Dikira Kucing Biasa, Hewan Peliharaan Warga Bolivia Ini Ternyata Spesies Baru Setelah 100 Tahun

Redaksi Radar Bonang • Dipublikasikan Kamis, 1 Oktober 2026 | 14:38 WIB
Leopardus tilcayo, spesies kucing liar baru dari Bolivia yang menjadi spesies kucing hidup pertama yang dideskripsikan ilmuwan dalam lebih dari 100 tahun. (YouTube.com/ InsideEdition)
Leopardus tilcayo, spesies kucing liar baru dari Bolivia yang menjadi spesies kucing hidup pertama yang dideskripsikan ilmuwan dalam lebih dari 100 tahun. (YouTube.com/ InsideEdition)

RADARBONANG.ID - Seekor hewan yang sempat dipelihara warga Bolivia selama sekitar satu tahun karena dikira kucing biasa ternyata merupakan spesies kucing liar yang sebelumnya belum pernah dideskripsikan secara ilmiah.

Spesies tersebut kemudian diberi nama ilmiah Leopardus tilcayo atau tilcayo.

Penemuan ini menjadi perhatian dalam dunia zoologi karena disebut sebagai spesies kucing liar baru pertama yang dideskripsikan ilmuwan dalam lebih dari 100 tahun.

Kisah penemuan tersebut bermula ketika seorang warga Bolivia menemukan seekor anak kucing di dekat kawasan hutan.

Baca Juga: Bukan Hanya Manusia, Hewan Ternyata Juga Suka Menatap Laut untuk Menenangkan Pikiran

Mengira hewan itu merupakan kucing domestik yang tersesat, warga tersebut membawanya pulang dan merawatnya selama kurang lebih satu tahun.

Namun, seiring waktu, pemiliknya menyadari bahwa hewan tersebut memiliki penampilan dan perilaku yang berbeda dari kucing rumahan.

Hewan itu kemudian diserahkan ke suaka margasatwa Senda Verde di Bolivia.

Penemuan tersebut selanjutnya menarik perhatian para peneliti, termasuk National Geographic Explorer Paola Nogales-Ascarrunz.

Penelitian genetik yang hasilnya dipublikasikan dalam jurnal Current Biology kemudian memastikan bahwa hewan tersebut merupakan spesies yang sebelumnya belum dideskripsikan.

Dikutip dari kanal YouTube Inside Edition, penemuan tersebut menjadi salah satu tonggak penting dalam penelitian keluarga kucing.

"Studi oleh Current Biology menyatakan ini merupakan spesies baru pertama dari famili felid atau keluarga kucing dalam 100 tahun terakhir," urai narasi dalam kanal YouTube Inside Edition.

Kucing Liar Berukuran Lebih Kecil dari Kucing Rumahan

Leopardus tilcayo disebut sebagai spesies kucing hidup pertama yang secara resmi dideskripsikan ilmuwan sejak 1923.

Identifikasi tersebut dilakukan melalui analisis genom terhadap puluhan sampel kucing liar dari berbagai wilayah Amerika Selatan.

Spesies ini diketahui hidup di kawasan hutan awan Yungas, Bolivia. Wilayah tersebut dikenal memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi.

Dari segi ukuran, tilcayo bahkan lebih kecil dibandingkan rata-rata kucing rumahan.

Hewan ini memiliki wajah yang cenderung membulat, telinga bulat, ekor panjang, serta pola tutul berukuran besar yang menyerupai macan tutul dalam ukuran mini.

Karakteristik tersebut menjadi pembeda dari kerabat dekatnya dalam kelompok tiger cat.

Meski identitas spesiesnya telah dipastikan, pengetahuan ilmuwan mengenai kehidupan tilcayo di alam liar masih sangat terbatas.

Para peneliti masih berusaha mengetahui jumlah populasinya, kebiasaan, hingga wilayah persebarannya. Kamera jebak juga dipasang di habitat aslinya untuk mencari keberadaan individu lain.

Penemuan Tilcayo Buka Peluang Temuan Baru

"Para peneliti berharap ini hanyalah yang pertama dari lebih banyak penemuan kucing liar lainnya, yang akan memberikan dampak nyata bagi upaya konservasi," lanjut narasi tersebut.

Harapan tersebut muncul karena masih terdapat kawasan hutan tropis yang belum diteliti secara menyeluruh.

Penemuan Leopardus tilcayo menunjukkan bahwa kelompok hewan yang telah lama menjadi objek penelitian pun masih dapat menyimpan spesies yang belum dikenali secara ilmiah.

Selain menambah daftar keanekaragaman hayati dunia, penemuan tersebut juga dapat memperkuat perhatian terhadap kawasan hutan Yungas yang menghadapi ancaman deforestasi dan kerusakan habitat.

Perlindungan habitat menjadi bagian penting dalam upaya konservasi tilcayo.

Dengan habitat yang tetap terjaga, spesies tersebut diharapkan dapat bertahan dan berkembang di alam liar sekaligus membuka peluang bagi ilmuwan untuk mempelajari lebih jauh kehidupan kucing liar yang baru ditemukan tersebut. (*)

Editor : Shafa Dina Hayuning Mentari
bolivia tilcayo tiger cat kucing