RADARBONANG.ID - Selasa Pahing menjadi salah satu weton yang dalam Primbon Jawa kerap dikaitkan dengan karakter tegas, pekerja keras, dan memiliki emosi yang kuat.
Dalam tradisi penanggalan Jawa, Selasa memiliki nilai neptu 3, sedangkan Pahing mempunyai nilai neptu 9.
Jika dijumlahkan, weton Selasa Pahing memiliki total neptu 12.
Angka tersebut kemudian digunakan dalam berbagai perhitungan tradisional, termasuk untuk membaca gambaran watak dan kecocokan jodoh seseorang.
Perlu dipahami, berbagai gambaran mengenai karakter dan pasangan berdasarkan weton merupakan bagian dari kepercayaan serta warisan budaya Jawa.
Ramalan tersebut tidak dapat dijadikan kepastian mengenai sifat seseorang maupun masa depan rumah tangga.
Watak Selasa Pahing
Dalam sejumlah penafsiran Primbon Jawa, orang yang lahir pada Selasa Pahing digambarkan mempunyai karakter yang kuat dan mudah menarik perhatian.
Baca Juga: Lima Bulan Berselang, Indonesia Kembali Bertemu Taiwan di Asian Games 2026, Skuad Kini Berbeda
Salah satu istilah yang dikaitkan dengan weton ini adalah Aras Kembang.
Pemiliknya disebut memiliki pembawaan yang mempesona dan berwibawa.
Namun, di balik karakter tersebut, Selasa Pahing juga kerap digambarkan mempunyai emosi yang mudah tersulut.
Ketika sedang marah, mereka disebut dapat menunjukkan reaksi yang sangat kuat.
Karena itu, dalam kepercayaan primbon, pemilik weton ini dianjurkan mampu mengendalikan emosi dan tidak terburu-buru mengambil keputusan.
Selain persoalan emosi, Selasa Pahing juga dikaitkan dengan sifat suka membantah, kurang sabar, dan terkadang mudah terlibat persoalan.
Meski begitu, gambaran tersebut tidak sepenuhnya negatif.
Pemilik weton Selasa Pahing juga dipercaya mempunyai sejumlah kelebihan.
Di antaranya pandai bergaul, cerdas, kreatif, disiplin, rajin, mandiri, suka menolong, serta memperhatikan kebersihan.
Mereka juga disebut sebagai pribadi yang santai dan mampu menerima orang lain apa adanya.
Punya Sisi Penolong
Dalam kehidupan sehari-hari, Selasa Pahing dipercaya memiliki keterampilan yang cukup baik dalam mengerjakan sesuatu dengan tangan.
Mereka juga disebut memiliki kepedulian terhadap orang-orang yang dianggap dekat.
Bahkan, dalam sejumlah penafsiran primbon, pemilik weton ini digambarkan rela berkorban untuk orang yang disayangi.
Di sisi lain, karakter yang kuat juga dianggap perlu dikendalikan.
Dalam kepercayaan primbon, Selasa Pahing disebut harus belajar mengontrol diri agar sifat emosional maupun keinginan yang terlalu kuat tidak berkembang menjadi persoalan.
Sebab, karakter yang keras jika tidak diimbangi dengan kesabaran dapat memengaruhi hubungan dengan orang lain.
Meski demikian, pemilik weton ini dipercaya tetap memiliki peluang menjalani kehidupan yang tenang apabila mampu mengelola kelebihan dan kekurangannya.
Weton Jodoh Selasa Pahing
Selain watak, neptu 12 milik Selasa Pahing juga digunakan dalam perhitungan kecocokan jodoh.
Dalam salah satu metode petungan weton yang banyak digunakan, kecocokan pasangan dihitung dengan menjumlahkan neptu kedua orang. Hasilnya kemudian dicocokkan dengan kategori tertentu dalam primbon.
Untuk Selasa Pahing yang mempunyai neptu 12, sejumlah sumber primbon menyebut pasangan dengan neptu tertentu sebagai pasangan yang dianggap sesuai.
Neptu 7 dapat ditemukan pada Selasa Wage.
Baca Juga: Bukan Cuma Dipakai di Indonesia, Kereta Buatan Madiun Sudah Diekspor ke Berbagai Negara
Sementara itu, beberapa weton dengan neptu 12 antara lain Minggu Pon, Senin Kliwon, Rabu Legi, Selasa Pahing, dan Kamis Wage.
Adapun neptu 17 antara lain dimiliki oleh Kamis Pahing dan Sabtu Kliwon.
Dengan demikian, weton yang masuk dalam kelompok neptu 7, 12, atau 17 kerap disebut dalam pembahasan kecocokan pasangan untuk pemilik Selasa Pahing.
Dalam tradisi primbon, pasangan dengan perhitungan tertentu dipercaya dapat membawa kehidupan rumah tangga yang lebih tenteram, termasuk dalam urusan hubungan, rezeki, dan kehidupan keluarga.
Namun, hasil hitungan weton tetap merupakan bagian dari tradisi.
Keharmonisan rumah tangga pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan tanggal kelahiran. Komunikasi, saling menghargai, kepercayaan, tanggung jawab, dan kemampuan menyelesaikan masalah bersama juga menjadi bagian penting dalam menjalani kehidupan berpasangan.
Karena itu, weton dapat dipandang sebagai salah satu warisan budaya yang menarik untuk diketahui, tetapi bukan satu-satunya dasar dalam menentukan masa depan seseorang.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : intisari.grid.id