RADARBONANG.ID – Pernah berdiri cukup lama di depan lemari hanya untuk menentukan pakaian yang akan dikenakan? Satu baju sudah dipakai, tetapi beberapa menit kemudian dilepas.
Celana diganti, lalu merasa kurang cocok. Outfit lain dicoba, tetapi akhirnya kembali menggunakan pakaian pertama.
Kebiasaan seperti ini sebenarnya cukup umum.
Bahkan, seseorang bisa menghabiskan waktu lebih lama untuk memilih pakaian dibandingkan waktu yang diperlukan untuk mandi, berdandan, atau bersiap secara keseluruhan.
Sekilas, kebiasaan tersebut terlihat seperti akibat terlalu banyak pilihan di dalam lemari. Namun, persoalannya tidak selalu sesederhana itu.
Pilihan outfit juga berkaitan dengan kenyamanan, situasi, cara seseorang ingin dilihat, hingga rasa percaya diri ketika berada di luar rumah.
Baca Juga: Kapal Virgo Transport 8 Terbalik di Laut Jawa, 6 Orang Meninggal Dunia dan Puluhan Masih Dicari
Memilih Baju Bukan Sekadar Soal Terlihat Bagus
Ketika memilih pakaian, seseorang sebenarnya tidak hanya mempertimbangkan apakah baju tersebut terlihat menarik.
Ada banyak pertanyaan yang muncul secara bersamaan.
Apakah pakaian itu terlalu formal? Apakah justru terlalu santai? Apakah warnanya cocok? Apakah nyaman dipakai dalam waktu lama? Apakah sesuai dengan tempat yang akan didatangi?
Outfit untuk pergi ke minimarket tentu berbeda dengan pakaian saat menghadiri acara keluarga.
Begitu pula ketika seseorang hendak bertemu teman, pergi kencan, menghadiri acara kantor, atau datang ke tempat yang belum pernah dikunjungi.
Semakin banyak pertimbangan yang muncul, semakin lama pula proses mengambil keputusan.
Ingin Terlihat Cocok dengan Situasi
Pakaian juga menjadi salah satu cara seseorang menyesuaikan diri dengan lingkungan.
Ketika hendak bertemu orang lain, biasanya muncul keinginan untuk terlihat sesuai dengan suasana.
Seseorang tidak ingin terlihat terlalu santai ketika orang lain berpakaian rapi.
Sebaliknya, tampil terlalu formal di tengah lingkungan yang kasual juga bisa membuat tidak nyaman.
Karena itu, seseorang mungkin mencoba beberapa kombinasi sebelum akhirnya menemukan pakaian yang terasa paling pas.
Menariknya, pilihan tersebut bukan hanya soal penilaian orang lain.
Perasaan diri sendiri saat mengenakan pakaian juga ikut menentukan.
Baju di Lemari Belum Tentu Sama Saat Dipakai
Ada alasan sederhana lain yang sering membuat seseorang mengganti outfit berkali-kali.
Pakaian yang terlihat bagus ketika masih tergantung di lemari belum tentu memberikan kesan yang sama setelah dikenakan.
Warna, potongan, ukuran, bahan, hingga perpaduan dengan celana dan sepatu bisa mengubah keseluruhan penampilan.
Seseorang mungkin awalnya yakin dengan kombinasi kaus dan celana tertentu.
Namun, setelah berdiri di depan cermin, muncul perasaan bahwa ada sesuatu yang kurang.
Masalahnya belum tentu terletak pada satu pakaian.
Bisa saja kombinasi keseluruhannya yang terasa kurang cocok.
Mengganti celana, sepatu, jaket, atau menambahkan aksesori sederhana terkadang sudah cukup untuk membuat penampilan terasa berbeda.
Media Sosial Ikut Membentuk Standar Outfit
Media sosial membuat referensi berpakaian semakin mudah ditemukan.
Dalam beberapa menit saja, seseorang bisa melihat puluhan hingga ratusan gaya outfit dari influencer, kreator konten, selebritas, maupun pengguna biasa.
Paparan tersebut secara tidak langsung dapat memengaruhi cara seseorang melihat penampilannya sendiri.
Riset terbaru menunjukkan bahwa perbandingan penampilan di media sosial dapat meningkatkan perhatian terhadap penampilan dan berkaitan dengan kecemasan terhadap penampilan.
Ketika melihat outfit orang lain, seseorang mungkin berpikir bahwa pakaian yang dikenakan seharusnya bisa terlihat lebih menarik jika dipadukan dengan item tertentu.
Akhirnya, outfit yang sebenarnya sudah nyaman dan pantas justru terasa kurang karena tidak sesuai dengan gambaran yang ada di kepala.
Padahal, pakaian yang terlihat bagus pada orang lain belum tentu memberikan kesan yang sama ketika dikenakan oleh kita.
Bentuk tubuh, karakter, kenyamanan, warna kulit, hingga cara memadukannya tentu berbeda.
Ada Kaitannya dengan Rasa Percaya Diri
Pergi keluar rumah berarti berhadapan dengan lingkungan dan orang lain.
Bagi sebagian orang, kondisi tersebut membuat penampilan menjadi sesuatu yang cukup diperhatikan.
Ketika merasa pakaian yang dikenakan sudah tepat, seseorang biasanya lebih mudah merasa nyaman saat menjalani aktivitas.
Sebaliknya, ketika sejak awal merasa outfit kurang cocok, perhatian bisa terus tertuju pada pakaian yang dikenakan.
Pikiran seperti “tadi seharusnya pakai yang lain” dapat muncul sepanjang perjalanan.
Karena itu, mengganti baju beberapa kali terkadang menjadi usaha untuk mendapatkan rasa yakin sebelum benar-benar meninggalkan rumah.
Terlalu Banyak Pilihan Malah Bikin Bingung
Lemari yang penuh pakaian ternyata tidak selalu membuat proses memilih outfit menjadi lebih mudah.
Semakin banyak pilihan yang tersedia, semakin banyak pula kombinasi yang harus dipertimbangkan.
Kondisi tersebut bisa membuat seseorang membutuhkan waktu lebih lama untuk mengambil keputusan.
Salah satu cara sederhana untuk mengatasinya adalah memiliki beberapa kombinasi outfit andalan.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bangunan Tua, Benteng Kuto Besak Simpan Jejak Pertahanan Kesultanan Palembang
Misalnya, menyiapkan pakaian tertentu untuk aktivitas santai, bekerja, hangout, atau menghadiri acara.
Dengan begitu, seseorang tidak perlu selalu memulai proses memilih dari nol.
Pada akhirnya, sering mengganti pakaian sebelum pergi bukan berarti seseorang terlalu ribet atau tidak tahu cara berpakaian.
Bisa jadi, mereka hanya sedang mencari kombinasi yang membuat dirinya merasa nyaman, sesuai dengan situasi, dan cukup percaya diri untuk menjalani aktivitas.
Jadi, kalau pernah berdiri di depan lemari sambil bergumam, “Pakai apa, ya?” selama beberapa menit, sebenarnya kamu tidak sendirian.
Bisa saja, proses menemukan outfit yang terasa paling pas memang membutuhkan sedikit eksperimen.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang