan lebih tenang. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
kendali diri beban ketenangan overthinking kebiasaan