RADARBONAG.ID — Menjadi seorang aktor bukan hanya soal kemampuan menghidupkan karakter di depan kamera.
Bagi Laura Basuki, profesionalisme juga berarti mampu mengetahui kapan harus sepenuhnya masuk ke dalam karakter dan kapan harus kembali menjadi dirinya sendiri.
Aktris peraih Piala Citra tersebut membagikan pandangannya mengenai dunia akting, kehidupan pribadi, hingga cara menjaga privasi keluarga ketika menjadi figur publik.
Hal itu disampaikan Laura saat menjadi bintang tamu dalam podcast Room 4 Improvement yang dipandu Rory Asyari.
Di tengah tuntutan industri hiburan yang semakin dekat dengan media sosial, Laura memilih menjalani karier dengan caranya sendiri.
Baca Juga: Lagu Buatan AI Terancam Dilarang di Tangga Lagu Australia, Ini Aturan Baru ARIA
Ia tetap serius ketika bekerja, tetapi tidak ingin dunia pekerjaan mengambil terlalu banyak ruang dalam kehidupan pribadinya.
Bagi Laura Basuki, Profesionalisme Dimulai dari Disiplin
Laura menganggap datang tepat waktu dan menjalankan tanggung jawab di lokasi syuting bukanlah sesuatu yang layak dianggap sebagai pencapaian luar biasa.
Menurutnya, kedisiplinan merupakan standar dasar yang memang seharusnya dimiliki seorang aktor.
Bagi Laura, profesionalisme justru terlihat dari bagaimana seorang pemain mempersiapkan diri sebelum kamera mulai merekam.
Ia biasanya mengawali proses dengan reading dan membedah karakter bersama sutradara.
Tahapan tersebut membantunya memahami karakter secara lebih mendalam sekaligus mengetahui arah yang ingin dibangun dalam sebuah film.
Setelah persiapan selesai, barulah Laura mengandalkan insting dan perasaan ketika berada di depan kamera.
"Persiapannya pertama yang pasti proses reading. Aku biasanya ngebedah karakter bareng sama sutradara. Insting itu baru aku pakai ketika udah on cam. I see pakai perasaan," kata Laura.
Tak Ingin Karakter Ikut Pulang ke Rumah
Kemampuan mendalami karakter menjadi salah satu bagian penting dalam akting.
Namun, Laura menyadari bahwa terlalu larut dalam emosi karakter juga bisa berdampak terhadap kehidupan pribadi.
Karena itu, ia berusaha meninggalkan karakter ketika pekerjaan selesai.
Bagi Laura, proses memahami karakter cukup dilakukan ketika berada dalam konteks pekerjaan.
Setelah syuting berakhir, ia berusaha kembali menjadi Laura Basuki dalam kehidupan sehari-hari.
"Lupain itu pelajaran-pelajaran di kepala, jalanin pakai hati supaya enggak kebawa pulang," ujarnya.
Prinsip tersebut membuatnya memiliki batas yang cukup jelas antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.
Menurut Laura, kemampuan memisahkan keduanya penting agar emosi dari sebuah karakter tidak terbawa ke rumah dan memengaruhi hubungan dengan keluarga.
Laura Basuki Pilih Jaga Privasi Keluarga
Menjadi figur publik membuat kehidupan pribadi seorang artis sering kali menjadi perhatian masyarakat. Namun, Laura memilih untuk tidak membuka seluruh bagian kehidupannya kepada publik.
Ia mengaku cukup membatasi aktivitas di media sosial, terutama ketika menyangkut keluarganya.
Keputusan tersebut bukan semata-mata karena ingin menjauh dari perhatian publik.
Laura juga ingin menghormati kenyamanan anggota keluarganya.
Ia mempertimbangkan perasaan anak dan suaminya sebelum membagikan sesuatu ke media sosial.
"Tapi karena aku juga menghargai privasi keluargaku. Aku takut mungkin anakku enggak nyaman tiba-tiba kalau aku postingnya sembarangan atau suamiku juga enggak nyaman dengan perhatian masyarakat," jelasnya.
Merasa Cukup Jadi Kunci Kebahagiaan
Laura juga mengungkap salah satu prinsip yang membantunya tetap merasa tenang di tengah kehidupan sebagai selebritas.
Ia merasa tidak perlu terus-menerus mencari validasi dari media sosial ataupun membandingkan kehidupannya dengan pencapaian orang lain.
Laura justru mengaku dapat ikut merasa bahagia ketika melihat keberhasilan orang lain.
Menurutnya, setiap pencapaian yang diraih seseorang pasti memiliki proses dan perjuangan yang tidak selalu terlihat dari luar.
"Jadi pencapaian-pencapaian orang lain itu justru aku ikut bersemangat dan happy ngelihatnya.
Karena orang bisa sampai di titik itu enggak mudah. Banyak perjuangan yang mereka lewati," tuturnya.
Laura menyebut rasa cukup sebagai salah satu kunci yang membuat dirinya bisa menikmati kehidupan.
"Mungkin kuncinya aku karena merasa cukup aku bahagia, aku happy dalam kehidupanku, sekarang dengan karirku dengan kehidupan keluarga," tambahnya.
Laura Basuki Bicara soal Film Memburu Pemangsa
Selain membahas kehidupan pribadi, Laura dalam kesempatan tersebut juga memperkenalkan proyek terbarunya bersama Cinemaku Pictures, yakni film Memburu Pemangsa.
Film tersebut mengangkat persoalan sosial mengenai kejahatan terhadap anak, termasuk isu penculikan yang menjadi bagian penting dalam ceritanya.
Laura menyebut film tersebut berusaha menghadirkan gambaran mengenai persoalan yang masih menjadi perhatian serius di Indonesia.
"Film ini sebenarnya membahas tentang cerminan isu yang sangat besar di Indonesia salah satunya adalah penculikan anak," kata Laura.
Penonton Diajak Terlibat Lewat Situs Interaktif
Menariknya, tim produksi Memburu Pemangsa tidak hanya mengandalkan film sebagai media untuk menyampaikan isu tersebut.
Mereka juga menghadirkan situs interaktif yang dirancang agar calon penonton dapat merasa ikut menjadi bagian dari cerita.
Melalui situs tersebut, masyarakat dapat mendaftarkan diri dan mengikuti pengalaman interaktif yang berkaitan dengan pencarian sosok penculik anak dalam cerita film.
Langkah tersebut menjadi cara berbeda untuk membangun keterlibatan penonton sekaligus meningkatkan perhatian terhadap isu kejahatan terhadap anak.
Pesan Laura Basuki untuk yang Sedang Kehilangan Arah
Menjelang akhir perbincangan, Laura turut menyampaikan pesan bagi orang-orang yang sedang merasa kehilangan arah dalam hidup.
Baca Juga: Real Madrid Gandeng Sirkuit Madring Jelang Debut F1, Dua Dunia Olahraga Makin Dekat
Ia mengingatkan pentingnya tetap memberikan usaha terbaik dalam setiap kesempatan yang dimiliki.
Namun, usaha tersebut juga perlu berjalan bersama rasa syukur.
Bagi Laura, kehidupan tidak selalu harus diukur melalui pencapaian orang lain.
Merasa cukup dengan apa yang dimiliki dan menghargai proses diri sendiri dapat membantu seseorang menjalani hidup dengan lebih tenang.
Prinsip itulah yang tampaknya juga diterapkan Laura dalam menjalani kariernya: serius ketika bekerja, sepenuh hati ketika berakting, tetapi tetap tahu kapan harus meninggalkan karakter dan kembali menikmati kehidupan sebagai dirinya sendiri.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : youtube.com/@rory.asyari