Daunnya Sering Dibuang, Tapi Punya Peran Besar! Ini 7 Masakan yang Makin Harum Berkat Daun Salam

Arinie Khaqqo • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 14:32 WIB
Kecil, sederhana, dan biasanya berakhir di pinggir piring. Tapi jangan salah, daun salam punya peran penting dalam banyak masakan Nusantara. Dari sayur asem sampai gudeg, aroma khasnya bikin makanan terasa makin lengkap. (ilustrasi daun salam)
Kecil, sederhana, dan biasanya berakhir di pinggir piring. Tapi jangan salah, daun salam punya peran penting dalam banyak masakan Nusantara. Dari sayur asem sampai gudeg, aroma khasnya bikin makanan terasa makin lengkap. (ilustrasi daun salam)

RADARBONANG.ID – Pernah membuka tutup panci lalu langsung mencium aroma khas yang membuat perut mendadak lapar? Bisa jadi, salah satu penyebabnya adalah daun salam.

Bentuknya memang sederhana. Warnanya hijau, ukurannya tidak terlalu besar, bahkan setelah dimasak daun ini biasanya hanya diambil dan tidak ikut dimakan.

Namun, keberadaannya punya peran penting dalam banyak masakan Nusantara.

Daun salam biasa digunakan sebagai rempah aromatik.

Daunnya dimasukkan ke dalam masakan selama proses memasak agar aroma khasnya keluar dan menyatu dengan bumbu lainnya.

Baca Juga: Ferrari Hadirkan Livery Spesial di GP Italia 2026, Terinspirasi Era Michael Schumacher

Menariknya, penggunaan daun salam tidak terbatas pada satu jenis makanan.

Rempah ini bisa ditemukan dalam berbagai hidangan, mulai dari sayuran berkuah, nasi berbumbu, masakan bersantan, hingga hidangan yang dimasak dalam waktu lama.

Tidak heran jika daun salam hampir selalu menjadi salah satu bahan yang tersedia di dapur rumah.

Lantas, masakan apa saja yang semakin harum berkat daun sederhana ini?

1. Sayur Asem, Kuah Segar dengan Aroma Rempah

Sayur asem menjadi salah satu menu rumahan yang identik dengan cita rasa segar dan sedikit asam.

Isinya bisa berbeda-beda sesuai daerah dan resep keluarga, tetapi berbagai sayur seperti kacang panjang, jagung, labu siam, melinjo, dan kacang tanah sering menjadi bagian dari hidangan ini.

Di antara berbagai bumbu yang digunakan, daun salam dapat memberikan aroma rempah yang membuat kuah terasa lebih kaya.

Daun salam biasanya dimasukkan ketika kuah dan sayuran mulai dimasak.

Aromanya kemudian bercampur dengan bumbu lain sehingga menghasilkan wangi yang khas tanpa menghilangkan karakter segar dari sayur asem.

2. Nasi Liwet, Buka Tutup Panci Langsung Wangi

Nasi liwet punya daya tarik yang tidak hanya berasal dari rasanya.

Aroma nasi yang baru matang juga menjadi bagian penting dari pengalaman menyantapnya.

Dalam proses memasak nasi liwet, daun salam kerap dipadukan dengan bahan aromatik lain seperti serai, bawang, dan berbagai bumbu.

Pada beberapa resep, santan juga digunakan untuk memberikan rasa yang lebih gurih.

Ketika nasi matang dan tutup panci dibuka, aroma rempah langsung menyebar.

Itulah salah satu alasan nasi liwet cocok disantap bersama.

Bahkan sebelum lauk diletakkan di meja, aromanya sudah lebih dulu membuat siapa pun ingin mengambil piring.

3. Semur, Perpaduan Manis dan Gurih yang Makin Harum

Semur terkenal dengan warna kuahnya yang gelap serta perpaduan rasa manis dan gurih.

Kecap menjadi salah satu ciri khas hidangan ini, tetapi karakter semur tidak hanya dibentuk oleh kecap.

Berbagai rempah juga digunakan untuk menghasilkan aroma dan rasa yang lebih kompleks.

Daun salam menjadi salah satu rempah yang dapat ditambahkan ketika bumbu semur dimasak.

Aromanya berpadu dengan bumbu lain dan meresap bersama bahan utama.

Karena semur biasanya dimasak cukup lama, bumbu pun memiliki kesempatan untuk menyatu lebih sempurna.

Bahan semur juga sangat fleksibel. Daging sapi, ayam, telur, tahu, hingga tempe bisa diolah menjadi hidangan bercita rasa manis-gurih ini.

4. Opor Ayam, Aroma Lebaran yang Sulit Dilupakan

Membicarakan opor ayam rasanya sulit dipisahkan dari momen Lebaran.

Ayam yang dimasak dalam kuah santan bersama berbagai rempah menghasilkan aroma yang begitu khas.

Salah satu rempah yang sering hadir dalam resep opor adalah daun salam.

Daun salam biasanya dimasak bersama serai, lengkuas, bawang, dan bumbu lainnya.

Ketika semua bahan tersebut bertemu dengan santan dan ayam, terciptalah aroma gurih dan rempah yang menjadi ciri khas opor.

Tidak mengherankan jika aroma opor yang sedang dimasak sering kali langsung mengingatkan pada suasana rumah dan momen berkumpul bersama keluarga.

5. Sambal Goreng, Pedasnya Dapat, Harumnya Juga

Sambal goreng memiliki banyak versi di Indonesia.

Ada sambal goreng kentang, sambal goreng hati, sambal goreng tempe, tahu, hingga berbagai kreasi lainnya.

Meski bahan utamanya bisa berbeda, hidangan ini umumnya memiliki karakter pedas, gurih, dan kaya bumbu.

Daun salam dapat dimasukkan ketika bumbu sedang ditumis.

Pada tahap ini, aroma daun salam bercampur dengan bumbu dan bahan lainnya.

Hasilnya bukan sekadar rasa pedas dan gurih, tetapi juga aroma rempah yang lebih dalam.

Apalagi jika sambal goreng dimasak hingga bumbunya benar-benar meresap.

Wanginya bisa membuat nasi hangat terasa seperti pasangan yang wajib ada.

6. Gudeg, Masakan yang Butuh Kesabaran

Gudeg merupakan salah satu ikon kuliner Yogyakarta yang terkenal dengan cita rasa manis dan proses memasaknya yang tidak sebentar.

Bahan utamanya berupa nangka muda yang dimasak bersama santan dan berbagai rempah.

Daun salam termasuk salah satu bahan aromatik yang dapat digunakan dalam proses tersebut.

Karena gudeg dimasak dalam waktu lama, berbagai aroma rempah perlahan menyatu dengan nangka muda.

Hasil akhirnya adalah hidangan dengan rasa dan aroma yang kompleks.

Gudeg juga menunjukkan bagaimana daun salam tidak harus digunakan dalam jumlah banyak untuk memberikan karakter pada sebuah masakan.

Kehadirannya cukup menjadi salah satu bagian dari kombinasi rempah yang membentuk cita rasa khas.

7. Pepes, Aroma Rempah yang Keluar Saat Bungkus Dibuka

Pepes memiliki satu momen yang membuat hidangan ini semakin menggoda: ketika bungkusnya dibuka.

Bahan utama seperti ikan, tahu, ayam, atau bahan lainnya dimasak bersama bumbu kemudian dibungkus menggunakan daun sebelum dikukus atau dibakar.

Daun salam dapat ditambahkan ke dalam bungkusan bersama bumbu lainnya.

Selama proses pemasakan, panas membuat aroma dari berbagai bahan keluar dan bercampur di dalam bungkus.

Ketika pepes akhirnya dibuka, aroma rempah langsung terasa.

Tidak hanya memberikan rasa, proses memasak tersebut juga membuat pepes memiliki pengalaman makan yang khas.

Daun Kecil, Pengaruhnya Besar

Daun salam mungkin bukan bahan yang paling mencolok di dapur.

Tidak seperti cabai yang memberikan warna merah menyala atau kunyit yang membuat masakan berwarna kuning, daun salam justru bekerja lebih “diam-diam”.

Daunnya dimasukkan ke dalam masakan, dibiarkan selama proses pemasakan, lalu biasanya diangkat sebelum makanan disajikan.

Baca Juga: Kenapa Orang Jepang Suka Berendam? Ritual Onsen Ternyata Bisa Jadi Cara Simpel Melepas Stres

Namun, dari sanalah perannya terasa.

Aroma yang dihasilkan membantu melengkapi karakter berbagai hidangan Nusantara.

Penggunaannya pun cukup fleksibel dan dapat ditemukan dalam masakan dari berbagai daerah.

Karena mudah ditemukan dan relatif terjangkau, tidak mengherankan jika daun salam menjadi salah satu bahan yang sering disimpan di dapur.

Jadi, lain kali menemukan beberapa lembar daun salam di dalam panci, jangan menganggapnya sekadar pelengkap.

Bisa jadi, justru daun kecil itulah yang membuat masakan terasa lebih “Indonesia”.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
daun salam manfaat daun salam untuk masakan masakan Indonesia rempah Nusantara kuliner Indonesia