Tak Cuma Petualangan, 11 Film Ini Angkat Kisah Suku Pedalaman dan Benturan Budaya

Muhammad Azlan Syah • Dipublikasikan Selasa, 8 September 2026 | 15:07 WIB
Bukan cuma soal petualangan di tengah hutan. 11 film ini membawa cerita tentang masyarakat adat, tradisi, perebutan wilayah, kolonialisme hingga benturan budaya. Ada Avatar, Prey, The Revenant, sampai Dances with Wolves. (imDb)
Bukan cuma soal petualangan di tengah hutan. 11 film ini membawa cerita tentang masyarakat adat, tradisi, perebutan wilayah, kolonialisme hingga benturan budaya. Ada Avatar, Prey, The Revenant, sampai Dances with Wolves. (imDb)

RADARBONANG.ID – Film dengan latar masyarakat adat atau suku pedalaman biasanya menawarkan sesuatu yang berbeda dari tontonan petualangan biasa.

Selain membawa penonton menjelajahi hutan, wilayah terpencil, atau kawasan yang jauh dari kehidupan modern, film-film semacam ini juga menghadirkan cerita mengenai identitas, tradisi, perebutan wilayah, hingga pertemuan dua budaya yang berbeda.

Tidak sedikit film yang menjadikan masyarakat pribumi sebagai bagian penting dalam ceritanya.

Ada yang menggambarkan kehidupan mereka ketika berhadapan dengan pendatang, ada pula yang mengangkat dampak kolonialisme dan pembangunan terhadap lingkungan serta komunitas lokal.

Baca Juga: Tsunami Aceh 2004 Bukan Sekadar Gempa? Teori Bom Nuklir Kembali Bikin Geger

Menariknya, tidak semuanya bergenre drama serius. Beberapa dikemas sebagai film fiksi ilmiah, thriller, aksi, bahkan survival yang tetap menyelipkan persoalan budaya di dalam ceritanya.

Berikut 11 film yang bisa masuk daftar tontonan jika kamu tertarik dengan tema masyarakat adat dan benturan budaya.

1. Avatar (2009)

Siapa yang tidak mengenal Avatar? Film garapan James Cameron ini memang berlatar dunia fiksi bernama Pandora, tetapi konflik yang dihadirkan terasa dekat dengan persoalan masyarakat adat di dunia nyata.

Jake Sully datang ke Pandora sebagai bagian dari misi manusia.

Namun, interaksinya dengan masyarakat Na'vi perlahan mengubah pandangannya terhadap ekspansi manusia yang mengincar sumber daya alam Pandora.

Selain menawarkan visual spektakuler, Avatar membawa isu tentang tanah, lingkungan, identitas, dan ancaman eksploitasi terhadap komunitas lokal.

2. Apocalypto (2006)

Apocalypto membawa penonton ke Mesoamerika pada masa peradaban Maya.

Ceritanya berpusat pada Jaguar Paw, seorang pemburu muda yang harus menghadapi perubahan besar setelah desanya diserang.

Ia kemudian ditangkap dan dibawa pergi dari lingkungan tempat tinggalnya.

Setelah berhasil melarikan diri, perjuangannya berubah menjadi misi bertahan hidup sekaligus usaha untuk kembali kepada keluarganya.

Film ini dikenal dengan adegan aksi yang intens dan gambaran kehidupan masyarakat pada masa tersebut.

3. The New World (2005)

Pertemuan antara pendatang Eropa dan masyarakat pribumi menjadi inti cerita The New World.

Film ini mengambil latar Virginia pada awal abad ke-17 dan mengikuti John Smith yang terlibat dalam ekspedisi Inggris ke Jamestown.

Di sana, ia bertemu Pocahontas, putri pemimpin masyarakat Powhatan.

Hubungan keduanya berkembang ketika ketegangan antara pendatang dan masyarakat lokal semakin besar.

Film ini juga memperlihatkan bagaimana kedatangan bangsa Eropa membawa perubahan besar terhadap kehidupan masyarakat pribumi.

4. Embrace of the Serpent (2015)

Jika ingin tontonan yang lebih atmosferik, Embrace of the Serpent bisa menjadi pilihan.

Film asal Kolombia ini membawa cerita ke kawasan Amazon dan mengikuti Karamakate, seorang penyembuh dari masyarakat pribumi.

Ia membantu dua penjelajah dalam perjalanan berbeda yang berlangsung pada masa berbeda.

Pencarian tanaman langka bernama yakruna menjadi pintu masuk untuk memperlihatkan kehidupan masyarakat Amazon, hubungan manusia dengan alam, serta luka yang ditinggalkan eksplorasi dan kolonialisme.

5. The Revenant (2015)

The Revenant lebih dikenal sebagai film survival yang dibintangi Leonardo DiCaprio.

Namun, kisahnya juga bersinggungan dengan kehidupan masyarakat pribumi di Amerika Utara.

Hugh Glass mengalami luka parah setelah diserang beruang dan kemudian ditinggalkan oleh kelompoknya. Dalam kondisi alam yang ekstrem, ia berusaha bertahan hidup dan mengejar orang-orang yang meninggalkannya.

Perjalanan tersebut mempertemukannya dengan berbagai kelompok pribumi dan memperlihatkan kerasnya kehidupan di wilayah perbatasan Amerika pada abad ke-19.

