RADARBONANG.ID - Secangkir kopi yang dipesan setiap hari ternyata bisa menjadi sesuatu yang menarik untuk dibahas.
Bukan hanya soal rasa, tingkat pahit, atau tambahan susu dan gula, pilihan minuman tersebut disebut dapat memberikan gambaran mengenai kecenderungan karakter seseorang.
Kopi hitam dan latte, misalnya, memiliki karakter rasa yang sangat berbeda.
Kopi hitam menawarkan rasa yang lebih kuat dan sederhana, sedangkan latte memberikan sensasi lebih lembut karena adanya campuran susu.
Perbedaan tersebut kemudian menjadi bahan pembahasan dalam psikologi populer.
Sejumlah sumber mengaitkan pilihan kopi dengan pola pikir, kebiasaan, hingga cara seseorang berinteraksi dengan lingkungan.
Baca Juga: Makanan Mini Makin Viral di Kalangan Gen Z, Bukan Cuma Lucu tapi Bikin Pengalaman Makan Lebih Seru
Namun, hubungan tersebut tidak berarti pilihan kopi dapat digunakan untuk menentukan kepribadian seseorang secara mutlak.
Karakter manusia jauh lebih kompleks daripada sekadar minuman favorit.
Peminum Kopi Hitam Disebut Lebih Praktis
Orang yang terbiasa memesan kopi hitam sering digambarkan sebagai pribadi yang lugas dan menyukai kesederhanaan.
Mereka cenderung menikmati kopi tanpa tambahan gula, susu, krim, atau berbagai perasa lain.
Pilihan tersebut kemudian dikaitkan dengan kecenderungan menyukai sesuatu yang praktis dan tidak berlebihan.
Dalam artikel yang diterbitkan JawaPos.com, psikolog klinis Dr. Ramani Durvasula disebut menemukan bahwa kelompok penikmat kopi hitam cenderung memegang nilai tradisional dan berorientasi pada tujuan.
Mereka juga digambarkan sebagai pribadi yang fokus terhadap hasil akhir.
Karakter tersebut membuat penyuka kopi hitam kerap diasosiasikan dengan sosok yang tidak suka terlalu banyak basa-basi.
Ketika menginginkan sesuatu, mereka dianggap lebih nyaman mengambil pilihan yang sederhana dan langsung menuju tujuan.
Sederhana Bukan Berarti Tidak Punya Pertimbangan
Meski terlihat sederhana, pilihan kopi hitam tidak selalu berarti seseorang mengambil keputusan tanpa pertimbangan.
Bagi sebagian penikmat kopi, justru ada perhatian terhadap detail di balik secangkir kopi hitam.
Jenis biji, tingkat sangrai, metode seduh, suhu air, hingga aroma dapat menjadi bagian dari pengalaman menikmati kopi.
Karena itu, kesederhanaan tampilan tidak selalu menggambarkan kesederhanaan karakter.
Seseorang bisa saja menyukai kopi hitam karena ingin merasakan karakter asli biji kopi tanpa tambahan rasa lain.
Dalam konteks kepribadian, kecenderungan tersebut kemudian sering dikaitkan dengan sikap yang lebih praktis dan menghargai sesuatu apa adanya.
Pencinta Latte Lebih Menyukai Kenyamanan
Berbeda dengan kopi hitam, latte memiliki karakter rasa yang lebih lembut karena menggunakan campuran espresso dan susu.
Dalam berbagai pembahasan mengenai kepribadian berdasarkan pilihan kopi, pencinta latte sering digambarkan sebagai sosok yang santai, fleksibel, dan menyukai kenyamanan.
Pilihan tersebut juga dikaitkan dengan orang yang lebih menikmati keseimbangan dalam menjalani aktivitas sehari-hari.
Mereka tidak selalu mencari pengalaman dengan rasa yang ekstrem.
Sebaliknya, perpaduan kopi dan susu memberikan rasa yang lebih ringan sehingga mudah diterima oleh banyak orang.
Dalam konteks sosial, pencinta latte juga kerap digambarkan sebagai pribadi yang ramah dan mudah beradaptasi.
Suka Latte Bisa Dikaitkan dengan Sisi Kreatif
Latte juga memiliki karakter visual yang berbeda karena minuman tersebut kerap disajikan dengan latte art.
Pola berbentuk hati, bunga, hingga desain yang lebih rumit membuat latte tidak hanya menarik dari sisi rasa, tetapi juga tampilan.
Karena itu, sejumlah sumber mengaitkan pencinta latte dengan kecenderungan menyukai kreativitas dan pengalaman baru.
Mereka dianggap lebih terbuka terhadap variasi karena latte dapat dikombinasikan dengan berbagai bahan tambahan.
Mulai dari sirup vanila, karamel, hazelnut hingga berbagai topping dapat mengubah karakter minuman tersebut.
Kebiasaan mencoba variasi inilah yang kemudian sering dihubungkan dengan sifat fleksibel dan senang bereksperimen.
Pilihan Kopi Tidak Bisa Menentukan Seseorang
Meski menarik sebagai bahan hiburan, hubungan antara pilihan kopi dan kepribadian sebaiknya tidak dianggap sebagai tes psikologi yang mutlak.
Pilihan seseorang terhadap kopi bisa dipengaruhi banyak hal.
Harga, kebiasaan, kondisi kesehatan, pengalaman sebelumnya, budaya minum kopi, hingga sekadar selera lidah dapat memengaruhi keputusan tersebut.
Seseorang yang biasanya memesan kopi hitam juga bisa memilih latte ketika sedang ingin menikmati minuman yang lebih manis.
Begitu pula dengan penikmat latte yang suatu hari memilih espresso atau kopi hitam karena sedang membutuhkan rasa kopi yang lebih kuat.
Artinya, pilihan minuman dapat berubah mengikuti situasi.
Ada Pula Hubungan dengan Respons terhadap Kafein
Selain pembahasan mengenai karakter, artikel JawaPos.com juga mengutip penelitian Northwestern University yang dikaitkan dengan perbedaan cara tubuh memproses kafein.
Penulis studi, Marilyn Cornelis, disebut menemukan adanya hubungan antara preferensi terhadap kopi hitam atau cokelat pahit dengan proses metabolisme kafein.
Kelompok tertentu disebut dapat memproses kafein lebih cepat.
Namun, temuan mengenai metabolisme kafein tidak dapat digunakan untuk menyimpulkan kepribadian seseorang hanya berdasarkan minuman yang mereka pesan.
Faktor biologis, kebiasaan konsumsi, dosis kafein, dan kondisi individu tetap perlu diperhitungkan.
Jadi, Kamu Tim Kopi Hitam atau Latte?
Pada akhirnya, kopi hitam dan latte sama-sama memiliki penggemarnya.
Penyuka kopi hitam sering digambarkan sebagai pribadi yang praktis, lugas, dan berorientasi pada tujuan.
Sementara itu, pencinta latte kerap dikaitkan dengan karakter yang lebih santai, fleksibel, dan menyukai kenyamanan.
Baca Juga: Sering Cek Ponsel Setiap Ada Notifikasi? Kebiasaan Sepele Ini Bisa Membuat Fokusmu Terpecah
Gambaran tersebut dapat menjadi bahan seru untuk mengenali kebiasaan diri sendiri maupun teman.
Namun, jangan langsung menilai seseorang hanya dari pesanannya di kedai kopi.
Sebab, kepribadian manusia dibentuk oleh banyak faktor dan tidak bisa diringkas hanya melalui satu pilihan minuman.
Jadi, kalau hari ini kamu memesan kopi hitam, mungkin kamu memang menyukai sesuatu yang sederhana.
Kalau memilih latte, bisa jadi kamu sedang ingin menikmati sesuatu yang lebih lembut.
Atau mungkin sebenarnya kamu hanya sedang ingin minum kopi.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : jawapos.com