Mode Gelap atau Terang, Mana yang Lebih Nyaman untuk Mata? Jawabannya Ternyata Tidak Sesederhana Itu

Defy Maulida Puspaaji • Dipublikasikan Senin, 7 September 2026 | 13:57 WIB
Selama ini dark mode sering dianggap lebih aman untuk mata. Tapi benarkah begitu? Ternyata jawabannya tidak sesederhana layar hitam atau putih. (ilustrasi)
Selama ini dark mode sering dianggap lebih aman untuk mata. Tapi benarkah begitu? Ternyata jawabannya tidak sesederhana layar hitam atau putih. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID – Mode gelap sering dianggap sebagai pilihan paling aman untuk mata.

Tinggal mengubah tampilan layar menjadi hitam, tulisan menjadi putih, lalu mata diyakini akan lebih santai, terutama ketika HP digunakan pada malam hari.

Di sisi lain, masih banyak orang yang justru merasa lebih nyaman dengan mode terang.

Tulisan hitam di atas latar putih dianggap lebih jelas, terutama ketika membaca artikel panjang, bekerja, atau menggunakan HP di tempat dengan pencahayaan cukup.

Baca Juga: Karhutla Makin Serius, Polri Tetapkan 112 Tersangka dari 167 Laporan Polisi hingga September 2026

Lalu, sebenarnya mana yang lebih baik untuk mata?

Jawabannya tidak sesederhana memilih antara layar hitam atau putih.

Kenyamanan mata saat menatap layar dipengaruhi banyak hal, mulai dari pencahayaan ruangan, tingkat kecerahan layar, ukuran teks, kontras, jarak pandang, hingga berapa lama mata digunakan untuk menatap layar.

Bahkan penelitian terbaru yang membandingkan mode terang dan gelap menunjukkan bahwa keduanya tetap dapat menimbulkan gejala kelelahan mata setelah penggunaan dalam waktu tertentu.

Mode Gelap Memang Bisa Terasa Lebih Nyaman

Mode gelap bekerja dengan menampilkan latar belakang berwarna gelap dan teks yang lebih terang.

Bagi sebagian orang, tampilan seperti ini terasa lebih nyaman ketika berada di ruangan yang minim cahaya.

Alasannya cukup sederhana. Layar yang sangat terang di tengah ruangan gelap dapat menciptakan perbedaan luminansi yang mencolok antara layar dan lingkungan sekitar.

Namun, nyaman bukan berarti otomatis lebih sehat.

Ketika tulisan berwarna terang ditampilkan di atas latar gelap, sebagian orang justru mengalami kesulitan membaca, terutama jika ukuran huruf terlalu kecil atau kontrasnya kurang tepat.

Sejumlah penelitian tentang keterbacaan juga menemukan adanya keunggulan keterbacaan pada teks gelap di atas latar terang dalam kondisi tertentu.

Artinya, mode gelap sebaiknya tidak dianggap sebagai fitur yang secara otomatis melindungi mata.

Justru Mode Terang Bisa Lebih Jelas untuk Membaca

Mode terang menggunakan kombinasi yang sudah sangat familiar, yaitu tulisan gelap dengan latar belakang terang.

Dalam kondisi ruangan yang cukup terang, tampilan ini sering memberikan keterbacaan yang lebih baik.

Karena itu, orang yang bekerja dengan dokumen, membaca artikel panjang, atau mengetik dalam waktu lama bisa saja merasa lebih nyaman menggunakan mode terang.

Masalahnya muncul ketika kecerahan layar jauh lebih tinggi dibandingkan kondisi ruangan.

Contohnya, seseorang menggunakan HP dengan brightness hampir maksimal ketika berada di kamar yang gelap.

Mata harus beradaptasi dengan layar yang sangat terang di tengah lingkungan yang minim cahaya.

Dalam kondisi seperti ini, menurunkan brightness bisa menjadi langkah yang lebih penting daripada sekadar mengganti mode tampilan.

Yang Sering Terlupakan Justru Tingkat Kecerahan

Perdebatan mode gelap versus mode terang sering membuat satu hal penting terlupakan: kecerahan layar.

Layar yang terlalu terang dapat terasa menyilaukan, sementara layar yang terlalu redup bisa membuat pengguna kesulitan membaca dan tanpa sadar mendekatkan perangkat ke wajah.

Karena itu, tidak ada angka brightness yang berlaku untuk semua situasi.

Saat berada di luar ruangan pada siang hari, tingkat kecerahan mungkin perlu dinaikkan agar tulisan tetap terlihat jelas.

Sebaliknya, ketika berada di ruangan redup, kecerahan dapat diturunkan agar layar tidak terlalu mencolok.

Prinsip sederhananya adalah membuat layar tetap nyaman dilihat tanpa terasa seperti sumber cahaya yang mengganggu.

Menatap Layar Terlalu Lama Tetap Jadi Masalah

Apa pun mode yang digunakan, mata tetap bisa mengalami kelelahan jika terus-menerus dipakai untuk menatap layar.

Penggunaan smartphone dalam waktu lama dapat dikaitkan dengan berbagai keluhan seperti mata kering, pandangan kabur sementara, rasa pegal atau terbakar pada mata, hingga kesulitan memfokuskan pandangan setelah beralih dari jarak dekat ke jauh.

Penelitian juga menemukan bahwa membaca melalui smartphone dalam kondisi gelap dapat memperburuk sejumlah gejala ketidaknyamanan mata dibandingkan kondisi pencahayaan yang lebih terang.

Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan berkedip yang dapat berkurang ketika seseorang terlalu fokus membaca atau melihat layar.

Akibatnya, permukaan mata lebih mudah terasa kering dan tidak nyaman.

Coba Terapkan Aturan 20-20-20

Daripada terlalu sibuk menentukan apakah mode gelap atau terang lebih baik, kebiasaan menggunakan layar justru perlu mendapat perhatian lebih.

Salah satu cara yang populer adalah aturan 20-20-20.

Setelah menatap layar selama sekitar 20 menit, alihkan pandangan selama 20 detik ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki atau 6 meter.

Cara sederhana ini memberi kesempatan bagi mata untuk tidak terus-menerus bekerja pada jarak dekat.

Selain itu, ukuran tulisan juga sebaiknya disesuaikan.

Jika font terlalu kecil sampai harus menyipitkan mata, memperbesar ukuran teks justru lebih masuk akal daripada memaksakan diri mempertahankan pengaturan bawaan.

Jarak layar pun perlu diperhatikan. Smartphone sebaiknya tidak ditempelkan terlalu dekat dengan wajah, terutama ketika digunakan untuk membaca dalam waktu lama.

Jadi, Mana yang Lebih Baik: Mode Gelap atau Terang?

Tidak ada jawaban tunggal yang berlaku untuk semua orang.

Jika sedang berada di ruangan gelap, mode gelap mungkin terasa lebih nyaman karena mengurangi kesan layar terlalu menyilaukan.

Namun, jika sedang berada di tempat terang dan membutuhkan keterbacaan tinggi, mode terang bisa menjadi pilihan yang lebih nyaman.

Menariknya, sebuah penelitian pada pengguna tablet tahun 2025 menemukan bahwa penggunaan selama satu jam dapat meningkatkan indikator kelelahan visual dan gejala mata kering pada kedua mode.

Penelitian tersebut memang menemukan beberapa perbedaan antara mode terang dan gelap, tetapi belum cukup untuk menyimpulkan bahwa salah satunya selalu menjadi pilihan terbaik bagi semua pengguna.

Baca Juga: Tsunami Aceh 2004 Bukan Sekadar Gempa? Teori Bom Nuklir Kembali Bikin Geger

Jadi, tidak perlu merasa harus menjadi “tim dark mode” atau “tim light mode”.

Yang lebih penting adalah menyesuaikan tampilan dengan kondisi sekitar.

Atur brightness, pastikan teks cukup besar dan jelas, jangan menggunakan layar terlalu dekat, serta berikan jeda secara berkala.

Pada akhirnya, pertanyaan yang lebih tepat bukan “mode mana yang paling sehat untuk mata?”, melainkan “pengaturan mana yang paling nyaman untuk kondisi saat ini?”

Karena layar hitam maupun putih sama-sama bukan masalah utama jika kebiasaan penggunaannya justru membuat mata terus bekerja tanpa istirahat.

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
mode gelap mode terang dark mode mata lelah karena HP Kesehatan mata