Tren Foto Jadul Pakai AI Makin Ramai, Foto Modern Kini Bisa Dibuat Seolah Berasal dari Puluhan Tahun

Defy Maulida Puspaaji • Dipublikasikan Senin, 14 September 2026 | 09:57 WIB
Foto modern kini bisa disulap menjadi bergaya jadul dengan bantuan AI. (istimewa)
Foto modern kini bisa disulap menjadi bergaya jadul dengan bantuan AI. (istimewa)

RADARBONANG.ID — Tren mengubah foto modern menjadi bergaya jadul menggunakan kecerdasan buatan atau AI tengah ramai di media sosial.

Teknologi ini memungkinkan foto masa kini tampil seperti dokumentasi dari puluhan tahun lalu, lengkap dengan warna khas kamera analog, tekstur film, pencahayaan lawas, hingga nuansa busana dari era tertentu.

Foto yang awalnya terlihat seperti hasil jepretan kamera ponsel dapat diubah menjadi gambar dengan warna sedikit pudar dan tampilan yang tidak terlalu sempurna.

Efek tersebut justru membuat hasil akhirnya terasa lebih hangat dan menghadirkan suasana nostalgia.

Tren ini tidak hanya digunakan untuk mengolah foto keluarga atau gambar lama.

Pengguna media sosial juga dapat mengubah foto dirinya sendiri menjadi versi yang seolah diambil pada masa berbeda.

Hasil edit kemudian dibagikan sebagai konten karena memberikan tampilan yang berbeda dari foto digital pada umumnya.

Baca Juga: Usia Baru 12 Tahun, Miyu Matamiyu Bawa Nama Indonesia Juara Hip Hop Battle di Kanada

Tidak sedikit pengguna yang membuat beberapa versi sekaligus dengan mengambil inspirasi dari gaya fotografi berbagai periode.

Foto Modern Disulap Jadi Bergaya Lawas

Daya tarik utama tren tersebut terletak pada perubahan suasana yang dihasilkan.

Wajah dan lingkungan yang sebenarnya berasal dari masa kini dapat dibuat menyerupai dokumentasi dari era tertentu.

AI dapat membantu mengarahkan sejumlah elemen visual, mulai dari warna, tekstur, pencahayaan, pakaian, hingga suasana latar.

Kombinasi elemen tersebut membuat foto terlihat lebih meyakinkan sebagai gambar bergaya retro.

Bagi pengguna media sosial, hasilnya bukan sekadar foto dengan filter berbeda.

Ada pengalaman membayangkan seperti apa penampilan mereka apabila hidup pada zaman tertentu.

Karena itu, tren tersebut juga menjadi ruang untuk bereksperimen.

Satu foto dapat diubah menjadi beberapa gaya, misalnya tampilan kamera analog, dokumentasi keluarga lawas, atau foto dengan nuansa era tertentu.

AI Membuat Foto Retro Lebih Mudah

Gaya fotografi klasik sebenarnya bukan hal baru.

Estetika kamera analog, warna vintage, dan tekstur film sudah beberapa kali kembali populer di kalangan fotografer maupun pengguna media sosial.

Perbedaannya kini terletak pada teknologi yang digunakan.

Kehadiran AI membuat proses mendapatkan tampilan tersebut menjadi jauh lebih sederhana dibandingkan harus menggunakan kamera analog atau melakukan penyuntingan secara manual.

Pengguna cukup memanfaatkan teknologi pengolah gambar dan memberikan instruksi mengenai tampilan yang diinginkan.

Detail seperti jenis kamera, karakter warna, suasana pencahayaan, pakaian, hingga latar dapat diarahkan sesuai konsep.

Kemudahan tersebut membuat tren foto retro lebih mudah dicoba oleh berbagai kalangan.

Pengguna yang sebelumnya tidak memahami teknik fotografi atau penyuntingan pun dapat bereksperimen dengan gaya visual tersebut.

Teknologi Baru Justru Menghidupkan Gaya Lama

Fenomena ini menarik karena teknologi yang identik dengan masa depan justru digunakan untuk menghadirkan kembali estetika masa lalu.

Saat kamera ponsel mampu menghasilkan foto dengan detail tinggi dan AI semakin pintar membuat gambar realistis, tampilan yang sengaja dibuat buram dan tidak sempurna justru memiliki daya tarik tersendiri.

Warna yang sedikit pudar, tekstur seperti butiran film, pencahayaan lembut, serta detail gambar yang tidak terlalu tajam dapat memberikan kesan lebih personal.

Karakter tersebut menjadi sesuatu yang sulit ditemukan pada foto digital modern yang umumnya dibuat setajam mungkin.

Tren ini sekaligus memperlihatkan bahwa perkembangan teknologi tidak selalu membuat gaya lama ditinggalkan.

Sebaliknya, teknologi baru dapat menjadi alat untuk menghidupkan kembali visual yang pernah populer.

Baca Juga: Juicy Luicy Batal Tampil di Batam, Masalah Kelebihan Bagasi Berujung Hujan Kritik dari Netizen

Nostalgia Berubah Menjadi Konten Media Sosial

Tren foto jadul dengan AI pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan aktivitas mengedit gambar.

Fenomena tersebut menunjukkan bagaimana nostalgia dapat dikemas menjadi konten yang sesuai dengan kebiasaan pengguna media sosial saat ini.

Sebagian pengguna memanfaatkannya untuk bereksperimen dengan penampilan dan gaya fotografi.

Ada pula yang menggunakannya untuk membayangkan suasana kehidupan pada masa lalu melalui foto dirinya sendiri.

Konten semacam ini juga memiliki daya tarik karena menggabungkan sesuatu yang familiar dengan tampilan yang tidak biasa.

Foto seseorang yang diambil pada 2026, misalnya, dapat dibuat seolah merupakan dokumentasi dari puluhan tahun sebelumnya.

AI pun membuat proses tersebut tidak lagi membutuhkan perjalanan waktu.

Nostalgia yang biasanya hadir melalui foto lama kini dapat diciptakan kembali dengan bantuan teknologi digital.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
foto jadul AI tren foto retro AI cara membuat foto jadul dengan AI foto vintage AI tren AI media sosial