RADARBONANG.ID – Pestapora 2026 memang sudah berakhir. Namun, tiga hari festival musik yang digelar di Jakarta itu masih menyisakan banyak cerita.
Bukan hanya soal siapa yang tampil dan lagu apa yang dibawakan. Sejumlah momen spontan, comeback musisi, kolaborasi tak terduga, hingga aksi kocak di atas panggung ikut menjadi bagian dari pengalaman penonton.
Pestapora 2026 berlangsung pada 25-27 September 2026 di Gambir Expo dan Hall D2 JIEXPO Kemayoran, Jakarta.
Mengusung konsep One Stop Celebration, festival tersebut menghadirkan sekitar 330 penampil yang tersebar di 19 area pertunjukan.
Musisi dari berbagai genre dan generasi hadir dalam satu rangkaian acara. Tidak hanya itu, Pestapora juga mempertemukan sejumlah kolaborasi yang membuat penonton mendapatkan pengalaman berbeda di setiap panggung.
Berikut tujuh momen yang menarik perhatian dari Pestapora 2026.
Baca Juga: Timnas Indonesia Imbang Lawan Malaysia, Nama Shin Tae-yong Kembali Menggema di Tengah Suporter SUGBK
1. Syahrini Akhirnya Kembali ke Panggung
Salah satu momen paling mencuri perhatian datang pada hari terakhir Pestapora 2026.
Syahrini kembali tampil di atas panggung setelah sekitar tujuh tahun vakum dari pertunjukan off air.
Comeback tersebut menjadi salah satu penampilan yang cukup dinantikan karena selama masa vakum, Syahrini lebih banyak memilih fokus pada keluarga.
Kehadiran penyanyi yang dikenal dengan gaya panggung khas tersebut membuat penampilan di Pestapora terasa berbeda.
Salah satu lagu yang dibawakan adalah “Kau Yang Utama”. Lagu tersebut dipersembahkan Syahrini secara khusus untuk sang suami, Reino Barack, yang hadir menyaksikan penampilannya dari area penonton.
Penonton bahkan sempat meminta Reino naik ke atas panggung.
Namun, Syahrini justru menanggapi permintaan tersebut dengan candaan dan meminta sang suami tetap berada di bawah panggung.
Momen itu menjadi salah satu bagian yang membuat comeback Syahrini semakin menarik perhatian.
2. Adrian Khalif dan NPD Jadi Kejutan
Kejutan tidak berhenti pada kembalinya Syahrini.
Penampilannya juga semakin ramai karena menghadirkan Adrian Khalif dan NPD sebagai kolaborator.
Adrian Khalif muncul setelah Syahrini membawakan “Jangan Memilih Aku”. Keduanya kemudian berduet membawakan “Alamak”.
Setelah itu, NPD ikut naik ke atas panggung dan membawakan “Sempurnanya Aku”.
Ketiganya kemudian kembali tampil bersama dalam “Jangan Memilih Aku”.
Secara keseluruhan, Syahrini membawakan sekitar 11 lagu dalam penampilannya di Pestapora 2026.
Dengan kombinasi lagu, kolaborasi, dan interaksi bersama penonton, penampilannya menjadi salah satu bagian yang paling ramai dibicarakan dari festival tersebut.
3. Gimik Syahrini Bikin Suasana Makin Ramai
Selain lagu dan kolaborasi, gaya Syahrini saat berinteraksi dengan penonton juga menjadi hiburan tersendiri.
Salah satu momen terjadi ketika penyanyi tersebut merasa kehausan dan mencari minuman yang telah disiapkan untuknya.
Cara Syahrini menyampaikan permintaan tersebut membuat situasi di atas panggung terasa lebih santai.
Kru bahkan beberapa kali harus naik turun panggung untuk memenuhi kebutuhan sang penyanyi selama penampilan berlangsung.
Hal-hal spontan seperti itu membuat penampilan Syahrini tidak hanya berisi rangkaian lagu.
Interaksi kecil dengan kru dan penonton justru menjadi bagian yang membuat suasana panggung terasa lebih hidup.
Bagi penonton, momen semacam ini juga memberikan pengalaman berbeda dibandingkan sekadar menyaksikan pertunjukan dari awal sampai akhir.
4. Adam Suseno Naik Panggung Bersama Inul
Momen tak kalah menarik muncul pada hari kedua ketika Inul Daratista tampil di Pestapora 2026.
Inul mengajak sang suami, Adam Suseno, untuk naik ke atas panggung.
Kehadiran Adam langsung membuat penonton memberikan respons.
Namun, bagian paling menghibur justru terjadi ketika Inul meminta suaminya memberikan komentar kepada penonton.
Alih-alih memberikan komentar panjang, Adam justru bertanya singkat, “Udah makan belum?”
