RADARBONANG.ID – Tren digicam atau kamera digital lawas kembali ramai di kalangan anak muda.
Kamera pocket yang dulu dianggap ketinggalan zaman kini justru dicari karena mampu menghasilkan foto dengan karakter yang sulit ditiru kamera smartphone modern.
Grain yang terlihat jelas, warna sedikit pudar, direct flash yang kuat, hingga hasil foto yang terkadang tidak terlalu tajam justru menjadi bagian dari daya tariknya.
Bagi Gen Z, digicam bukan sekadar perangkat untuk mengambil gambar. Kamera mungil tersebut juga menjadi bagian dari gaya hidup dan cara menghasilkan konten dengan nuansa retro.
Namun, ada satu hal yang perlu diperhatikan sebelum ikut berburu.
Jangan sampai tergoda kamera murah, tetapi malah mendapatkan digicam yang kondisinya sudah minta pensiun.
Baca Juga: Meta AI Kini Punya Aplikasi Desktop untuk Mac, Bisa Baca Layar hingga Bantu Kelola Bisnis
Mengingat sebagian besar kamera digital era 2000-an sudah berusia cukup tua, kondisi setiap unit bisa sangat berbeda.
Ada yang masih prima, tetapi tidak sedikit pula yang menyimpan masalah pada baterai, layar, lensa, tombol, hingga sensor.
Karena itu, membeli digicam bekas membutuhkan sedikit ketelitian.
1. Jangan Langsung Tergoda Harga Murah
Harga murah memang menjadi salah satu alasan digicam bekas menarik perhatian.
Namun, jangan menjadikan harga sebagai satu-satunya pertimbangan.
Cari tahu terlebih dahulu harga pasaran model yang ingin dibeli. Bandingkan beberapa penjual dan perhatikan kondisi masing-masing unit.
Dua kamera dengan model yang sama bisa memiliki harga berbeda karena kondisi fisik, kelengkapan, baterai, charger, memory card, hingga kondisi lensanya.
Jika harga sebuah unit jauh di bawah harga pasaran, bukan berarti otomatis mendapatkan keberuntungan.
Bisa jadi ada alasan tertentu di balik harga tersebut.
2. Periksa Bodi Secara Menyeluruh
Langkah berikutnya adalah memeriksa kondisi fisik kamera.
Lihat bagian depan, belakang, sisi, hingga bagian bawah kamera. Perhatikan apakah terdapat retakan, penyok, karat, atau komponen yang terlihat longgar.
Lecet kecil sebenarnya cukup wajar untuk barang yang sudah berusia belasan tahun.
Namun, bekas benturan keras perlu diperhatikan lebih serius.
Benturan mungkin tidak hanya meninggalkan kerusakan pada bodi, tetapi juga berpotensi memengaruhi komponen internal seperti lensa atau sensor.
Jika memungkinkan, minta penjual menunjukkan kondisi kamera dari berbagai sudut sebelum melakukan transaksi.
3. Jangan Lupa Buka Tempat Baterai
Bagian yang sering terlewat saat membeli kamera bekas adalah kompartemen baterai.
Buka penutupnya dan perhatikan apakah terdapat karat, korosi, atau bekas cairan akibat baterai bocor.
Baterai yang pernah bocor dapat meninggalkan kerusakan pada bagian kontak listrik kamera.
Jika terlihat adanya korosi cukup parah, sebaiknya jangan langsung menganggap masalah tersebut sepele.
Kamera lawas memang memiliki usia panjang, tetapi bukan berarti seluruh komponennya masih dalam kondisi sehat.
4. Tes Semua Tombol, Jangan Cuma Shutter
Ketika mencoba kamera, jangan hanya menekan tombol shutter.
Coba satu per satu tombol yang tersedia.
Mulai dari tombol power, zoom, menu, navigasi, playback, flash, hingga tombol lainnya.
Pastikan semuanya merespons dengan normal.
Tombol yang terasa terlalu keras, macet, atau harus ditekan berkali-kali sebelum bekerja bisa menjadi tanda adanya masalah.
Memang, beberapa tombol kamera lawas bisa terasa berbeda dibanding kamera modern.
Namun, yang penting adalah fungsi utamanya tetap berjalan dengan baik.
5. Dengarkan Suara dan Gerakan Lensa
Lensa merupakan salah satu komponen penting yang wajib diperiksa.
Nyalakan kamera dan perhatikan bagaimana lensa keluar dari bodi.
Kemudian matikan kamera dan lihat apakah lensa dapat kembali masuk dengan lancar.
Coba juga fitur zoom beberapa kali.
Jika gerakannya tersendat, tidak konsisten, atau terdengar suara mekanis yang tidak biasa, sebaiknya lebih berhati-hati.
Kerusakan mekanisme lensa pada kamera lawas bisa menjadi masalah yang cukup merepotkan.
6. Periksa LCD dan Hasil dari Sensor
Selanjutnya, perhatikan layar LCD.
Coba tampilkan menu dengan latar belakang terang dan gelap.
Perhatikan apakah ada garis, bintik, area yang tidak menyala, atau tampilan yang berkedip tidak normal.
Setelah itu, jangan berhenti pada layar.
Ambil beberapa foto menggunakan kamera tersebut.
Periksa hasil gambarnya secara langsung jika memungkinkan.
Cari tahu apakah terdapat garis aneh, bintik hitam, atau noda yang muncul secara konsisten pada setiap foto.
Sedikit noise atau grain tentu bukan masalah untuk digicam karena justru menjadi bagian dari karakter kamera.
Yang perlu dicurigai adalah artefak yang tidak seharusnya muncul dan selalu berada di lokasi yang sama pada gambar.
7. Tes Autofocus dengan Objek Dekat dan Jauh
Autofocus juga perlu diuji.
Coba mengambil foto objek dari jarak dekat, kemudian beralih ke objek yang lebih jauh.
Pilih benda dengan detail yang jelas seperti tulisan, buku, wajah, atau tekstur tertentu.
Perhatikan apakah kamera mampu mengunci fokus dengan baik.
Jangan hanya mengambil satu foto.
Cobalah beberapa kali untuk memastikan performanya relatif konsisten.
Kamera lawas memang tidak harus memiliki autofocus secepat smartphone terbaru. Namun, sistem fokusnya tetap harus berfungsi sebagaimana mestinya.
8. Pastikan Flash Masih Berfungsi
Kalau tujuan utama membeli digicam adalah mendapatkan foto retro, bagian ini jelas tidak boleh dilewatkan.
Tes flash.
Coba masuk ke ruangan yang lebih gelap dan ambil beberapa foto menggunakan flash.
Pastikan flash benar-benar menyala dan hasil foto mendapatkan pencahayaan yang sesuai.
Direct flash merupakan salah satu karakter visual yang membuat kamera pocket lawas kembali digemari.
Jadi, kalau flash-nya bermasalah, pengalaman menggunakan digicam bisa terasa berbeda.
9. Cek Baterai, Charger, dan Memory Card
Jangan lupa memeriksa kelengkapan pendukungnya.
Pastikan baterai masih mampu membuat kamera menyala dan bertahan digunakan dalam beberapa kali pemotretan.
Periksa pula charger atau kabel pengisian dayanya.
Hal lain yang tidak kalah penting adalah memory card.
Beberapa kamera digital lawas menggunakan jenis kartu memori yang berbeda dengan kamera dan smartphone masa kini.
Ada format tertentu yang kini relatif sulit ditemukan atau memiliki kapasitas terbatas.
Sebelum membeli, cari tahu terlebih dahulu jenis kartu memori yang digunakan model tersebut.
10. Setelah Sehat, Baru Eksperimen Cari Foto Aesthetic
Kalau semua komponen sudah dipastikan berfungsi, barulah bagian paling menyenangkan dimulai.
Eksperimen dengan karakter kamera.
Untuk foto malam, coba gunakan direct flash untuk mendapatkan tampilan retro yang kuat.
Pada kondisi terang, ISO rendah dapat digunakan jika kamera menyediakan pengaturan tersebut.
Sementara pada kondisi minim cahaya, ISO yang lebih tinggi dapat menghasilkan grain yang justru cocok dengan estetika digicam.
Jangan terlalu sibuk mencari hasil yang sempurna.
Salah satu keseruan menggunakan kamera lawas justru terletak pada hasil yang terkadang tidak bisa diprediksi.
Digicam Murah Belum Tentu Jadi Pilihan Terbaik
Pada akhirnya, berburu digicam bekas bukan tentang menemukan kamera dengan harga paling murah.
Baca Juga: Jualan Pentol Tapi Masuk Desil 9, Kisah Anif di Malang Bikin Banyak Orang Bertanya-tanya soal Data E
Yang lebih penting adalah mendapatkan unit dengan kondisi paling masuk akal dan karakter gambar yang sesuai dengan selera.
Kamera yang harganya sedikit lebih mahal tetapi memiliki lensa sehat, sensor normal, baterai layak, flash berfungsi, dan LCD yang masih bagus bisa jauh lebih menguntungkan dibanding kamera supermurah yang membutuhkan banyak perbaikan.
Apalagi, kamera digital lawas memiliki usia yang tidak lagi muda.
Jadi, sebelum tergoda oleh foto produk yang terlihat menggemaskan atau caption penjual yang mengatakan "normal semua", pastikan kamera benar-benar diuji.
Sebab, digicam memang boleh jadul.
Tapi jangan sampai setelah dibeli, yang tersisa justru boncos karena harus servis sana-sini.
Editor : Muhammad Azlan SyahSumber : Radar Bonang