Setelah Matcha, Pistachio Mulai Mencuri Perhatian Gen Z dan Bikin Dessert Terlihat Makin Fancy

Siska Yudianti • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 13:04 WIB
Pistachio kini bukan cuma kacang untuk camilan. Es krim, cokelat, pastry sampai latte mulai memakai flavor khas ini. (ilustrasi)
Pistachio kini bukan cuma kacang untuk camilan. Es krim, cokelat, pastry sampai latte mulai memakai flavor khas ini. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID - Pistachio sedang mendapat panggung baru di dunia kuliner.

Kacang yang sebelumnya lebih sering dikenal sebagai camilan kini semakin mudah ditemukan dalam berbagai kreasi makanan dan minuman, mulai dari es krim, pastry, cokelat, cake, hingga latte.

Tidak hanya menawarkan rasa gurih dengan sentuhan manis, pistachio juga memiliki warna hijau yang khas.

Kombinasi rasa dan tampilannya membuat bahan ini mudah menarik perhatian, terutama ketika disajikan dalam produk kuliner yang mengutamakan visual.

Di tengah tren makanan yang semakin mengandalkan pengalaman, tampilan sajian ikut menjadi bagian penting.

Bagi anak muda, makanan atau minuman yang menarik secara visual sering kali terasa semakin lengkap ketika bisa diabadikan dalam foto maupun video.

Karakter rasa pistachio juga membuatnya mudah dipadukan dengan bahan lain.

Aroma kacang yang khas dapat memberikan sensasi berbeda ketika bertemu susu, cokelat, kopi, krim, hingga berbagai bahan dessert.

Baca Juga: Bougenville Kembali Jadi Tanaman Aesthetic Favorit Gen Z, Bunga Jadul yang Kini Terlihat Kekinian

Bukan Lagi Sekadar Kacang untuk Camilan

Popularitas pistachio tidak lepas dari fleksibilitasnya dalam dunia kuliner.

Bahan ini dapat digunakan dalam berbagai bentuk, seperti kacang cincang, pasta, krim, isian, topping, maupun campuran adonan.

Dalam produk pastry dan cake, misalnya, pistachio dapat memberikan tambahan tekstur sekaligus rasa kacang yang khas.

Penggunaannya juga bisa membuat sebuah sajian memiliki karakter rasa yang berbeda dari varian yang lebih umum.

Sementara pada es krim atau gelato, pistachio menawarkan perpaduan rasa gurih dan manis.

Karakter tersebut membuatnya menjadi pilihan bagi konsumen yang ingin mencoba sesuatu di luar rasa cokelat, vanila, atau stroberi.

Penggunaan pistachio kemudian meluas ke berbagai jenis dessert lain.

Cokelat, cookies, croissant, tiramisu, hingga berbagai jenis cake mulai memiliki varian dengan flavor tersebut.

Warna Hijau Jadi Daya Tarik Tersendiri

Selain rasa, tampilan menjadi salah satu kekuatan pistachio.

Warna hijaunya dapat membuat sebuah makanan terlihat lebih menonjol dibandingkan sajian dengan warna yang sudah umum.

Visual tersebut semakin menarik ketika dipadukan dengan warna netral seperti putih, cokelat, atau krem.

Tidak heran jika produk berbahan pistachio sering dibuat dengan tampilan minimalis tetapi tetap terlihat mencolok.

Hal ini cukup relevan dengan kebiasaan kuliner anak muda yang gemar mengeksplorasi tempat makan dan mengabadikan menu yang dianggap menarik.

Sebuah dessert tidak lagi hanya dinilai dari rasanya. Cara makanan tersebut disajikan, warna, tekstur, hingga tampilannya ketika difoto juga dapat menjadi bagian dari pengalaman.

Pistachio memiliki keunggulan pada bagian tersebut.

Warna hijaunya sudah memberikan identitas visual tanpa membutuhkan dekorasi yang terlalu ramai.

Kenapa Pistachio Terlihat Lebih Fancy?

Ada alasan lain yang membuat pistachio sering dikaitkan dengan sajian premium.

Nama dan tampilannya kerap digunakan pada produk pastry, gelato, cokelat, serta minuman yang dikemas dengan konsep elegan.

Kesan tersebut kemudian semakin kuat ketika pistachio dipadukan dengan bahan lain yang juga identik dengan dessert premium.

Sajian sederhana bisa terlihat lebih eksklusif hanya dengan penggunaan krim atau topping pistachio.

Namun, label pistachio pada sebuah produk tidak selalu berarti kandungan pistachionya sama.

Intensitas rasa dapat berbeda tergantung bahan, formulasi, serta jumlah pistachio yang digunakan.

Karena itu, konsumen yang ingin merasakan karakter pistachio secara lebih kuat dapat memperhatikan komposisi produk.

Hal ini juga membantu membedakan produk yang benar-benar menggunakan pistachio dengan produk yang lebih mengandalkan flavor tambahan.

Setelah Matcha, Pistachio Ikut Naik Daun?

Tren kuliner memang terus berubah. Bahan yang sebelumnya dianggap sebagai pilihan niche dapat menjadi populer ketika semakin banyak pelaku usaha memasukkannya ke dalam menu.

Pistachio menjadi salah satu contoh menarik.

Kacang ini sebenarnya bukan bahan baru, tetapi inovasi dalam bentuk makanan dan minuman membuatnya kembali mendapatkan perhatian.

Kemunculannya dalam berbagai dessert juga menunjukkan bagaimana satu flavor dapat berkembang menjadi tren.

Setelah dikenal melalui satu jenis produk, penggunaannya kemudian merambah ke makanan dan minuman lain.

Bagi Gen Z, mencoba flavor yang sedang ramai dibicarakan juga bisa menjadi bagian dari eksplorasi kuliner.

Ada pengalaman tersendiri ketika menemukan menu baru, mencobanya, lalu membagikan penilaian atau tampilannya melalui media sosial.

Namun, pistachio tidak harus dianggap sebagai pengganti matcha.

Keduanya memiliki karakter rasa yang berbeda dan dapat memiliki penggemarnya masing-masing.

Flavor Lama dengan Wajah Baru

Pistachio sebenarnya sudah lama digunakan dalam berbagai produk makanan.

Baca Juga: Tembus 100 Ribu untuk Pertama Kali, Jepang Punya 107.677 Warga Berusia 100 Tahun Lebih

Yang berubah adalah cara bahan tersebut dikemas dan diperkenalkan kepada konsumen.

Saat ini, pistachio tidak hanya hadir sebagai kacang dalam kemasan. Bahan tersebut bisa berubah menjadi krim, saus, isian pastry, campuran cokelat, hingga flavor minuman.

Perubahan tersebut membuat pistachio terasa lebih dekat dengan tren kuliner modern.

Warna hijaunya juga memberikan identitas visual yang mudah dikenali.

Pada akhirnya, naiknya popularitas pistachio menunjukkan bahwa tren makanan tidak selalu harus menghadirkan bahan yang benar-benar baru.

Bahan lama pun bisa kembali menjadi pusat perhatian ketika dikemas dengan konsep yang sesuai dengan selera zaman.

Jadi, kalau belakangan semakin sering menemukan es krim, pastry, cokelat, cake, atau latte dengan tulisan pistachio, tidak perlu heran.

Si kacang hijau tersebut memang sedang menikmati panggung barunya di dunia kuliner.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
pistachio tren pistachio dessert pistachio pistachio Gen Z makanan kekinian