Pertanyaan sederhana tersebut langsung mengundang tawa penonton.
Setelah didesak Inul, Adam akhirnya menyampaikan ucapan terima kasih kepada penonton sebelum meninggalkan panggung.
Interaksi singkat tersebut menjadi salah satu momen spontan yang membuat suasana Pestapora semakin berwarna.
5. Fourtwnty Bertemu Erwin Gutawa Orchestra
Pestapora 2026 juga menghadirkan kolaborasi dengan karakter musik yang berbeda.
Erwin Gutawa Orchestra tampil bersama sejumlah musisi dalam tiga hari penyelenggaraan festival.
Pada hari pertama, orkestra tersebut tampil bersama Ardhito Pramono dan Danilla.
Hari kedua menghadirkan Fourtwnty, sedangkan hari ketiga diisi kolaborasi bersama Afgan.
Kolaborasi Fourtwnty dengan Erwin Gutawa Orchestra menjadi salah satu yang menarik perhatian.
Apalagi, Fourtwnty tampil setelah menjalani masa hiatus.
Perpaduan karakter musik Fourtwnty dengan aransemen orkestra memberikan warna berbeda dalam festival yang menghadirkan ratusan penampil tersebut.
Kolaborasi seperti ini juga menunjukkan bagaimana Pestapora tidak hanya mengandalkan penampilan individu, tetapi mencoba mempertemukan karakter musik yang berbeda dalam satu panggung.
6. Musisi Korea Selatan Ikut Meramaikan Pestapora
Pestapora 2026 juga membawa cerita baru dengan hadirnya musisi internasional.
Dua band asal Korea Selatan, Tuesday Beach Club dan Mombrimz, tampil pada hari pertama.
Keduanya menjadi bagian dari penampil internasional yang untuk pertama kalinya dibawa Pestapora.
Tidak hanya dari Korea Selatan, musisi Jepang Luby Sparks juga dijadwalkan tampil pada hari ketiga.
Kehadiran musisi dari luar negeri memberikan warna tambahan bagi festival yang mayoritas diisi oleh musisi Indonesia.
Penonton pun memiliki kesempatan untuk menikmati karakter musik yang berbeda tanpa harus meninggalkan area festival.
7. Satu Festival, Banyak Generasi dan Cerita
Momen terakhir justru tidak berasal dari satu panggung tertentu.
Pestapora 2026 menjadi ruang pertemuan berbagai generasi musik Indonesia.
Nama-nama seperti Sheila On 7, Rhoma Irama & Soneta, God Bless, Tulus, Dewa 19 feat Ello, Bernadya, hingga Sal Priadi hadir dalam rangkaian festival.
Ada pula kolaborasi Kerispatih dengan Sammy Simorangkir, Killing Me Inside Reunion, Tipe-X Orcheska, serta berbagai penampilan lainnya.
Dengan sekitar 330 penampil yang tersebar di 19 area, pengalaman setiap pengunjung tentu tidak sama.
Ada yang datang sejak awal demi menyaksikan musisi favorit.
Ada pula yang awalnya hanya ingin menonton satu penampil, tetapi justru menemukan musisi lain yang akhirnya menarik perhatian.
Sebagian pengunjung mungkin lebih menikmati kolaborasi, sementara lainnya datang untuk merasakan suasana festival bersama teman.
Tiga Hari Berakhir, Ceritanya Masih Berlanjut
Pestapora 2026 akhirnya selesai setelah tiga hari menghadirkan berbagai pertunjukan.
Namun, festival tersebut meninggalkan lebih dari sekadar daftar nama musisi.
Baca Juga: John Herdman Beri Pesan Usai Indonesia Ditahan Malaysia, Benarkah Isyarat Bakal Mundur?
Ada comeback Syahrini setelah tujuh tahun, kejutan bersama Adrian Khalif dan NPD, aksi spontan Adam Suseno bersama Inul, hingga pertemuan Fourtwnty dengan Erwin Gutawa Orchestra.
Kehadiran musisi Korea Selatan dan Jepang juga memberikan warna baru dalam festival.
Sementara itu, pertemuan musisi lintas generasi membuat Pestapora terasa seperti ruang besar untuk merayakan berbagai warna musik Indonesia.
Bagi penonton, tiga hari mungkin terasa singkat.
Namun, momen yang muncul dari berbagai panggung bisa menjadi cerita yang jauh lebih panjang.
Sebab, dalam festival musik seperti Pestapora, pengalaman tidak selalu hanya datang dari penampilan yang memang sudah ditunggu.
Terkadang, justru momen spontan yang tidak direncanakan menjadi bagian yang paling lama diingat setelah lampu panggung terakhir dimatikan.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang