RADARBONANG.ID – Novel Hujan merupakan salah satu karya Tere Liye yang cukup dikenal oleh pembaca Indonesia.
Tidak hanya menghadirkan kisah tentang hubungan dua tokoh utama, novel tersebut juga membawa pembaca ke dunia masa depan dengan teknologi yang berkembang pesat.
Diterbitkan oleh Gramedia Pustaka Utama, Hujan memiliki tebal sekitar 320 halaman dan menggunakan latar waktu mulai 2042 hingga 2050.
Novel ini memadukan unsur fiksi ilmiah dengan kisah persahabatan, cinta, perpisahan, serta perjuangan menghadapi kehilangan.
Cerita berpusat pada Lail, seorang perempuan yang kehidupannya berubah setelah bencana besar menghancurkan kota tempat tinggalnya. Ketika masih berusia 13 tahun, Lail kehilangan kedua orang tuanya akibat bencana tersebut.
Dalam situasi penuh kepanikan, Lail diselamatkan oleh seorang anak laki-laki bernama Esok.
Pertemuan tersebut kemudian menjadi awal dari hubungan yang terus berkembang sepanjang perjalanan hidup keduanya.
Baca Juga: Gen Z Mulai Suka Flower Arrangement, Bukan Sekadar Hobi tetapi Juga Jadi Cara Menikmati Waktu
Pertemuan Lail dan Esok
Lail dan Esok pertama kali bertemu dalam situasi yang jauh dari kata menyenangkan.
Bencana besar membuat kehidupan masyarakat berubah. Banyak orang kehilangan tempat tinggal dan harus mengungsi, termasuk Lail dan Esok.
Keduanya kemudian tinggal di tempat pengungsian yang sama.
Dari situ, hubungan mereka berkembang menjadi persahabatan yang semakin dekat.
Namun, kebersamaan tersebut tidak berlangsung selamanya.
Ketika tempat pengungsian ditutup, kehidupan Lail dan Esok harus berjalan di jalur berbeda.
Lail kemudian tinggal di sebuah panti sosial, sedangkan Esok diangkat menjadi anak oleh sebuah keluarga penting di kota tersebut.
Meski terpisah, keduanya tetap berusaha menjaga hubungan.
Pertemuan mereka sempat dilakukan secara rutin.
Namun, kesibukan dan perjalanan hidup masing-masing membuat frekuensi pertemuan tersebut semakin berkurang.
Kisah Cinta yang Tidak Sederhana
Hubungan Lail dan Esok tidak hanya berbicara tentang persahabatan.
Seiring berjalannya waktu, muncul perasaan yang lebih dalam di antara keduanya.
Namun, hubungan tersebut tidak berjalan dengan mudah.
Jarak, kesibukan, serta keadaan membuat keduanya tidak selalu bisa menyampaikan apa yang sebenarnya dirasakan.
Lail harus menjalani kehidupannya sendiri, sementara Esok memiliki berbagai tanggung jawab dan perjalanan pendidikan yang membuatnya semakin sibuk.
Situasi tersebut membuat hubungan keduanya dipenuhi kerinduan, penantian, dan berbagai kesalahpahaman.
Di sinilah Hujan tidak sekadar menjadi cerita cinta.
Novel tersebut juga membawa pembaca mengikuti bagaimana seseorang menghadapi perubahan hidup yang tidak selalu sesuai dengan harapan.
Masa Depan dengan Teknologi Canggih
Salah satu hal menarik dari novel Hujan adalah latarnya.
Cerita berlangsung pada masa depan ketika teknologi telah berkembang jauh dibandingkan kehidupan saat ini.
Perkembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari kehidupan masyarakat dalam novel.
Namun, kecanggihan teknologi tidak membuat persoalan manusia menghilang.
Lail tetap harus menghadapi kehilangan. Ia juga harus berhadapan dengan rasa rindu, perpisahan, kesalahpahaman, serta keputusan yang sulit.
Kontras antara teknologi masa depan dan persoalan emosional manusia menjadi salah satu bagian menarik dalam cerita.
Di tengah dunia yang semakin maju, perasaan manusia ternyata tetap memiliki persoalan yang sama.
Tentang Kehilangan dan Kenangan
Salah satu tema kuat dalam Hujan adalah kehilangan.
Lail mengalami kehilangan sejak usia muda. Pengalaman tersebut kemudian memengaruhi perjalanan hidupnya.
Kehilangan tidak hanya digambarkan melalui bencana.
Perpisahan dengan orang yang disayangi juga menjadi bagian penting dari perjalanan tokoh utama.
Novel ini kemudian membawa pembaca pada pertanyaan mengenai kenangan.
Apakah semua kenangan harus dipertahankan?
Atau ada saat ketika seseorang justru ingin melupakan pengalaman tertentu karena kenangan tersebut terasa terlalu berat?
Pertanyaan tersebut menjadi semakin penting ketika cerita memperkenalkan teknologi yang memungkinkan seseorang melakukan modifikasi terhadap ingatan.
Lail akhirnya mempertimbangkan untuk menggunakan teknologi tersebut demi menghilangkan beban dari kenangan yang selama ini dibawanya.
Persahabatan, Cinta, dan Perpisahan
Selain kisah Lail dan Esok, novel ini juga memperlihatkan bagaimana hubungan antarmanusia dapat berubah seiring waktu.
Persahabatan yang terbentuk sejak masa sulit tidak selalu berarti kedua orang tersebut akan terus berjalan bersama.
Ada keadaan yang memaksa seseorang mengambil jalan berbeda.
Ada pula perasaan yang tidak mudah disampaikan.
Melalui perjalanan Lail dan Esok, pembaca diajak melihat bahwa cinta tidak selalu berbentuk hubungan yang sederhana.
Ada penantian, pengorbanan, kesalahpahaman, hingga keputusan untuk menerima keadaan.
Tema tersebut membuat Hujan dapat dinikmati bukan hanya sebagai novel fiksi ilmiah, tetapi juga sebagai cerita mengenai kehidupan manusia.
Mengapa Hujan Tetap Menarik Dibicarakan?
Novel Hujan menjadi salah satu karya Tere Liye yang dikenal luas karena memadukan beberapa unsur cerita dalam satu buku.
Ada latar masa depan dengan teknologi canggih. Ada kisah persahabatan yang tumbuh sejak masa kecil.
Ada hubungan antara Lail dan Esok yang berkembang seiring waktu.
Di sisi lain, terdapat pula persoalan tentang kehilangan dan bagaimana manusia berdamai dengan masa lalu.
Baca Juga: Bukan Cuma Enak, Makanan yang Estetik Kini Jadi Daya Tarik Gen Z Sebelum Memutuskan untuk Mencoba
Gramedia sendiri mengategorikan Hujan sebagai novel fiksi ilmiah.
Sinopsis resminya menekankan tema persahabatan, cinta, perpisahan, melupakan, dan hujan.
Perpaduan tersebut membuat novel ini memiliki daya tarik tersendiri.
Pembaca yang menyukai cerita romantis dapat mengikuti perjalanan hubungan Lail dan Esok.
Sementara pembaca yang menyukai fiksi ilmiah dapat menikmati gambaran kehidupan manusia di masa depan.
Pada akhirnya, Hujan bukan hanya cerita tentang dua orang yang saling menyayangi.
Novel ini juga berbicara mengenai bagaimana manusia menjalani kehidupan setelah mengalami kehilangan, bagaimana kenangan membentuk seseorang, serta bagaimana seseorang belajar menerima sesuatu yang tidak dapat diubah.
Karena itu, Hujan tetap menjadi salah satu judul yang menarik untuk dibicarakan ketika membahas karya Tere Liye dan perkembangan novel populer Indonesia.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang