Berawal dari Iseng Aransemen Lagu, Winky Wiryawan Kini Punya Proyek Baru Neo Funk Therapy

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Senin, 28 September 2026 | 08:37 WIB
Berawal dari eksperimen mengaransemen lagu favorit, Winky Wiryawan dan Panji Ndrio kini membawa Neo Funk Therapy ke level profesional bersama Bowie Champa. (instagram.com/winkywiryawan912)
Berawal dari eksperimen mengaransemen lagu favorit, Winky Wiryawan dan Panji Ndrio kini membawa Neo Funk Therapy ke level profesional bersama Bowie Champa. (instagram.com/winkywiryawan912)

RADARBONANG.ID - Bermula dari iseng mengaransemen ulang lagu-lagu yang sudah dikenal publik, Winky Wiryawan dan Panji Ndrio akhirnya membawa eksperimen musik mereka ke level yang lebih serius.

Keduanya kini membentuk proyek musik baru bernama Neo Funk Therapy atau NFT bersama drummer dan musisi senior Bowie Champa.

Neo Funk Therapy resmi memperkenalkan diri melalui single perdana bertajuk “Kita Ke Sana – NFT Remix”, sebuah versi baru dari lagu milik Hindia yang mereka olah dengan pendekatan musik funk.

Menariknya, perjalanan NFT tidak diawali dengan target komersial besar.

Winky dan Panji sebelumnya memang kerap bereksperimen dengan lagu-lagu favorit dan membagikan hasil aransemen tersebut melalui media sosial.

Respons positif dari pendengar kemudian membuat eksperimen tersebut berkembang.

Dari yang awalnya hanya mengaransemen lagu untuk bersenang-senang, muncul gagasan untuk membentuk sebuah unit musik dengan identitas dan rilisan resmi.

Dari Eksperimen Iseng Jadi Grup Musik

Neo Funk Therapy lahir dari pertemuan dua kebiasaan bermusik Winky Wiryawan dan Panji Ndrio.

Baca Juga: Apple Podcasts Segera Dukung Video Eksklusif untuk Pelanggan Berbayar, Kreator Bisa Tawarkan Konten

Keduanya memiliki ketertarikan untuk mengolah kembali lagu yang sudah dikenal pendengar dengan pendekatan funk.

Materi cover dan remix yang mereka tampilkan di media sosial ternyata mendapatkan respons positif.

Respons tersebut menjadi salah satu alasan proyek itu kemudian dibawa ke arah yang lebih serius.

Kehadiran Bowie Champa membuat formasi NFT semakin lengkap.

Pengalaman Bowie sebagai drummer dan musisi senior memberikan warna berbeda dalam proses eksplorasi musik mereka.

Ketiga personel tersebut kemudian mengembangkan konsep yang tidak ingin terpaku pada satu genre.

Funk menjadi fondasi utama, tetapi mereka membuka ruang untuk memasukkan berbagai elemen musik lain, mulai dari disco, house, rock hingga psychedelic.

Dengan pendekatan tersebut, Neo Funk Therapy ingin memiliki karakter musik yang lebih cair dan tidak terjebak dalam batasan genre.

“Kita Ke Sana” Jadi Pilihan untuk Debut

Untuk memperkenalkan Neo Funk Therapy secara resmi, mereka memilih lagu “Kita Ke Sana” milik Hindia.

Pilihan tersebut bukan tanpa alasan. Lagu itu sebelumnya sudah pernah mereka bawakan dalam format cover dan mendapat perhatian dari penonton.

Versi baru yang dibuat NFT tetap mempertahankan esensi lagu aslinya, tetapi mendapatkan sentuhan berbeda melalui groove dan pendekatan funk.

Hasilnya, “Kita Ke Sana – NFT Remix” hadir dengan atmosfer yang lebih enerjik dan playful.

Bagi NFT, tantangannya bukan sekadar mengubah aransemen lagu yang sudah dikenal.

Mereka juga harus memastikan karakter baru yang diberikan tidak menghilangkan identitas karya aslinya.

“Mengambil sesuatu yang sudah familiar bagi pendengar, kemudian membawanya ke dalam dunia Neo Funk Therapy tanpa kehilangan karakter dari karya aslinya,” ujar personel NFT mengenai pendekatan mereka dalam mengolah sebuah lagu.

Menariknya, versi remix tersebut telah mendapatkan izin resmi untuk diolah dan dirilis secara profesional.

Winky Bawa Pengalaman di Dunia Elektronik

Komposisi personel Neo Funk Therapy membuat proyek ini memiliki latar belakang musikal yang cukup beragam.

Winky Wiryawan selama ini dikenal sebagai DJ dan musisi yang lama berkecimpung dalam skena musik elektronik.

Sementara itu, Bowie Champa membawa pengalaman sebagai drummer sekaligus musisi senior.

Panji Ndrio kemudian melengkapi formasi tersebut dalam proses eksplorasi musikal yang menjadi identitas NFT.

Perbedaan latar belakang tersebut justru menjadi bagian dari konsep mereka.

Funk digunakan sebagai titik awal, tetapi bukan berarti menjadi batas akhir eksplorasi.

Mereka masih membuka kemungkinan untuk memasukkan berbagai karakter musik lain ke dalam karya-karya berikutnya.

Pendekatan tersebut membuat NFT tidak ingin sekadar dikenal sebagai grup yang memainkan funk.

Mereka ingin menjadikan funk sebagai fondasi untuk mengeksplorasi berbagai warna musik.

Resmi Rilis di Bawah HALOS Records

“Kita Ke Sana – NFT Remix” menjadi penanda resmi perjalanan Neo Funk Therapy di industri musik.

Single tersebut dirilis di bawah naungan HALOS Records pada Jumat, 25 September 2026 dan tersedia di berbagai platform streaming digital.

Rilisan perdana ini sekaligus menjadi cara NFT memperkenalkan konsep musik mereka kepada pendengar yang lebih luas.

Perjalanan grup tersebut juga tidak berhenti pada satu lagu.

Baca Juga: Cara Membuat Accordion Potato, Kentang Goreng Kekinian yang Renyah dengan Bahan Sederhana

Neo Funk Therapy telah menyiapkan materi lanjutan yang masih membawa semangat eksplorasi lintas genre.

Bagi proyek yang awalnya hanya berangkat dari eksperimen sederhana, perubahan tersebut menjadi perjalanan yang cukup menarik.

Winky dan Panji awalnya hanya mengaransemen ulang lagu-lagu yang mereka sukai.

Setelah mendapatkan respons dari pendengar, eksperimen itu berkembang menjadi sebuah proyek musik.

Kini, bersama Bowie Champa, mereka membawa Neo Funk Therapy sebagai unit musik resmi dengan identitas yang lebih jelas.

“Kita Ke Sana – NFT Remix” pun menjadi langkah pertama untuk melihat sejauh mana eksperimen tersebut dapat berkembang.

Bukan tidak mungkin, lagu-lagu berikutnya akan membawa eksplorasi yang lebih jauh dari sekadar funk.

Sebab sejak awal, Neo Funk Therapy memang dibangun dari gagasan untuk tidak terlalu membatasi musik pada satu kotak genre.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : jawapos.com
Neo Funk Therapy Winky Wiryawan Panji Ndrio Bowie Champa Kita Ke Sana NFT Remix