RADARBONANG.ID - Dunia kerja kini tidak hanya dipenuhi istilah formal seperti rapat, evaluasi, dan target.
Masuknya generasi muda ke lingkungan profesional ikut membawa gaya komunikasi yang lebih ringkas dengan campuran bahasa Indonesia dan istilah berbahasa Inggris.
Fenomena tersebut kerap disebut sebagai bahasa corporate Gen Z.
Istilah seperti on track, follow up, deadline, FYI, ASAP, hingga let’s circle back semakin mudah ditemukan dalam percakapan sehari-hari di lingkungan kerja.
Bagi sebagian orang, istilah tersebut terdengar praktis dan profesional.
Namun, bagi rekan kerja yang belum terbiasa, bahasa corporate terkadang terdengar seperti kode khusus yang harus diterjemahkan terlebih dahulu.
Baca Juga: Bukan Sekadar Bangunan Tua, Benteng Kuto Besak Simpan Jejak Pertahanan Kesultanan Palembang
On Track Berarti Pekerjaan Masih Sesuai Rencana
Salah satu istilah yang cukup sering digunakan adalah on track.
Secara sederhana, istilah tersebut berarti pekerjaan masih berjalan sesuai rencana, jadwal, atau target yang telah ditentukan.
Contohnya, ketika atasan bertanya mengenai perkembangan sebuah proyek, seseorang bisa menjawab, “Masih on track.”
Artinya, pekerjaan tersebut masih berjalan sesuai dengan rencana dan belum mengalami hambatan berarti yang membuat target harus berubah.
Istilah ini biasanya digunakan untuk memberikan gambaran singkat mengenai perkembangan pekerjaan tanpa perlu menjelaskan kondisi secara panjang lebar.
Follow Up Berarti Menindaklanjuti
Istilah follow up juga hampir tidak asing di lingkungan profesional.
Kata tersebut digunakan ketika seseorang ingin mengatakan bahwa suatu pekerjaan, komunikasi, atau permintaan akan ditindaklanjuti.
Misalnya, seorang karyawan mengatakan akan melakukan follow up kepada klien.
Artinya, ia akan kembali menghubungi klien atau menindaklanjuti pembicaraan yang sebelumnya sudah dilakukan.
Istilah ini sering muncul dalam komunikasi melalui WhatsApp, email, maupun rapat.
Penggunaannya dianggap lebih praktis karena sudah cukup umum dipahami oleh banyak pekerja.
FYI dan ASAP Punya Fungsi Berbeda
Ada juga istilah FYI yang merupakan singkatan dari for your information.
Biasanya, kata tersebut digunakan ketika seseorang ingin memberikan informasi kepada orang lain tanpa secara langsung meminta tindakan.
Misalnya, “FYI, jadwal meeting besok berubah.” Pesan tersebut pada dasarnya hanya menyampaikan informasi mengenai perubahan jadwal.
Sementara itu, ASAP memiliki arti as soon as possible atau sesegera mungkin.
Istilah tersebut biasanya digunakan ketika suatu pekerjaan diharapkan dapat segera dilakukan.
Namun, penggunaan ASAP juga perlu diperhatikan.
Permintaan yang terlalu sering disertai istilah tersebut bisa membuat hampir semua pekerjaan terasa mendesak, meskipun sebenarnya memiliki tingkat prioritas yang berbeda.
Let’s Circle Back Bukan Berarti Berputar-putar
Salah satu istilah corporate yang mungkin terdengar paling membingungkan adalah let’s circle back.
Secara umum, frasa tersebut digunakan untuk menyampaikan bahwa sebuah pembahasan akan kembali dibicarakan atau ditindaklanjuti pada waktu lain.
Misalnya, ketika sebuah rapat belum menemukan keputusan mengenai suatu persoalan, seseorang dapat mengatakan let’s circle back on this topic.
Maksudnya, pembahasan tersebut akan kembali dilanjutkan setelah ada informasi atau pertimbangan tambahan.
Bagi pekerja yang baru masuk dunia profesional, istilah tersebut mungkin terdengar sedikit membingungkan.
Padahal, maknanya cukup sederhana, yakni kembali membahas suatu hal.
Kenapa Bahasa Corporate Gen Z Makin Populer?
Penggunaan istilah-istilah tersebut tidak selalu berarti seseorang ingin terlihat lebih keren atau profesional.
Dalam konteks tertentu, bahasa corporate memang dapat membuat komunikasi menjadi lebih singkat.
Beberapa istilah sudah memiliki makna yang cukup umum di lingkungan profesional.
Karena itu, satu atau dua kata bisa menggantikan penjelasan yang lebih panjang.
Kebiasaan tersebut juga semakin mudah berkembang karena generasi muda terbiasa mengonsumsi konten berbahasa Inggris melalui media sosial, teknologi, hingga lingkungan pendidikan dan pekerjaan.
Akibatnya, sejumlah istilah asing kemudian masuk ke percakapan sehari-hari tanpa terasa sebagai sesuatu yang aneh.
Kalau Terlalu Banyak, Malah Bikin Bingung
Meski praktis, penggunaan bahasa corporate tetap memiliki batas.
Jika terlalu banyak istilah asing digunakan tanpa mempertimbangkan lawan bicara, komunikasi justru berpotensi menimbulkan salah paham.
Pesan sederhana seperti meminta seseorang mengecek dokumen bisa berubah menjadi kalimat yang dipenuhi istilah corporate.
Bagi pekerja yang sudah terbiasa, pesan tersebut mungkin mudah dipahami.
Sebaliknya, bagi karyawan baru, kalimat seperti itu bisa terasa seperti sedang membaca kamus istilah perkantoran.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kemampuan komunikasi di dunia kerja bukan sekadar mengetahui istilah yang sedang populer.
Hal yang lebih penting adalah memahami kapan istilah tersebut tepat digunakan dan kapan bahasa sederhana justru lebih efektif.
Baca Juga: Jangan Keliru, Tak Semua Air Laut Surut Berarti Tsunami, Ini Ciri yang Dijelaskan Badan Geologi
Profesional Bukan Berarti Harus Rumit
Bahasa corporate Gen Z pada akhirnya menjadi bagian dari perubahan gaya komunikasi di tempat kerja.
Istilah baru kemungkinan akan terus bermunculan mengikuti perkembangan budaya kerja, teknologi, serta kebiasaan generasi muda.
Menggunakan istilah tersebut tentu bukan sebuah masalah selama konteksnya tepat dan orang yang diajak berkomunikasi memahami maksudnya.
Namun, jangan sampai pesan yang sebenarnya sederhana justru menjadi rumit hanya karena ingin terdengar profesional.
Sebab, komunikasi yang baik bukan komunikasi yang paling banyak menggunakan istilah asing.
Komunikasi yang baik adalah pesan yang mampu menyampaikan maksud dengan jelas dan mudah dipahami oleh orang yang menerimanya.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang