RADARBONANG.ID – Self-care tidak selalu harus identik dengan skincare, pergi ke coffee shop, atau mengambil waktu untuk beristirahat dari rutinitas.
Bagi sebagian Gen Z, aktivitas sederhana seperti merangkai bunga juga bisa menjadi cara menikmati waktu sendiri sekaligus membuat suasana terasa lebih menyenangkan.
Flower arrangement atau seni merangkai bunga menawarkan aktivitas yang membutuhkan perhatian pada warna, bentuk, komposisi, dan detail.
Proses tersebut membuat seseorang perlu fokus pada apa yang sedang dikerjakan, bukan sekadar mengejar hasil akhir.
Aktivitas ini juga bisa dilakukan di rumah tanpa membutuhkan peralatan yang terlalu rumit.
Karena itu, merangkai bunga mulai menarik perhatian sebagai salah satu kegiatan kreatif yang dapat menjadi bagian dari rutinitas self-care.
Merangkai Bunga Membutuhkan Fokus
Ketika merangkai bunga, seseorang perlu memilih batang yang sesuai, memotong bagian tertentu, menentukan posisi bunga, kemudian mengatur keseimbangan antara bunga utama dan elemen pendukung.
Baca Juga: Kabar Gembira dari Way Kambas, Ratu dan Delilah Bunting di Tengah Ancaman Kepunahan Badak Sumatera
Aktivitas sederhana tersebut membuat perhatian tertuju pada satu kegiatan dalam satu waktu.
Bagi orang yang sehari-hari terbiasa berpindah dari satu notifikasi ke notifikasi lain, momen seperti ini bisa terasa berbeda.
Ada proses memilih, mencoba, mengubah posisi, lalu melihat kembali hasil rangkaian.
Aktivitas tersebut membuat seseorang memiliki ruang untuk melakukan sesuatu secara perlahan.
Penelitian mengenai aktivitas hortikultura juga menemukan bahwa kegiatan seperti merangkai bunga dapat memberikan manfaat pemulihan dari stres dan kelelahan.
Dalam sebuah penelitian terhadap 48 anak usia sekolah, flower arrangement termasuk aktivitas yang menunjukkan manfaat pemulihan fisiologis setelah kondisi stres.
Namun, hasil penelitian tersebut tidak berarti merangkai bunga bisa menjadi solusi untuk seluruh persoalan kesehatan mental.
Aktivitas kreatif lebih tepat dipandang sebagai salah satu kegiatan yang dapat membantu menciptakan pengalaman positif.
Bukan Sekadar Mengejar Hasil yang Cantik
Dalam tren self-care, pengalaman melakukan aktivitas terkadang sama pentingnya dengan hasil akhirnya.
Merangkai bunga memberikan kesempatan untuk melakukan sesuatu secara perlahan.
Mulai dari memilih bunga, membersihkan batang, menentukan kombinasi warna, hingga mencari posisi yang dianggap paling pas.
Hasil akhirnya memang bisa mempercantik ruangan. Namun, proses menuju hasil tersebut juga menjadi bagian menarik dari aktivitas ini.
Rangkaian yang tidak sempurna pun tidak selalu menjadi masalah.
Justru salah satu daya tarik flower arrangement adalah kebebasan untuk bereksperimen.
Bunga dengan ukuran berbeda dapat ditempatkan dalam satu wadah.
Warna yang tidak sepenuhnya seragam juga bisa menghasilkan tampilan yang menarik.
Tidak ada tuntutan bahwa setiap rangkaian harus terlihat seperti hasil karya florist profesional.
Ada Unsur Kreativitas di Dalamnya
Flower arrangement memberikan ruang bagi seseorang untuk bereksperimen dengan selera pribadi.
Ada yang menyukai rangkaian bunga dengan warna pastel dan bentuk minimalis.
Ada pula yang lebih menyukai bunga berwarna cerah dengan susunan yang terlihat lebih bebas.
Bagi Gen Z yang dekat dengan konsep personal style, merangkai bunga bisa menjadi bentuk ekspresi yang tidak jauh berbeda dengan memilih outfit, menghias kamar, atau membuat konten.
Warna, bentuk, tekstur, dan ukuran dapat dikombinasikan sesuai karakter masing-masing.
Tidak ada satu formula yang harus selalu digunakan. Selama komposisinya terlihat menarik dan sesuai selera, sebuah rangkaian bunga sudah memiliki karakter tersendiri.
Aktivitas kreatif seperti ini juga sejalan dengan sejumlah penelitian yang melihat hubungan antara kegiatan seni dan kreativitas dengan kesejahteraan psikologis. Namun, efeknya tetap dapat berbeda pada setiap orang.
Bisa Dimulai dengan Bunga Sederhana
Menariknya, memulai hobi ini tidak harus dengan membeli banyak bunga mahal.
Bunga yang tersedia di toko bunga lokal atau jenis bunga yang mudah ditemukan dapat digunakan untuk latihan.
Tambahkan dedaunan atau filler flower agar rangkaian terlihat lebih penuh.
Wadahnya pun tidak harus selalu berupa vas khusus.
Botol kaca, gelas, atau wadah sederhana yang tersedia di rumah dapat digunakan selama ukurannya sesuai dan mampu menahan rangkaian.
Cara tersebut membuat flower arrangement lebih mudah dicoba tanpa harus langsung mengeluarkan banyak biaya.
Bagi pemula, fokusnya bukan menghasilkan rangkaian yang sempurna.
Cukup mulai dengan beberapa tangkai bunga dan mencoba berbagai susunan.
Dari percobaan sederhana itu, seseorang bisa perlahan menemukan warna, bentuk, dan gaya rangkaian yang paling disukai.
Aktivitas Offline di Tengah Rutinitas Digital
Gen Z tumbuh dalam lingkungan yang sangat dekat dengan smartphone dan media sosial.
Karena itu, aktivitas offline yang sederhana justru bisa terasa menarik.
Merangkai bunga dapat menjadi salah satu pilihan ketika ingin mengurangi waktu menatap layar tanpa harus melakukan kegiatan yang terlalu berat.
Tidak perlu menetapkan target bahwa satu rangkaian harus selesai dalam waktu tertentu.
Proses memilih bunga dan menyusunnya bisa dilakukan sambil mendengarkan musik atau podcast.
Jika hasil akhirnya bagus, rangkaian tersebut juga bisa digunakan untuk mempercantik meja kerja, kamar tidur, atau sudut rumah.
Bahkan, proses merangkai bunga sendiri dapat menjadi aktivitas yang menyenangkan untuk didokumentasikan.
Hasilnya bisa difoto, dibuat menjadi video pendek, atau dibagikan sebagai inspirasi dekorasi.
Namun, menarik untuk dinikmati secara langsung, bukan hanya untuk mendapatkan konten.
Ketika Self-Care Tidak Harus Rumit
Pada akhirnya, self-care tidak memiliki bentuk yang sama untuk semua orang.
Bagi sebagian orang, self-care mungkin berarti tidur cukup atau berolahraga.
Baca Juga: Indonesia Emas 2045 dari Kacamata Gen Alpha, Singgung Pentingnya Kepedulian Anak Muda
Bagi yang lain, aktivitas kreatif seperti memasak, menggambar, merajut, berkebun, hingga merangkai bunga bisa menjadi cara untuk menikmati waktu pribadi.
Penelitian mengenai horticultural therapy pada mahasiswa juga menunjukkan bahwa kegiatan berbasis tanaman, termasuk flower arrangement, berpotensi memberikan dampak positif terhadap aspek seperti keseimbangan emosi, kepuasan hidup, dan makna hidup.
Meski begitu, merangkai bunga bukan pengganti bantuan profesional ketika seseorang menghadapi masalah kesehatan mental yang membutuhkan penanganan.
Aktivitas ini lebih tepat dilihat sebagai salah satu pilihan untuk mengisi waktu dengan kegiatan kreatif dan menyenangkan.
Jadi, apakah merangkai bunga benar-benar bisa membuat pikiran lebih tenang?
Jawabannya bisa berbeda pada setiap orang. Aktivitas ini tidak otomatis menghilangkan stres, tetapi proses yang fokus, kreatif, dan dilakukan tanpa terburu-buru dapat menjadi pengalaman menyenangkan bagi sebagian orang.
Yang terpenting bukan seberapa mahal bunga yang digunakan atau seberapa sempurna hasilnya.
Justru, nilai self-care bisa muncul ketika seseorang memberikan dirinya kesempatan untuk berhenti sejenak, melakukan sesuatu yang disukai, dan menikmati proses tanpa harus selalu menghasilkan sesuatu yang sempurna.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang