Semakin Dingin AC, Makin Boros Listrik? Ini Penjelasan dan Suhu yang Lebih Hemat

Defy Maulida Puspaaji • Dipublikasikan Selasa, 25 Agustus 2026 | 16:32 WIB
Masih sering setel AC sampai 16 derajat supaya cepat dingin? Ternyata angka paling rendah di remote bukan berarti ruangan akan lebih cepat sejuk. Suhu target, kondisi ruangan, filter AC, hingga kebiasaan membuka pintu ternyata ikut menentukan boros atau hematnya listrik. (ilustrasi)
Masih sering setel AC sampai 16 derajat supaya cepat dingin? Ternyata angka paling rendah di remote bukan berarti ruangan akan lebih cepat sejuk. Suhu target, kondisi ruangan, filter AC, hingga kebiasaan membuka pintu ternyata ikut menentukan boros atau hematnya listrik. (ilustrasi)

RADARBONANG.ID — Menyalakan AC dan langsung menurunkan suhu hingga 16 derajat Celsius sering dianggap sebagai cara tercepat untuk membuat ruangan terasa sejuk.

Padahal, kebiasaan tersebut belum tentu membuat ruangan lebih cepat dingin dan justru berpotensi meningkatkan konsumsi listrik.

Lantas, apakah semakin rendah suhu AC berarti semakin boros listrik?

Secara umum, iya. Semakin rendah suhu yang ditargetkan, semakin besar pekerjaan yang harus dilakukan sistem pendingin untuk mempertahankan kondisi ruangan tersebut.

Namun, besarnya konsumsi listrik tidak hanya ditentukan oleh angka suhu pada remote.

Ada sejumlah faktor lain yang ikut memengaruhi, mulai dari kondisi ruangan, kebersihan filter, ukuran AC, hingga jenis kompresor yang digunakan.

Baca Juga: Daftar 23 Film Bioskop Terbaru Agustus 2026, dari Horor Mencekam hingga Drama Keluarga

Mengapa Suhu AC yang Terlalu Rendah Bisa Lebih Boros?

Cara kerja AC pada dasarnya adalah mengambil panas dari dalam ruangan kemudian membuangnya ke luar.

Karena itu, semakin besar panas yang harus dikeluarkan, semakin besar pula beban kerja sistem pendingin.

Misalnya, suhu ruangan berada di sekitar 30 derajat Celsius.

Ketika AC disetel ke 26 derajat, sistem hanya perlu menurunkan suhu beberapa derajat.

Namun, jika target diturunkan menjadi 16 derajat, AC harus bekerja jauh lebih lama untuk mengejar perbedaan suhu tersebut dan mempertahankannya.

Itulah sebabnya mengatur AC pada suhu ekstrem tidak otomatis membuat ruangan menjadi dingin lebih cepat.

Justru, sistem pendingin perlu bekerja lebih lama untuk mencapai target yang sangat rendah.

Setel 16 Derajat Tidak Berarti AC Lebih Cepat Dingin

Masih banyak anggapan bahwa AC yang disetel pada suhu 16 derajat akan membuat ruangan dingin lebih cepat dibandingkan jika disetel pada 24 atau 25 derajat.

Padahal, angka pada remote pada dasarnya merupakan target suhu, bukan tombol untuk menentukan seberapa cepat AC mendinginkan ruangan.

AC tetap bekerja sesuai kapasitas dan kondisi sistem pendinginnya.

Menurunkan angka suhu hanya membuat target akhir menjadi lebih rendah.

Ketika ruangan sudah mendekati suhu yang ditentukan, sistem AC akan menyesuaikan cara kerjanya.

Pada AC non-inverter, kompresor umumnya bekerja dengan pola hidup dan mati secara berkala untuk mempertahankan suhu.

Sementara itu, AC inverter dapat menyesuaikan kecepatan kompresor sesuai kebutuhan.

Ketika suhu ruangan sudah stabil, kompresor dapat bekerja pada kapasitas lebih rendah sehingga konsumsi energi berpotensi menjadi lebih efisien.

Suhu AC 24–26 Derajat Bisa Jadi Pilihan Lebih Masuk Akal

Bagi masyarakat yang ingin tetap nyaman tanpa membuat konsumsi listrik berlebihan, pengaturan suhu sekitar 24–26 derajat Celsius dapat menjadi pilihan yang lebih masuk akal untuk banyak kondisi.

Namun, angka tersebut bukan aturan mutlak untuk semua ruangan.

Tingkat kenyamanan setiap orang berbeda. Selain itu, kondisi cuaca, kelembapan, jumlah orang di dalam ruangan, hingga karakter bangunan juga memengaruhi suhu yang terasa nyaman.

Yang perlu diingat, semakin rendah suhu target, semakin besar kemungkinan AC harus bekerja lebih lama untuk mempertahankannya.

Karena itu, daripada langsung menekan tombol hingga 16 derajat, lebih baik mencoba suhu yang cukup nyaman terlebih dahulu.

Bukan Cuma Suhu, Kondisi Ruangan Juga Menentukan

Penghematan listrik dari penggunaan AC tidak hanya bergantung pada pengaturan remote.

Kondisi ruangan memiliki pengaruh besar terhadap seberapa keras AC harus bekerja.

Ruangan yang terkena sinar matahari langsung, misalnya, akan menerima tambahan panas.

Jika jendela tidak memiliki tirai atau pelindung yang memadai, AC harus bekerja lebih keras untuk mengimbangi panas tersebut.

Hal serupa terjadi ketika terdapat banyak celah udara atau pintu dan jendela sering terbuka.

Udara dingin yang sudah dihasilkan AC keluar, sementara udara panas dari luar masuk. Sistem pendingin akhirnya harus kembali bekerja untuk mendinginkan udara yang masuk tersebut.

Filter AC Kotor Bisa Bikin Pendinginan Tidak Optimal

Satu hal yang sering terlupakan adalah kondisi filter AC.

Filter yang dipenuhi debu dapat menghambat aliran udara.

Akibatnya, sirkulasi udara menjadi tidak optimal dan kemampuan AC dalam mendinginkan ruangan dapat menurun.

Ketika pendinginan tidak optimal, AC bisa bekerja lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Karena itu, membersihkan filter secara berkala bukan hanya berkaitan dengan kebersihan, tetapi juga dapat membantu menjaga performa AC tetap baik.

Seberapa sering filter perlu dibersihkan bergantung pada kondisi penggunaan dan lingkungan.

AC yang digunakan setiap hari atau berada di ruangan berdebu tentu membutuhkan perhatian lebih sering.

Ukuran AC Harus Sesuai dengan Ruangan

Kapasitas AC juga menjadi faktor penting.

AC dengan kapasitas terlalu kecil untuk ruangan yang besar akan membutuhkan waktu lebih lama untuk mencapai suhu yang diinginkan.

Sebaliknya, penggunaan unit yang sesuai dengan kebutuhan ruangan membuat sistem pendingin bekerja lebih proporsional.

Selain ukuran ruangan, jumlah penghuni, paparan matahari, ketinggian plafon, serta penggunaan perangkat elektronik juga dapat memengaruhi kebutuhan pendinginan.

Karena itu, memilih AC sebaiknya tidak hanya berdasarkan harga atau angka suhu terendah yang bisa ditampilkan pada remote.

Gunakan Timer Saat Tidur

Kebiasaan menggunakan AC sepanjang malam juga dapat memengaruhi konsumsi listrik.

Salah satu cara sederhana adalah memanfaatkan fitur timer jika tersedia.

AC dapat diatur untuk mati atau menyesuaikan penggunaan setelah beberapa jam ketika penghuni sudah tertidur.

Pengguna juga tidak harus menyetel AC pada suhu sangat rendah hanya karena merasa udara malam masih panas.

Mengatur suhu secara wajar dan memastikan pintu serta jendela tertutup rapat dapat membantu mempertahankan udara sejuk tanpa membuat sistem pendingin bekerja berlebihan.

Jadi, Apakah AC Makin Dingin Makin Boros?

Jawabannya, semakin rendah suhu target AC, semakin besar beban pendinginan yang umumnya diperlukan, sehingga konsumsi listrik dapat meningkat.

Baca Juga: Ditengah Tur Eropa, DeadSquad-Jasad-Death Vomit Terlantar di Dublin hingga Dapat Bantuan Diaspora

Namun, tagihan listrik tidak ditentukan oleh suhu AC saja.

Kebersihan filter, jenis AC, kapasitas unit, kondisi ruangan, frekuensi membuka pintu, paparan sinar matahari, serta durasi penggunaan semuanya ikut berpengaruh.

Jadi, jika tujuan Anda adalah membuat ruangan nyaman sekaligus menjaga konsumsi listrik, tidak perlu langsung menyetel AC hingga 16 derajat.

Cobalah suhu sekitar 24–26 derajat, tutup rapat ruangan, bersihkan filter secara rutin, dan gunakan timer ketika diperlukan.

Pada akhirnya, membuat ruangan nyaman tidak harus berarti membuat AC bekerja sekeras mungkin.

Sebelum menekan tombol suhu hingga 16 derajat, coba pikirkan lagi: ingin ruangan cepat dingin atau tagihan listrik tetap adem?

Editor : Muhammad Azlan Syah
Sumber : Radar Bonang
AC boros listrik suhu AC hemat listrik cara menghemat listrik AC suhu AC yang tepat tips hemat listrik.