Kenapa Cold Brew Terasa Lebih Smooth? Ini Proses Seduh dan Faktor yang Membentuk Cita Rasanya

Siska Yudianti • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 09:39 WIB
Cold brew bukan cuma kopi yang ditambah es. Proses ekstraksi menggunakan air dingin dalam waktu lama membuat karakter rasanya berbeda dan cenderung lebih smooth. (ilustrasi)
Cold brew bukan cuma kopi yang ditambah es. Proses ekstraksi menggunakan air dingin dalam waktu lama membuat karakter rasanya berbeda dan cenderung lebih smooth. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Cold brew mulai dilirik sebagai salah satu pilihan kopi dingin bagi pencinta kopi.

Berbeda dari kopi yang diseduh panas lalu didinginkan, cold brew dibuat melalui proses ekstraksi dengan air bersuhu rendah dalam waktu yang lebih lama.

Metode tersebut membuat cold brew memiliki karakter rasa yang berbeda dari kopi seduh panas.

Prosesnya umumnya menggunakan metode rendam atau immersion selama beberapa jam sebelum ampas kopi disaring.

Cold brew kemudian disajikan dalam kondisi dingin.

Minuman ini menawarkan sensasi yang lebih menyegarkan sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi pencinta kopi yang ingin mencoba metode seduh lain.

Bukan Sekadar Kopi yang Diberi Es

Cold brew sering kali dianggap sama dengan es kopi biasa.

Padahal, keduanya memiliki proses pembuatan yang berbeda.

Baca Juga: Sering Stres karena Beban Kerja dan Urusan Rumah? Yoga serta Zumba Bisa Jadi Pilihan

Pada es kopi, kopi umumnya diseduh menggunakan air panas terlebih dahulu.

Setelah itu, minuman didinginkan dengan es atau disimpan dalam kondisi dingin.

Sementara itu, cold brew dibuat menggunakan air bersuhu ruang atau air dingin.

Bubuk kopi direndam dalam waktu yang lebih panjang agar senyawa kopi dapat terekstraksi secara perlahan.

Penelitian mengenai cold brew juga menggunakan waktu ekstraksi yang jauh lebih lama dibandingkan seduhan panas.

Perbedaan metode tersebut turut memengaruhi karakter rasa yang dihasilkan.

Karena itu, cold brew bukan sekadar kopi panas yang dibuat dingin.

Metode ekstraksi menjadi salah satu faktor penting yang membentuk cita rasa di dalam gelas.

Cenderung Lebih Smooth

Salah satu karakter yang sering dikaitkan dengan cold brew adalah rasa yang lebih smooth.

Penelitian yang dilakukan tim UC Davis Coffee Center menemukan bahwa kopi yang diseduh dengan metode cold brew dinilai sedikit lebih rendah dalam sensasi pahit, asam, dan rubbery dibandingkan kopi yang diseduh panas.

Cold brew juga dinilai memiliki karakter floral yang lebih terasa.

Hal tersebut dapat membuat cold brew terasa lebih mudah dinikmati bagi sebagian orang.

Namun, bukan berarti setiap cold brew otomatis memiliki rasa yang ringan atau manis.

Karakter akhir minuman tetap dipengaruhi jenis kopi yang digunakan, tingkat sangrai, rasio kopi dan air, waktu ekstraksi, hingga proses penyaringan.

Jadi, pengalaman menikmati cold brew bisa berbeda antara satu kedai dan kedai lainnya.

Proses Seduhnya Lebih Panjang

Jika kopi panas dapat diseduh dalam hitungan menit, cold brew membutuhkan waktu yang jauh lebih panjang.

Bubuk kopi dicampurkan dengan air, kemudian dibiarkan mengalami proses ekstraksi secara perlahan. Durasi pembuatan dapat berbeda tergantung resep dan metode yang digunakan.

Dalam penelitian UC Davis, misalnya, kopi yang menggunakan air bersuhu ruang membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan seduhan panas untuk mencapai tingkat ekstraksi tertentu.

Sampel dengan air yang didinginkan di lemari es membutuhkan waktu lebih panjang lagi.

Setelah proses selesai, kopi disaring untuk memisahkan ampas dari cairan.

Hasil akhirnya bisa langsung diminum atau digunakan sebagai dasar berbagai kreasi minuman kopi dingin.

Jenis Biji Kopi Tetap Berpengaruh

Menariknya, metode cold brew bukan satu-satunya faktor yang menentukan rasa.

Asal biji kopi dan tingkat sangrai juga memiliki pengaruh besar terhadap karakter minuman.

Penelitian tentang cold brew menunjukkan bahwa perbedaan yang muncul akibat asal kopi dan tingkat sangrai dapat lebih besar dibandingkan perbedaan yang hanya disebabkan oleh suhu penyeduhan.

Artinya, pencinta kopi tetap bisa mendapatkan pengalaman rasa yang berbeda meskipun menggunakan metode cold brew yang sama.

Biji dengan karakter tertentu mungkin menghasilkan sensasi buah atau floral.

Sementara kopi dengan tingkat sangrai lebih gelap dapat memberikan karakter rasa yang lebih kuat.

Hal tersebut membuat cold brew menarik untuk dijadikan sarana eksplorasi bagi pencinta kopi.

Bisa Dinikmati dengan Berbagai Cara

Cold brew dapat diminum secara langsung dengan tambahan es. Namun, minuman ini juga cukup fleksibel untuk dikreasikan.

Salah satunya dengan menambahkan susu. Perpaduan tersebut menghasilkan minuman dengan tekstur yang lebih creamy dan karakter rasa yang lebih lembut.

Cold brew juga dapat dipadukan dengan pemanis sesuai selera. Beberapa kedai bahkan menggunakannya sebagai dasar untuk berbagai menu kopi dingin.

Karakter cold brew yang relatif smooth membuatnya cukup mudah dipadukan dengan bahan lain tanpa menghilangkan identitas kopinya.

Bagi konsumen yang ingin menikmati kopi dengan sensasi berbeda, variasi penyajian tersebut bisa menjadi alasan lain untuk mencoba cold brew.

Cocok untuk Menikmati Kopi dengan Sensasi Segar

Popularitas minuman kopi dingin membuat cold brew semakin mudah ditemukan di berbagai kedai kopi.

Minuman ini dapat menjadi pilihan ketika seseorang ingin menikmati kopi dengan sensasi dingin tanpa menggunakan metode seduh panas yang kemudian didinginkan.

Baca Juga: VR46 Bawa Livery Garuda ke Mandalika, MotoGP Indonesia Dapat Penghormatan Khusus

Karakter rasanya yang berbeda juga memberikan pengalaman baru bagi pencinta kopi.

Namun, tidak ada aturan bahwa cold brew pasti lebih enak daripada kopi panas atau es kopi. Preferensi rasa setiap orang tetap berbeda.

Ada yang menyukai karakter kopi panas yang lebih kuat. Ada pula yang lebih menikmati sensasi cold brew yang terasa smooth dan menyegarkan.

Pada akhirnya, daya tarik cold brew terletak pada proses dan karakter yang dihasilkannya.

Bukan hanya karena disajikan dalam kondisi dingin, tetapi karena kopi tersebut memang diekstraksi dengan metode yang berbeda.

Bagi pencinta kopi yang ingin mencoba sesuatu di luar kopi seduh panas atau es kopi biasa, cold brew bisa menjadi salah satu pilihan menarik.

Terlebih, jenis biji, tingkat sangrai, dan metode ekstraksi yang berbeda dapat memberikan pengalaman rasa yang tidak selalu sama.

Jadi, kalau biasanya menikmati kopi dengan seduhan panas, tidak ada salahnya sesekali mencoba cold brew dan melihat sendiri perbedaan karakter rasanya.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
cara membuat cold brew cold brew cold brew coffee kopi dingin perbedaan cold brew dan es kopi