Makanan Cepat Basi di Kulkas? Bisa Jadi Cara Menyimpannya yang Justru Bikin Cepat Rusak

Defy Maulida Puspaaji • Dipublikasikan Rabu, 9 September 2026 | 11:52 WIB
Sudah masuk kulkas, kok makanan masih cepat basi? Bisa jadi masalahnya bukan pada makanannya, tetapi cara menyimpannya. Mulai dari wadah, suhu, sampai kebiasaan membuka pintu kulkas ternyata punya pengaruh. (ilustrasi)
Sudah masuk kulkas, kok makanan masih cepat basi? Bisa jadi masalahnya bukan pada makanannya, tetapi cara menyimpannya. Mulai dari wadah, suhu, sampai kebiasaan membuka pintu kulkas ternyata punya pengaruh. (ilustrasi)

RADARBONAG.ID – Kulkas sering dianggap sebagai tempat paling aman untuk menjaga makanan tetap segar dan memperpanjang masa simpannya.

Namun, pernahkah makanan yang baru beberapa hari disimpan justru berubah aroma, rasa, atau teksturnya?

Jika pernah mengalami hal tersebut, jangan langsung menganggap makanan yang dibeli memiliki kualitas buruk.

Bisa jadi masalahnya justru berasal dari cara penyimpanan yang kurang tepat.

Memasukkan makanan ke dalam kulkas memang dapat membantu memperlambat proses kerusakan.

Namun, bukan berarti semua makanan otomatis bisa bertahan lama setelah berada di dalam lemari pendingin.

Baca Juga: Misteri Gedung Eks Jiwasraya di Kota Lama Semarang, Ada Wacana Dijadikan Museum Fotografi

Suhu kulkas, jenis wadah, kondisi makanan sebelum disimpan, hingga kebiasaan membuka pintu kulkas ternyata ikut berpengaruh terhadap kualitas makanan.

Karena itu, memahami cara menyimpan makanan dengan benar penting dilakukan agar bahan makanan tetap berkualitas, lebih aman dikonsumsi, sekaligus mengurangi kebiasaan membuang makanan yang sebenarnya masih bisa disimpan.

Makanan Matang Jangan Dibiarkan Terbuka

Salah satu kesalahan sederhana yang cukup sering dilakukan adalah memasukkan makanan matang ke dalam kulkas tanpa menggunakan wadah tertutup.

Makanan yang dibiarkan terbuka dapat lebih mudah terpapar kontaminasi dari makanan atau benda lain di sekitarnya.

Selain itu, makanan juga dapat menyerap aroma kuat dari bahan lain yang berada di dalam kulkas.

Sebaiknya gunakan wadah makanan yang bersih dan memiliki penutup rapat.

Cara ini tidak hanya membantu menjaga kualitas makanan, tetapi juga membuat isi kulkas lebih tertata.

Untuk makanan yang baru selesai dimasak, jangan langsung memasukkan panci atau wadah berisi makanan dalam kondisi masih sangat panas ke dalam kulkas.

Biarkan panas berlebih berkurang terlebih dahulu, kemudian pindahkan makanan ke wadah yang sesuai.

Makanan dalam jumlah besar juga sebaiknya dibagi menjadi beberapa wadah kecil.

Cara tersebut memungkinkan makanan lebih cepat mengalami proses pendinginan secara merata.

Tidak Semua Makanan Cocok Masuk Kulkas

Kulkas memang berguna untuk menyimpan berbagai jenis bahan makanan.

Namun, bukan berarti semua makanan harus selalu dimasukkan ke dalam lemari pendingin.

Beberapa buah dan sayuran justru memiliki kondisi penyimpanan tertentu agar kualitasnya tetap terjaga.

Ada pula bahan makanan yang lebih cocok disimpan pada suhu ruang dalam kondisi tertentu.

Sebaliknya, daging, ikan, makanan laut, produk susu, dan makanan matang membutuhkan perhatian lebih karena lebih mudah mengalami penurunan kualitas apabila disimpan pada kondisi yang tidak sesuai.

Karena itu, jangan hanya menggunakan prinsip “asal masuk kulkas”.

Kenali terlebih dahulu karakter makanan dan kebutuhan penyimpanannya.

Penempatan makanan juga penting. Pisahkan bahan mentah dengan makanan yang sudah matang untuk mengurangi risiko terjadinya kontaminasi silang.

Terlalu Sering Buka Kulkas Bisa Memengaruhi Suhu

Kebiasaan membuka pintu kulkas berulang kali mungkin terlihat sepele.

Namun, udara dingin akan keluar setiap kali pintu dibuka sehingga suhu di dalam ruang penyimpanan dapat mengalami perubahan.

Jika pintu terlalu sering dibuka dalam waktu lama, kulkas harus bekerja lebih keras untuk mengembalikan suhu ke kondisi semula.

Karena itu, biasakan menentukan makanan atau bahan yang ingin diambil sebelum membuka pintu kulkas.

Setelah mengambil kebutuhan, segera tutup kembali pintunya.

Selain membantu menjaga kestabilan suhu, kebiasaan sederhana tersebut juga dapat membuat penggunaan energi menjadi lebih efisien.

Makanan Sisa Sering Basi karena Lupa Kapan Disimpan

Makanan sisa menjadi salah satu jenis makanan yang cukup sering terlupakan di dalam kulkas.

Awalnya mungkin hanya berniat menyimpannya untuk dimakan keesokan hari.

Namun, beberapa hari kemudian makanan tersebut justru tertinggal di bagian belakang kulkas dan tidak lagi diketahui kapan pertama kali disimpan.

Memberikan label tanggal pada wadah bisa menjadi solusi sederhana.

Tuliskan tanggal makanan dimasukkan ke dalam kulkas.

Dengan begitu, makanan yang lebih dulu disimpan dapat diketahui dan diprioritaskan untuk dikonsumsi.

Kebiasaan ini juga dapat diterapkan dengan prinsip first in, first out, yaitu makanan yang masuk lebih dahulu digunakan lebih dahulu.

Jangan Memenuhi Kulkas Secara Berlebihan

Kulkas yang terlalu penuh juga dapat membuat proses pendinginan tidak berjalan secara optimal.

Ketika makanan ditumpuk terlalu rapat, sirkulasi udara dingin di dalam ruang penyimpanan dapat menjadi kurang maksimal.

Sebaiknya beri sedikit ruang di antara berbagai wadah makanan agar udara dingin dapat bersirkulasi.

Selain membuat makanan lebih mudah ditemukan, penataan seperti ini juga membantu pemilik kulkas melihat bahan makanan yang masih tersedia.

Perhatikan Bau, Warna, dan Tekstur Makanan

Penyimpanan yang benar bukan berarti makanan dapat bertahan selamanya. Setiap bahan makanan tetap memiliki batas waktu penyimpanan.

Karena itu, perhatikan perubahan yang terjadi sebelum makanan dikonsumsi.

Munculnya aroma yang tidak biasa, perubahan warna, tekstur yang menjadi aneh, atau tanda-tanda kerusakan lainnya dapat menjadi alasan untuk tidak melanjutkan konsumsi.

Jangan memaksakan diri mengonsumsi makanan hanya karena merasa sayang membuangnya.

Makanan yang sudah mengalami kerusakan dapat menimbulkan masalah kesehatan apabila tetap dikonsumsi.

Jika kondisi makanan sudah meragukan, membuangnya merupakan pilihan yang lebih aman.

Kulkas Bukan Sekadar Tempat Menyimpan Makanan

Menjaga makanan tetap segar ternyata tidak cukup hanya dengan memasukkannya ke dalam kulkas.

Cara menyimpan, jenis wadah, penataan bahan makanan, kebersihan kulkas, hingga kebiasaan membuka pintu semuanya ikut menentukan kualitas makanan selama penyimpanan.

Makanan matang sebaiknya menggunakan wadah tertutup.

Baca Juga: Bukan Cuma Wayang Jogja Night Carnival, Ini 7 Event Unggulan HUT ke-270 Yogyakarta Sepanjang Oktober

Bahan mentah dan makanan siap santap perlu dipisahkan. 

Makanan sisa juga sebaiknya diberi label tanggal agar tidak terlupakan.

Dengan kebiasaan sederhana tersebut, isi kulkas tidak hanya menjadi lebih rapi.

Makanan juga dapat lebih terorganisasi dan risiko membuang bahan makanan secara percuma bisa dikurangi.

Jadi, kalau makanan di rumah sering cepat basi meski sudah disimpan di kulkas, mungkin sudah waktunya mengevaluasi kembali cara penyimpanannya.

Bisa jadi, bukan makanannya yang bermasalah, tetapi kebiasaan menyimpannya yang selama ini kurang tepat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
cara menyimpan makanan makanan tidak cepat basi tips menyimpan makanan di kulkas penyimpanan makanan yang benar makanan cepat basi di kulkas