6. The Lost City of Z (2016)

Film ini cocok untuk penonton yang menyukai kisah ekspedisi dan misteri peradaban kuno.

The Lost City of Z mengikuti Percy Fawcett, penjelajah Inggris yang melakukan perjalanan ke Amazon.

Ia percaya bahwa kawasan tersebut menyimpan jejak peradaban maju yang selama ini belum ditemukan.

Dalam ekspedisinya, Fawcett juga berhadapan dengan pandangan masyarakat Barat terhadap penduduk asli Amazon.

Karena itu, film ini bukan hanya tentang pencarian kota misterius, tetapi juga tentang cara pandang kolonial terhadap masyarakat pribumi.

7. Sweet Country (2017)

Sweet Country mengambil latar Australia pada era 1920-an dan menghadirkan persoalan yang jauh lebih kelam.

Tokoh utamanya, Sam Kelly, merupakan pria Aborigin yang terpaksa melarikan diri setelah membunuh seorang pria kulit putih dalam situasi membela diri. Kejadian tersebut kemudian memicu pengejaran.

Melalui perjalanan Sam, film ini memperlihatkan ketimpangan kekuasaan, diskriminasi, kekerasan, dan bagaimana masyarakat Aborigin menghadapi sistem sosial yang tidak berpihak kepada mereka.

8. Wind River (2017)

Wind River membawa tema masyarakat pribumi ke dalam cerita kriminal dan misteri.

Cory Lambert menemukan jasad seorang perempuan muda di kawasan reservasi masyarakat Indian di Wyoming.

Bersama agen FBI Jane Banner, ia mencoba mengungkap apa yang sebenarnya terjadi.

Penyelidikan tersebut kemudian membuka persoalan yang lebih luas mengenai keterasingan, kekerasan, dan kondisi sosial masyarakat pribumi Amerika.

Meski bukan film tentang kehidupan suku pedalaman secara langsung, latar dan isu yang diangkat membuatnya tetap relevan dalam daftar ini.

9. Prey (2022)

Prey menawarkan kombinasi unik antara kehidupan masyarakat Comanche dan aksi fiksi ilmiah.

Berlatar sekitar 300 tahun lalu, film ini mengikuti Naru, perempuan muda yang memiliki kemampuan berburu.

Kehidupannya berubah ketika muncul ancaman misterius yang ternyata merupakan Predator.

Di tengah pertarungan tersebut, penonton juga diajak melihat kehidupan komunitas Comanche, keterampilan berburu, serta hubungan mereka dengan alam.

10. Dances with Wolves (1990)

Dances with Wolves merupakan salah satu film klasik yang mengangkat hubungan antara tentara Amerika dan masyarakat pribumi.

John J. Dunbar awalnya merupakan seorang tentara Union yang ditempatkan di wilayah perbatasan.

Namun, interaksinya dengan komunitas Lakota membuat pandangannya perlahan berubah.

Ia mulai memahami bahasa, kebiasaan, dan kehidupan masyarakat tersebut hingga akhirnya merasa lebih dekat dengan mereka dibandingkan dengan kehidupan militernya.

11. The Emerald Forest (1985)

The Emerald Forest membawa isu benturan budaya ke dalam persoalan pembangunan dan kelestarian lingkungan.

Bill Markham datang ke kawasan Amazon untuk terlibat dalam pembangunan bendungan.

Namun, kehidupan keluarganya berubah ketika putranya, Tommy, menghilang dan kemudian diketahui hidup bersama sebuah komunitas pribumi.

Ketika Bill akhirnya menemukan Tommy bertahun-tahun kemudian, ia menyadari bahwa anaknya sudah tumbuh dengan budaya dan kehidupan yang sangat berbeda.

Film ini mempertemukan tiga persoalan sekaligus, yaitu pembangunan modern, kehidupan masyarakat adat, dan keberlangsungan hutan.

Bukan Sekadar Cerita Petualangan

Kesamaan dari film-film tersebut bukan hanya keberadaan hutan, wilayah terpencil, atau masyarakat adat.

Lebih jauh, sebagian besar ceritanya berbicara mengenai pertemuan dua dunia yang memiliki nilai dan cara hidup berbeda.

Ada kisah mengenai perebutan tanah, eksploitasi alam, kolonialisme, diskriminasi, hingga usaha mempertahankan identitas.

Baca Juga: Mode Gelap atau Terang, Mana yang Lebih Nyaman untuk Mata? Jawabannya Ternyata Tidak Sesederhana Itu

Karena itu, film bertema masyarakat adat bisa menjadi tontonan yang menghibur sekaligus membuka perspektif baru.

Tentu saja, setiap film memiliki sudut pandang dan tingkat akurasi budaya yang berbeda. Beberapa bahkan sepenuhnya fiksi seperti Avatar.

Namun, jika kamu sedang mencari tontonan yang menawarkan lebih dari sekadar aksi dan petualangan, 11 film tersebut bisa menjadi pilihan.

Ceritanya membawa penonton bukan hanya menjelajahi tempat baru, tetapi juga melihat bagaimana perbedaan budaya dapat membentuk sebuah konflik sekaligus mengubah cara seseorang memandang dunia.

Editor : Muhammad Azlan Syah
film suku pedalaman film masyarakat adat film benturan budaya rekomendasi film internasional film tentang suku