Usia Baru 12 Tahun, Miyu Matamiyu Bawa Nama Indonesia Juara Hip Hop Battle di Kanada

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Jumat, 11 September 2026 | 09:38 WIB
Usianya baru 12 tahun, tetapi Miyu Ananthamaya Pranoto alias Matamiyu sudah mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung street dance dunia. (instagram.com/matamiyu)
Usianya baru 12 tahun, tetapi Miyu Ananthamaya Pranoto alias Matamiyu sudah mampu mengharumkan nama Indonesia di panggung street dance dunia. (instagram.com/matamiyu)

RADARBONANG.ID — Prestasi membanggakan kembali datang dari dunia street dance Indonesia.

Miyu Ananthamaya Pranoto atau yang dikenal dengan nama Matamiyu berhasil membawa pulang gelar juara JOAT Hip Hop Battle 2026 di Montreal, Kanada.

Dancer muda Indonesia tersebut tampil di JOAT Festival International de Street Dance yang berlangsung pada September 2026.

Kompetisi kategori hip hop itu digelar di Club Soda, Montreal, pada 4 September 2026.

Kemenangan Miyu menjadi semakin menarik karena ia harus melewati persaingan dengan dancer dari berbagai negara.

Ia berhasil bertahan hingga babak final dan kemudian keluar sebagai juara setelah menghadapi Marlee Hightower, dancer asal Orlando yang juga dikenal sebagai ambassador Red Bull Dance.

Baca Juga: Kisah Jonathan Andre Nugroho, Chef Asal Jakarta yang Sukses Jadi Koki Pribadi Leonardo DiCaprio

Tampil di Tengah Persaingan Internasional

JOAT Hip Hop Battle bukan sekadar kompetisi tari biasa.

Ajang ini mempertemukan dancer lokal dan internasional dalam format battle yang menuntut kemampuan improvisasi secara langsung.

Menurut aturan resmi JOAT, peserta harus melewati babak prelims sebelum masuk ke kompetisi utama.

Setelah lolos, mereka menghadapi beberapa tahapan dengan tantangan berbeda yang menguji kemampuan dasar hip hop, penguasaan gerak, musikalitas, karakter, hingga freestyle.

Miyu mampu melewati rangkaian persaingan tersebut hingga mencapai partai puncak.

Di babak final, format pertandingan berlangsung dalam tiga ronde yang terdiri dari konsep dancer pertama, konsep dancer kedua, dan freestyle.

Format tersebut membuat peserta tidak cukup hanya mengandalkan gerakan yang sudah dikuasai.

Mereka harus mampu membaca musik, merespons lawan, sekaligus menunjukkan karakter masing-masing dalam waktu yang sangat terbatas.

Tantangan Berat di Babak Final

Di partai final, Miyu berhadapan dengan Marlee Hightower.

Lawannya tersebut bukan dancer sembarangan karena memiliki pengalaman di panggung street dance dan dikenal sebagai ambassador Red Bull Dance.

Pertemuan keduanya menjadi salah satu momen penting dalam perjalanan Miyu di kompetisi tersebut.

Dengan usia yang masih sangat muda, ia harus menunjukkan keberanian dan kematangan ketika berhadapan dengan dancer yang memiliki pengalaman di panggung internasional.

Tiga ronde final menjadi penentu. Kreativitas, musikalitas, teknik, serta kemampuan freestyle menjadi aspek penting yang harus ditampilkan kedua dancer.

Miyu akhirnya berhasil mencuri perhatian dan dinobatkan sebagai pemenang JOAT Hip Hop Battle 2026.

Bukan Sekadar Mengandalkan Usia Muda

Prestasi Miyu menjadi sorotan karena ia masih berusia 12 tahun.

Namun, usianya tidak menjadi penghalang untuk tampil dalam kompetisi yang mempertemukan dancer dari berbagai negara.

Justru, keberaniannya tampil dalam format battle menunjukkan bahwa street dance memberi ruang bagi dancer muda untuk berkompetisi dan mengembangkan karakter sejak dini.

JOAT sendiri memiliki kategori khusus untuk dancer muda melalui JOATKidz Battle.

Ajang tersebut diperuntukkan bagi peserta usia 10 hingga 15 tahun dan menekankan kreativitas serta orisinalitas dalam improvisasi.

Namun, kemenangan Miyu di JOAT Hip Hop Battle 2026 memiliki tantangan tersendiri karena ia tampil dalam kompetisi hip hop utama, bukan sekadar kategori anak-anak.

Festival Street Dance Bergengsi di Montreal

JOAT Festival merupakan salah satu ajang street dance yang mempertemukan seniman lokal dan internasional.

Pada 2026, festival tersebut berlangsung selama sepekan, mulai 1 hingga 7 September di Montreal.

Selain hip hop battle, festival ini juga menghadirkan kompetisi breaking, JOATKidz, popping, workshop, pertunjukan, konser, hingga berbagai kegiatan komunitas.

Khusus JOAT Hip Hop Battle 2026, kompetisi berlangsung pada 4 September di Club Soda.

Sebelum battle utama dimulai, peserta terlebih dahulu harus mengikuti babak prelims untuk memperebutkan tempat di kompetisi utama.

Format kompetisinya pun dibuat bertahap. Di babak Top 16, peserta diuji melalui tantangan foundation serta bounce dan rock.

Memasuki Top 8, tantangan beralih pada penggunaan tubuh dan gerakan bagian bawah.

Pada Top 4, peserta menghadapi ronde berdurasi singkat dan tantangan groove.

Setelah itu, dua dancer terbaik bertemu di final dengan tiga ronde penentuan.

Bawa Nama Indonesia ke Panggung Dunia

Kemenangan Miyu di Kanada menjadi kabar positif bagi perkembangan street dance Indonesia.

Prestasi tersebut menunjukkan bahwa dancer muda dari Tanah Air mampu bersaing dalam panggung internasional.

Lebih dari sekadar membawa pulang gelar juara, keberhasilan tersebut juga memperlihatkan bagaimana talenta muda Indonesia dapat mendapatkan tempat di tengah komunitas street dance global.

Persaingan di ajang seperti JOAT tidak hanya membutuhkan kemampuan teknik.

Dancer harus mempunyai identitas, musikalitas, spontanitas, dan keberanian mengambil keputusan dalam hitungan detik.

Baca Juga: Ario Soejono, Putra Tulungagung yang Jadi Orang Indonesia Pertama dan Satu-satunya Menteri di Beland

Miyu berhasil melewati tantangan tersebut dan menempatkan namanya sebagai juara JOAT Hip Hop Battle 2026.

Bagi Indonesia, kemenangan itu menjadi salah satu pencapaian menarik di dunia street dance.

Sementara bagi Miyu, gelar juara di Montreal bisa menjadi pijakan penting untuk perjalanan kariernya yang masih panjang.

Dengan usia yang baru 12 tahun, panggung internasional yang lebih besar masih terbuka lebar.

Prestasi di Kanada ini sekaligus menjadi bukti bahwa talenta muda Indonesia mampu tampil percaya diri, bahkan ketika harus berhadapan dengan dancer dari berbagai penjuru dunia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : instagram.com/cretivox
Miyu Ananthamaya Pranoto Matamiyu JOAT Hip Hop Battle 2026 dancer Indonesia juara Kanada JOAT Festival 2026