RADARBONAG.ID – Mobil listrik semakin menarik perhatian bukan hanya karena tidak membutuhkan bensin, tetapi juga karena biaya energi yang relatif rendah untuk perjalanan harian.
Salah satu contohnya terlihat dalam pengujian Changan Nevo Q05, SUV listrik terbaru yang baru diperkenalkan di Indonesia.
Mobil tersebut diuji dengan rute Jakarta-Bogor-Jakarta untuk melihat seberapa efisien konsumsi dayanya dalam kondisi berkendara yang cukup beragam.
Hasilnya cukup menarik.
Dalam perjalanan sejauh 120,4 kilometer, konsumsi energi yang tercatat berada di angka 11,8 kWh per 100 kilometer.
Dengan tarif listrik Rp2.466 per kWh yang digunakan dalam perhitungan pengujian, biaya energinya berada di kisaran Rp35 ribuan untuk perjalanan tersebut.
Baca Juga: BNPB Ungkap 1.487 Hotspot di Kalimantan, Kalteng dan Kalbar Mendominasi, Ini Sebaran Titik Panasnya
Angka ini membuat Nevo Q05 menjadi salah satu SUV listrik yang menarik jika efisiensi menjadi pertimbangan utama.
Diuji dari Jakarta ke Bogor dan Kembali Lagi
Pengujian dilakukan dengan titik keberangkatan dari kawasan One Satrio, Kuningan, Jakarta Selatan.
Perjalanan kemudian melewati sejumlah karakter jalan yang berbeda.
Mulai dari lalu lintas perkotaan yang padat dan stop and go, jalan tol Jagorawi, hingga kawasan Bogor yang memiliki kombinasi tanjakan dan turunan.
Menariknya, mobil tidak diuji dengan metode khusus untuk mengejar angka konsumsi serendah mungkin.
Di dalam kendaraan terdapat empat penumpang dengan bobot rata-rata sekitar 75 kilogram, belum termasuk barang yang berada di bagasi.
Artinya, pengujian lebih mendekati penggunaan mobil dalam kondisi sehari-hari.
Setelah perjalanan Jakarta-Bogor-Jakarta selesai, odometer pada head unit menunjukkan jarak 120,4 kilometer.
Konsumsi 11,8 kWh per 100 Km
Bagian paling menarik tentu ada pada konsumsi energinya.
Head unit Nevo Q05 menunjukkan angka 11,8 kWh per 100 kilometer.
Jika dihitung secara sederhana, untuk menempuh 120,4 kilometer, mobil membutuhkan sekitar 14,2 kWh energi berdasarkan angka konsumsi tersebut.
Dengan asumsi tarif listrik Rp2.466 per kWh, biaya energinya berada di kisaran Rp35 ribu.
Artinya, perjalanan Jakarta-Bogor-Jakarta dengan mobil ini secara hitungan energi bisa menghabiskan biaya yang relatif kecil dibandingkan jika menggunakan kendaraan berbahan bakar minyak.
Bahkan, hasil pengujian tersebut lebih efisien dibandingkan angka konsumsi yang diklaim pabrikan, yakni 12,9 kWh per 100 kilometer.
Namun, angka konsumsi aktual tentu dapat berubah tergantung gaya mengemudi, kondisi lalu lintas, cuaca, medan jalan, muatan kendaraan, hingga kondisi baterai.
Changan sendiri mengingatkan bahwa angka efisiensi dan jarak tempuh merupakan estimasi dan kondisi penggunaan nyata dapat berbeda.
Bukan Cuma Jalan Mulus, Ada Macet dan Tanjakan
Salah satu hal yang membuat hasil pengujian ini menarik adalah kondisi perjalanan yang tidak sepenuhnya ideal.
Mobil menghadapi kemacetan di perkotaan, perjalanan di jalan tol, hingga tanjakan menuju kawasan Bogor.
Motor listrik Nevo Q05 memiliki tenaga maksimum 120 kW dengan torsi 190 Nm.
Karakter tenaga instan membuat mobil terasa responsif ketika berakselerasi dari kecepatan rendah.
Ketika memasuki jalur menanjak, performanya juga disebut tidak mengalami kendala berarti.
Pengemudi tidak perlu menekan pedal akselerator terlalu dalam untuk mempertahankan momentum karena karakter tenaga mobil listrik yang tersedia secara instan.
Suspensinya Lebih Mengejar Kenyamanan
Selain konsumsi energi, perjalanan Jakarta-Bogor-Jakarta juga memberikan gambaran mengenai karakter berkendara Nevo Q05.
Suspensi mobil terasa cukup empuk ketika melewati jalan dengan permukaan relatif rata.
Karakter tersebut membuat perjalanan di dalam kota maupun jalan tol terasa nyaman.
Namun, konsekuensinya mulai terasa ketika mobil melewati permukaan jalan yang tidak rata.
Ayunan bodi terasa lebih jelas dan body roll dapat terasa ketika kendaraan diajak bermanuver.
Dengan karakter tersebut, Nevo Q05 tampaknya lebih diarahkan untuk memberikan kenyamanan berkendara sehari-hari dibandingkan menghadirkan sensasi handling yang agresif.
Baterai 51,9 kWh, Klaim Jarak Tempuh 462 Km
Untuk sumber tenaganya, Nevo Q05 dibekali baterai 51,9 kWh.
Changan mengklaim mobil ini mampu menempuh jarak hingga 462 kilometer berdasarkan metode NEDC.
Sementara itu, pengisian cepat DC 30-80 persen diklaim dapat dilakukan sekitar 15 menit.
Perlu dicatat, jarak tempuh berdasarkan standar pengujian tidak selalu sama dengan jarak yang bisa dicapai dalam penggunaan sehari-hari.
Kondisi lalu lintas, kecepatan, suhu, penggunaan AC, medan jalan, serta gaya mengemudi dapat memengaruhi konsumsi energi.
Karena itu, angka 462 kilometer sebaiknya dipahami sebagai angka klaim berdasarkan metode pengujian, bukan jaminan jarak tempuh dalam semua kondisi.
Kabin Lega dan Bagasi Cukup Besar
Nevo Q05 juga menawarkan kepraktisan yang cukup menarik untuk sebuah SUV listrik kompak.
Mobil ini memiliki wheelbase 2.735 mm yang membantu memberikan ruang kabin cukup lapang.
Di bagian penyimpanan, Changan mengklaim terdapat 27 titik penyimpanan di dalam kabin. Salah satunya berupa hidden storage dengan kapasitas hingga 90 liter.
Bagasinya memiliki kapasitas 540 liter.
Jika kursi baris kedua dilipat, kapasitas tersebut dapat bertambah hingga 1.380 liter.
Untuk varian tertentu, tersedia pula power tailgate yang membuat akses ke bagasi menjadi lebih praktis.
Harga Mulai Rp309 Juta
Di Indonesia, Changan Nevo Q05 hadir dalam dua varian.
Varian Pro dibanderol mulai Rp309 juta, sedangkan varian Max berada di angka Rp359 juta berdasarkan harga yang tercantum dalam informasi peluncuran.
Baca Juga: Drama Transfer Julian Alvarez Makin Panas, Ingin ke Barcelona tapi Atletico Madrid Tak Mau Melepasny
Situs resmi Changan Indonesia saat ini menampilkan harga mulai Rp309 juta untuk Nevo Q05 dan mencatat bahwa harga tersebut berlaku selama periode peluncuran.
Dengan kombinasi harga tersebut, jarak tempuh yang panjang, kabin luas, serta konsumsi energi yang cukup rendah, Nevo Q05 mencoba masuk ke segmen SUV listrik dengan menawarkan efisiensi sebagai salah satu daya tarik utamanya.
Pada akhirnya, pengujian Jakarta-Bogor-Jakarta memberikan satu gambaran menarik: mobil listrik tidak hanya menawarkan teknologi baru, tetapi juga berpotensi membuat perjalanan ratusan kilometer terasa jauh lebih ringan dari sisi biaya energi.
Meski demikian, biaya sebenarnya yang dikeluarkan pemilik tetap bergantung pada tarif listrik, metode pengisian, kondisi perjalanan, dan efisiensi kendaraan dalam penggunaan sehari-hari.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : kompas.com